10 jam video hanya diisi rekaman satu gol Iniesta ke gawang Chelsea itu yang berulang-ulang. Sementara Seedorf juara 4 kali dengan tiga klub berbeda.
Perdebatan tentang siapa pemain yang lebih baik antara Ronaldo dan Lionel Messi, agaknya masih akan berlangsung selama bertahun-tahun mendatang. Tetapi, jika para penggemar bicara lebih spesifik lagi dan melibatkan data, maka teranglah sudah, Ronaldo adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Liga Champions dengan 130 gol.

Megabintang asal Portugal itu memberikan begitu banyak momen spesial, seperti saat saltonya melawan Juventus (klub yang pada akhirnya dia bela) atau hat-trick comeback Real Madrid atas Atletico Madrid.

Cristiano Ronaldo telah mendapatkan julukan 'Mr Champions League' sebagai hasil dari kerja kerasnya saat  kompetisi paling bergengsi antar klub seantero Eropa berlangsung.

Jadi tidak ada kejutan untuk menebak siapa yang berada di urutan teratas dalam daftar pemain Liga Champions terbaik abad ini. Sudah pasti Ronaldo.

Berkenan dengan hal itu, situs olahraga Givemesports telah mengumpulkan 10 pesepakbola terbaik yang paling bersinar di bawah lampu terang kompetisi Liga Champions. Selain Ronaldo, siapa saja? Mari kita mulai:

10. Steven Gerrard



Comeback Liverpool yang luar biasa melawan AC Milan pada di final liga Champions edisi 2005 tidak mungkin terjadi tanpa Steven Gerrard yang mengambil alih permainan di babak kedua.

Gelandang timnas Inggris itu benar-benar menunjukkan kualitasnya sebagai masterclass, ban kapten yang melingkar di lengannya tak percuma, Gerrad adalah pemimpin sejati,  saat The Reds tertinggal, ia membangun motivasi pemain dan lalu membawa kesebelasan London itu menuju kemenangan.

Itu adalah satu-satunya trofi Gerrard di Liga Champions, dia bisa saja menambah jumlah trofi jika hijrah ke Real Madrid atau Chelsea, tapi Gerrad tahu betapa berharganya kesetiaan.

9. Clarence Seedorf



Beberapa pemain menghabiskan bertahun-tahun bermain di level tertinggi. Tapi tak seorang pun menyamai seorang Clarence Seedorf. Dia adalah satu-satunya pemain yang memenangkan Liga Champions dengan tiga klub berbeda.

Capaian itu, dia raih saat  bersama Ajax, Real Madrid dan AC Milan. Bahkan untuk klub raksasa Italia, Seedorf memenangkannya dua kali, yang berarti sepanjang kariernya sebagai pesepakbola, Seedorf telah mengangkat 4 trofi liga Champions.

8. Iker Casillas



Apa yang Anda lakukan pada usia 19 tahun? Simpan jawaban Anda. Sebab hanya empat hari setelah ulang tahunnya yang ke-19, seorang Iker Casillas memenangkan Liga Champions bersama Real Madrid. Pada tahun 2000, Madrid berhasil menang di partai final liga Champions atas sesama klub la liga, Valencia.

Itu jadi gelar pertama dari tiga gelar Champions yang ia persembahkan untuk Los Blancos. Dua tahun berikutnya, pada final 2002 melawan Bayer Leverkusen, Casillas menggantikan Cesar Sanchez yang cedera di gawang dengan sisa waktu 25 menit. Dia melakukan sejumlah penyelamatan sensasional untuk mencegah Leverkusen menyamakan kedudukan.

Dan Madrid kembali jadi juara, Casillas muncul dalam rekor 177 pertandingan Liga Champions sepanjang kariernya yang masyhur.

7. Xavi Hernandez

“Aku yakin aku melihatnya memberikan bola.” Itu adalah kalimat lelucon yang dilempar oleh Sir Alex Ferguson tentang Xavi Hernandez dan kemampuannya dalam menguasai bola.

Xavi adalah dalang utama dalam kemenangan Liga Champions Barcelona, masing-masing pada 2009, 2011 dan 2015. Boleh jadi Lionel Messi mencuri perhatian dan masuk dalam berita utama pers, tetapi pemain Argentina itu bukan apa-apa jika tanpa tim, dan Messi sangat dibantu oleh 'sihir' Xavi Hernandez dari  lini tengah permainan. Tak ada Xavi, nuansa keindahan tiki-taka jelas berbeda.

