Apa yang dikatakan oleh manajemen Persebaya dan Persis?
Persebaya Surabaya dan Persis Solo mengungkapkan sikap resmi klub terkait kelanjutan Liga 1 dan PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Dalam pernyataan resmi yang diungggah melalui situs resmi Persebaya, kedua klub itu memberi respons terkait Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) LIBA yang akan digelar 15 November mendatang.

Terdapat dua usulan yang diajukan Persebaya dan Persis. Pertama kedua klub itu ingin segera dipilih direksi baru PT LIB setelah Akhmad Hadian Lukita menjadi tersangka Tragedi Kanjuruhan.

Seperti dilansir dari laman resmi Persebaya, berikut bunyi dari pernyataan sikap tim berjuluk Bajul Ijo itu dengan Laskar Sambernyawa:

"Sehubungan dengan surat dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) dengan nomor 706/LIB-COR/XI/2022 terkait Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diadakan 15 November 2022, manajemen Persis dan Persebaya melakukan pertemuan yang menghasilkan pernyataan bersama sebagai bentuk respons.



Topik pembahasan yang diusulkan Persebaya-Persis untuk RUPSLB PT LIB, di antaranya:

1. Menentukan komposisi direksi PT LIB baru, ini sejalan dengan status Dirut PT LIB yang kini tersangka dan ditahan di Polda Jatim. Direksi baru ini bersifat sementara, bertugas untuk menuntaskan Liga 1 2022/2023 sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Setelah liga selesai akan diselenggarakan lagi RUPS untuk membentuk direksi baru yang lebih permanen untuk transformasi liga secara menyeluruh. Bukan sekadar jangka pendek, tapi juga jangka menengah maupun jangka panjang.

2. Menentukan lanjutan Liga 1 2022/2023 dengan tetap mempertahankan format home-away, dihadiri penonton. Tentunya dibarengi dengan standar keamanan baru yang bisa menjamin keselamatan dan kenyamanan penonton, pemain, ofisial, maupun seluruh pihak yang hadir di stadion."

Rencananya PSSI bersama PT LIB akan melanjutkan kompetisi pada akhir November ini dengan catatan telah melakukan pembenahan yang dianjurkan oleh Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).