Paling ngenes memang Buffon. Dia kalah di tiga final. Gabung dengan PSG, juga tersungkur. Ronaldo ternyata juga tak pernah juara.
Liga Champions Eropa merupakan turnamen yang paling prestisius seantero benua biru, maka seluruh pemain yang mampu menjuarai akan merasa mendapat kehormatan tertinggi, namun nyatanya tidak semua pemain besar mampu meraih trofi se kuping besar

Selama bertahun-tahun, beberapa pemain hebat dalam sejarah telah gagal memenangkan persaingan, sementara beberapa bahkan tidak sedekat itu.

Berikut susunan 11 pemain terbaik yang tidak pernah memenangkan Liga Champions.

1. Gianluigi Buffon



Satu-satunya penjaga gawang yang pernah memenangkan UEFA Club Footballer of the Year, Buffon telah kalah di tiga final Liga Champions bersama Juventus.

Dia nyaris menjuarainya pada tahun 2003, menyelamatkan dua penalti dalam babak adu penalti melawan AC Milan di Old Trafford, namun Juve gagal lantaran 3 penaltinya tak masuk gawang.

Ternyata kegagalannya di Liga Champions menjadi suatu hikmah bagi Buffon untuk terus bermain di usia 42.

"Bagi saya ini adalah stimulus yang sangat besar dan saya harus berterima kasih kepada hidup karena tidak membiarkan saya menang (Liga Champions) namun, jika tidak, saya akan bertanya pada diri sendiri mengapa saya masih bermain," kata Buffon pada September 2019 silam.

2. Lilian Thuram

Finalis lain yang kalah di tahun 2003, Lilian Thuram adalah salah satu bek paling konsisten di Eropa sepanjang kariernya bersama Monaco, Parma, Juventus, dan Barcelona, tetapi kesuksesan terbesarnya datang bersama timnas Prancis.

Dia mungkin tidak beruntung untuk pensiun setahun sebelum Barcelona juara pada 2008, tetapi Thuram sudah menandatangani kontrak untuk bergabung dengan PSG sebelum akhirnya membatalkan kesepakatan dan gantung sepatu setelah diketahui dia menderita kelainan jantung.

3. Fabio Cannavaro



Salah satu bek yang palinh menonjol dalam garis keturunan bek tengah Italia yang berkelas, karir klub Cannavaro agak nomaden selain tujuh tahunnya di Parma.

Cannavaro adalah bagian dari tim Inter yang dikalahkan di semifinal Liga Champions 2003 oleh rival sengitnya AC Milan, kemudian menderita nasib kejam karena kalah dalam gol tandang meski kedua leg dimainkan di San Siro, dan tiga tahun bersama Real Madrid bertepatan dengan rekor enam musim berturut-turut gagal melewati babak 16 besar.

4. Laurent Blanc

Di level internasional, Blanc memenangkan Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa bersama Prancis, tetapi dia tidak bisa mendapatkan trofi domestik terbesar, meski bermain untuk Inter, Barcelona, dan Manchester United.

Mencapai semifinal bersama United pada 2002 adalah yang terbaik yang dicapai Blanc dalam kompetisi, tetapi ia adalah bagian dari tim Fergie yang dikalahkan oleh Bayer Leverkusen melalui gol tandang, dengan para bek United kala itu melakukan kecerobohan kala bermain di Old Trafford.

5. Gianluca Zambrotta

Karier Zambrotta nyaris sama dengan bek sayap Thuram saat ia menjadi bagian dari runner-up Juventus 2003 sebelum akhirnya bergabung dengan juara bertahan Barcelona pada 2006.

Saat membela Barca, Zambrotta hanya mencapai banak semifinal sebelum akhirnya dikalahkan oleh Manchester United melalui gol indah yang dicetak Paul Scholes.

6. Michael Ballack



Pada hati adalah perasaan yang akrab bagi Ballack, karena gelandang Jerman tersebut finis sebagai runner-up di Bundesliga, Piala Jerman, dan Liga Champions bersama Bayer Leverkusen di tahun yang sama.

Kepindahannya ke Bayern Muenchen memungkinkan Ballack mendapatkan banyak gelar salah satunya Liga Champions, namun nyatanya masih tak berhasil.

Setelah usai masa pengabdiannya di Muenchen, Ballack lantas memutuskan Chelsea sebagai pelabuhan selanjutnya, tetapi trofi Liga Champions tetap sulit untuk diraihnya dan ia kemudian kalah di final Liga Champions dengan Chelsea pada 2008.

7. Lothar Mathaus

Mathaus lebih dekat untuk meraih trofi Liga Champions daripada pemain lain dalam daftar ini yang kala itu bersama Bayern Muenchen hanya tinggal membutuhkan waktu dua menit lagi untuk juara, namun semuanya pudar.

Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer punya akhirnya menjadi penyelamat United sekaligus menjadi musim terindah Manchester United sepanjang masa yang kelak momen ini disebut sebagai "class of 99".

8. Dennis Bergkamp



Dennis Bergkamp merupakan salah satu pemain yang paling berbakat secara teknis dari generasinya tetapi tidak pernah berhasil memenangkan Liga Champions sepanjang kariernya.

Pertandingan terakhir, sang penyerang yang saat itu bermain untuk Arsenal harus menelan kekalahan atas lawannya Barcelona dengan skor 1-2 di partai final Liga Championa tahun 2006.

9. Francesco Totti

Bermain bersama AS Roma selama 25 tahun hingga memutuskan untuk pensiun di sana, Frencesco Totti sama sekali belum pernah merasakan manisnya gelar Liga Champions sepanjang menjadi pemain sepakbola profesional.

Di masa kejayaannya ia adalah seorang gelandang serang yang luar biasa dengan mencetak 250 gol dalam 619 pertandingan untuk timnya, tetapi yang paling dekat dengan kemenangannya adalah melaju ke perempatfinal dalam dua musim dari 2006 hingga 2008.

10. Ronaldo



Pemain asal Brasil, Ronaldo merupakan pemain terbaik yang tidak pernah memenangkan kompetisi bergensi di Eropa, terlebih Liga Champions. Ia menjadi salah satu dari banyak pemain yang gagal merasakan gelar juara.

Ronaldo pernah berseragam beberapa tim besar Eropa seperti Barcelona, Real Madrid, AC Milan, dan Inter Milan. Meski mendominasi sebagai pemain terbaik dan membela klub terbaik, dirinya masih belum pernah merasakan trofi Liga Champions.

11. Ruud Van Nistelrooy

Ruud Van Nistelrooy merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Liga Champions, sebelum kemunculan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Nistelrooy adalah pencetak gol terbanyak dalam tiga dari empat musim kompetisi dari 2001 hingga tahun 2005. Meski begitu, dirinya belum sama sekali memenangkan pertandingan final dan mendapatkan gelar juara Liga Champions.

Pencapaian terbaiknya adalah kala menjadi salah satu penggawa dari Manchester United yang berhasil mencapai semifinal pada tahun 2002, akan tetapi mereka harus tersingkir saat dikalahkan Bayern Munchen.