6. Raul Gonzalez



Tak dapat dipungkiri, rekor Raul Gonzalez di Liga Champions memang luar biasa. Dia mencetak 71 gol dalam 142 pertandingan dan memenangkan tiga gelar bersama Real Madrid.

Raul menetapkan standar untuk angka yang mencengangkan. Di era jauh sebelum Ronaldo dan Messi sebaik sekarang, Raul adalah juru gedor terbaik.

Andalan timnas Spanyol itu mencetak gol untuk Real Madrid di final liga Champions 2000 dan 2002, Raul selalu bisa diandalkan untuk tampil di panggung besar.

5. Paolo Maldini

Sepanjang kariernya sebagai pesepakbola, bek timnas Italia sekaligus legenda AC Milan, sudah tampil sebanyak enam kali di partai final, dan Paulo Maldini memenangkan tiga dari final tersebut.

Tak cuma itu, pada final liga Champions edisi 2003 melawan Juventus, Maldini bahkan dinobatkan sebagai man of the match.

4. Andres Iniesta



Awal tahun ini, Barcelona mengunggah video berdurasi 10 jam di saluran official YouTube mereka. Video itu tak lain adalah momen kemenangan Barcelona di partai semifinal melawan Chelsea di tahun 2009.

Bayangkan 10 jam yang diputar hanya satu gol yang berulang-ulang. Hal itu menunjukkan betapa di hormatinya Iniesta. Jika dalam pertunjukan panggung, Xavi adalah seorang yang menarik tali dan Iniesta adalah pesulapnya, dia memberikan keajaiban pada Barcelona dengan sentuhan dan operannya yang luhur. Barcelona telah kehilangan kejeniusan dari seorang Iniesta sejak kepergiannya.

3. Sergio Ramos

Tidak hanya bek andalan timnas Spanyol, dan Real Madrid, atributnya sebagai bek kelas dunia dan pemimpin yang luar biasa tak kalah penting.

Sergio Ramos adalah bek yang istimewa, pada saat yang dibutuhkan, Ramos tak ubahnya striker. Masih ingat dengan 2 gol dari kepala yang terjadi hanya dalam selang 4 menit? Saat itu Real Madrid meraih kemenangan atas Bayern Munich di babak semifinal liga Champions 2014.

Saat itu, Ramos mencetak gol pada menit ke-93 untuk memaksa perpanjangan waktu yang kemudian kita tahu, laga dimenangkan Los Blancos dengan skor 4-1. Dua tahun berselang, Ramos mencetak satu-satunya gol di partai final liga Champions 2016 yang mempertemukan rival sekota.

Dan tentu, penggemar Liverpool masih belum melupakan aksi Ramos di final 2018, ketika dia melukai Mohamed Salah dan Loris Karius. Terlepas dari segala kontroversinya, Ramos adalah salah satu pemain paling sukses abad ini.

2. Lionel Messi



Lionel Messi telah mengalami titik terendah yang mengerikan di Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir. Masih ingat dengan momen kekalahan Barcelona di babak-babak penting saat melawan AS Roma, Liverpool, Bayern Munich.

Tapi itu semua tak bakal mengaburkan fakta, bahwa Messi adalah pemenang kompetisi liga Champions sebanyak empat kali dan dia telah mencetak 117 gol. Messi bahkan memiliki rasio gol per pertandingan yang lebih baik daripada Ronaldo.

Dia juga memberikan beberapa momen luar biasa, seperti empat gol saat melawan Arsenal pada 2010, atau 5 gol di gawang Bayern Leverkusen, atau sundulan terarah saat memutus harapan Manchester United. Messi sudah melakukan cukup banyak untuk mendapatkan tempat No 2 dalam daftar ini.

1. Cristiano Ronaldo

Tak usah banyak berdebat lagi, Ronaldo memang layak menempati posisi ini. Megabintang sepakbola itu telah memenangkan Liga Champions pertamanya bersama Man United pada tahun 2008, lalu empat trofi lainnya ia persembahkan untuk Real Madrid.

Dan Ronaldo selalu menjadi bintang di partai menuju keempat trofi tersebut.
Rekor golnya di liga Champions cukup menjelajahi itu, Ronaldo mencetak 17 gol pada musim 2013/14, 16 gol pada 2015/16, 12 gol pada 2016/17 dan 15 gol pada 2017/18. Tingkat konsistensi yang luar biasa.