Sejak kecil sudah jadi fans Liverpool. Nonton laga “Miracle of Istanbul” naik mobil.
Liverpool kedatangan pemain baru yang mengaku pendukung fanatik The Reds sejak kanak-kanak. Berposisi sebagai full back, Konstantinos Tsimikas akan menjadi pesaing serius Andrew Roberton di sisi kiri.

Bermain di Liverpool adalah mimpi Tsimikas sejak kecil. Dia mengaku keluarga besarnya merupakan pendukung The Reds. Konon, ketika Liverpool menjuarai Liga Champions 2004/2005, Tsimikas bersama ayah, ibu, dan kakaknya mengendarai mobil dari Thessaloniki ke Istanbul.

Saat itu, Tsimikas baru berusia 9 tahun. Dia dan keluarganya ikut menjadi saksi kemenangan Liverpool atas AC Milan pada pertandingan bersejarah yang dikenal sebagai "Miracle of Istanbul" itu.    

"Kakak saya  penggemar Liverpool. Dia mendorong saya datang ke sini (Anfield). Saat kecil, saya juga mendukung Liverpool. Semua keluarga saya gembira saya bergabung dengan Liverpool. Saya rasa hingga hari ini dia (kakak) tidak percaya saya di sini. Jika dia tahu dia akan sangat bahagia," ujar Tsimikas di liverpoolfc.com.

Lahir di Thessaloniki, 12 Mei 1996, Tsimikas mengikuti jejak sang kakak, Stergios Tsimikas, bermain sepakbola sejak kanak-kanak. Seperti sang kakak, pemain berharga 11,75 juta pounds itu juga memulai karier di Neapoli Thessaloniki ketika berusia 14 tahun. Lalu, hijrah ke Panserraikos di Divisi IV mengikuti langkah kakaknya.

Bedanya, karier Stergios stagnan Panserraikos, meski sempat bermain di beberapa klub kecil. Sementara Kostas merupakan tulang punggung klub elite Yunani, Olympiakos Piraeus selama sekitar lima musim, sebelum akhirnya memutuskan memilih Liverpool lewat transfer window musim panas 2020.

Sebelum sukses bersama Olympiakos, bakat Tsimikas sudah terpantau sejak lama. Ketika menjalani trial di Panserraikos, dia hanya membutuhkan satu sesi latihan untuk meyakinkan sang nakhoda, Sakis Anastasiades. Tsimikas saat itu dimainkan di Panserraikos U-20. Hasilnya, mereka menjuarai Liga Yunani U-20 dua musim beruntun, yaitu 2011/2012 dan 2012/2013. Saat itu, dia barus berusia 16 tahun.  

Lalu, pada usia 17 tahun, Tsimikas mendapatkan kesempatan bermain di tim utama yang saat itu bermain di Divisi III. Menyelesaikan 20 pertandingan sepanjang 2013/2014, dirinya sanggup memproduksi 5 gol.

Berkat aksi impresif di kompetisi kasta bawah, nama Tsimikas akhirnya diketahui para pemandu bakat di klub-klub elite Yunani. Atas rekomendasi bek kiri legendaris Olympiakos dan tim nasional Yunani, Grigoris Georgatos, Tsimikas mendapatkan undangan berlatih di Karaiskakis Stadium, Piraeus.

Sama seperti saat menjalani trial di Panserraikos, Tsimikas  juga hanya membutuhkan waktu beberapa jam untuk  membuat tim pelatih Olympiakos kagum. Pada musim panas 2014, Tsimikas mendapatkan kontrak pertamanya untuk bermain di klub berseragam merah-putih tersebut.

Sempat dimainkan di tim junior, Tsimikas menjalani debut di skuad utama Olympiakos pada 28 Oktober 2015 saat melawan Platanias pada laga Piala Yunani. Puas dengan performa Tsimikas, Marco Silva selaku pelatih Olympiakos memberi kesempatan menjalani debut di Liga Yunani. Pada 19 Desember 2015, Tsimikas bermain untuk pertama kalinya melawan AEL Kalloni.

Tampil impresif bersama Olympiakos bukan berarti Tsimikas selalu menjadi pilihan utama. Pada 2017 dan 2018, dia sempat dipinjamkan ke Denmark membela Esbjerg dan Willem II Tilburg. Bersama Willem, Tsimikas tampil sangat bagus. Dia tampil 32 kali dari 34 pertarungan Eredivisie 2017/2018.

Selain itu, Tsimikas sempat mencetak bicycle kick indah ketika Willem mengalahkan FC Utrecht 3-2. Gol tersebut dipilih Voetbal International sebagai Goal of the Month. Dia juga memenangkan Eredivisie Rookie of the Month pada Maret 2018.

Berkat penampilan memuaskan di Belanda, Olympiakos memanggil pulang Tsimikas. Pedro Martins selaku nakhoda Olympiakos ketika itu memasukkan Tsimikas di tim utama pada 2018/2019. Keputusan itu tepat. Pasalnya, sejak saat itu Tsimikas menjadi pemain yang tidak tergantikan di sisi kiri belakang. Dia menjadi pahlawan saat Olympiakos menjuarai Liga Yunani 2019/2020.

"Saya sudah lama memantau Kostas sejak lama. Saya senang dia bergabung. Dia adalah pesepakbola yang sangat bagus dengan hasrat untuk menang. Saya suka mentalitas seperti ini.  Dia sudah menunjukkan bahwa di usia muda bisa merasakan sepakbola di negara berbeda dan tampil bagus," kata Jurgen Klopp.

"Dia sudah biasa menghadapi lawan-lawan tangguh. Kami tahu dia bisa menghadapi tantangan yang ada. Itu sempurna untuk kami. Karena alasan itulah kami senang bisa memilikinya untuk beberapa tahun ke depan," pungkas nakhoda berkebangsaan Jerman itu.