Ini terkait trauma insiden memalukan sebelum Piala Dunia 2018
Empat tahun lalu, sebelum Piala Dunia 2018 digelar, skandal heboh mengguncang tim nasional Meksiko. Dimotori Javier Chicharito Hernandez, para pemain menyewa pekerja seks komersial (PSK). Dan, kini, di Piala Dunia 2022, tidak ada lagi nama Chicharito dalam skuad yang menuju Qatar.   

Sebagai salah satu pemain bintang di sepakbola Meksiko, tidak adanya nama Chicharito dalam skuad cukup mengejutkan. Pasalnya, kemampuan mantan pemain Manchester United masih sangat dibutuhkan.

Uniknya, tidak ada satu pun di Asosiasi Sepakbola Meksiko (FMF) yang menyatakan dengan jelas alasan pencoretan Chicharito oleh pelatih timnas asal Argentina, Gerardo Martino. Jadi, yang muncul adalah spekulasi. Salah satunya terkait kejadian empat tahun lalu yang membuat Gerardo Martino trauma memanggil Chicharito.

Banyak jurnalis memutuskan untuk tidak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi di depan umum karena takut diboikot FMF. Tapi, seorang jurnalis yang tidak bisa dibeli dan tidak keberatan menceritakan kejadian itu. Dia adalah Jose Ramon Fernandez

Baru-baru ini, Jose Ramon Fernandez berbicara kepada sebuah publikasi di Negeri Sombrero, Proceso. Dia mengungkapkan seluruh kebenaran mengapa Chicharito tidak masuk dalam skuad Meksiko untuk Piala Dunia di Qatar.

"Tata Martino mengaku kepada kami bahwa Chicharito  menyewa dua pelacur selama perjalanan ke New York dan San Antonio. Mereka semua (para pemain) dituduh melakukan pesta seks. Itu membuat marah istri atau kekasih pemain," kata Jose Ramon Fernandez.

"Ada sekelompok pemain yang menentangnya. Tapi, Chicharito tidak meminta maaf. Lalu, Martino berbicara kepadanya dan dia menyangkal segalanya," tambah Jose Ramos Fernandez.





Jose Ramon Fernandez juga menyebut, bukan hanya Chicharito dan teman-teman dekatnya saja yang melakukan pesta seks, melainkan juga beberapa orang staf dari FMF. "Orang yang terlibat dengan PSK itu sudah dipecat. Hari ini, dia bekerja untuk FIFA," beber Jose Ramon Fernandez.

Jose Ramon Fernandez adalah salah satu jurnalis olahraga terkemuka di Meksiko selama 50 tahun terakhir. Dia memulai karier di saluran lokal TV Azteca. Tapi, dia akhirnya pindah ke ESPN. Dia memiliki ketenaran sebagai salah satu kritikus paling keras di sepakbola Meksiko.