Suatu ketika, ayahnya adalah maestro sepakbola Eropa timur berjuluk Maradona dari Carpathians.
Sepakbola Rumania pernah mengenal Gheorghe Hagi. Dijuluki "Maradona dari Carpathians", Hagi adalah pemain yang mengibarkan bendera Rumania di level klub maupun timnas. 

Setelah lama pensiun dan beralih profesi menjadi pelatih, jejak Hagi coba dirintis sang putra, Ianis. Sama seperti sang ayah, Ianis juga memilih beroperasi sebagai gelandang serang dan second striker. Bedanya, Ianis sempat menjadi pengisi suara sebuah film kartun terbitan Walt Disney dalam Bahasa Rumania, Frankenweenie.

Lahir di Istanbul ketika Hagi bermain untuk Galatasaray, Ianis menimba ilmu sepakbola di akademi yang didirikan sang ayah, Gheorghe Hagi Academy. Sempat membela Viitorul Constanța, Ianis melanjutkan karier di Italia bersama Fiorentina dan di Belgia dengan KRC Genk. 

Namun, sejak 31 Januari 2020, pemuda berusia 22 tahun tersebut dipinjamkan ke Glasgow Rangers di Liga Skotlandia. Di Ibrox Stadium, Ianis langsung ditangani legenda hidup Liverpool, Steven Gerrard.

Satu hari setelah resmi dipinjam, Ianis membuat penampilan pertamanya untuk klub sebagai pemain pengganti dalam hasil imbang tanpa gol dengan Aberdeen. Pada 5 Februari 2020, Ianis memulai dan mencetak gol kemenangan dalam skor 2-1 atas Hibernian. Lalu, pada 20 Februari, Ianis mencetak 2 gol melawan Sporting Braga di Liga Eropa untuk membantu timnya menang 3-2. 

Pada akhir Mei 2020, Rangers mengumumkan bahwa mereka telah mengontrak Ianis  secara permanen dari Genk dengan durasi yang panjang. "Ayahnya datang langsung ke tempat ini (Ibrox) saat Ianis menjalani pertandingan pertama untuk Rangers. Saya yakin Hagi Gheorghe sangat bangga memiliki anak laki-laki seperti Ianis," ucap Gerrard, dilansir The Sportman. 

Seperti sang ayah, Ianis juga memiliki kemampuan yang bagus. Banyak orang melihat Hagi muda dalam diri Ianis. Mereka adalah pemain yang mengandalkan kemampuan teknik. Teknik dribelnya di atas rata-rata pemain lain seusianya. Ianis juga sangat jago dalam mengatur alur serangan klub-klub yang dibela. 

Hal lain yang dimiliki Ianis, tapi tidak ada dalam diri Hagi adalah kecepatan. Ianis juga mampu bermain di banyak posisi. Dulu, Hagi adalah playmaker yang tidak banyak melakukan sprint. Itu berbeda dengan Ianis. 

"Ayah saya, jelas, seorang juara yang hebat dan dia adalah mentor saya. Tapi, jika saya harus memilih seorang panutan, saya akan memilih seorang atlet dari olahraga lain, yaitu Stephen Curry (NBA). Saya menyukainya karena dia berhasil masuk ke NBA meski tidak ada yang percaya padanya, karena dia kecil. Melalui kerja keras dan dedikasinya, dia berhasil menjadi salah satu pemain terkuat di dunia," ujar Ianis.

Selain itu, Hagi sangat konservatif sebagai playmaker. Sebaliknya, Ianis tidak hanya jago sebagai playmaker, melainkan juga winger, second striker, hingga box-to-box midfielder. 

"Membawa nama belakang Hagi di seragam anda tentu membawa tekanan tersendiri. Tapi, saya terlahir dengan tekanan ini. Jadi, itu bukan sesuatu yang membuat masalah bagi saya lagi. Saya yakin Ianis akan memiliki karier yang hebat. Dia adalah pemain nomor 10 yang ideal. Saya berharap dia bisa menjadi lebih baik dari saya," kata Hagi.

Hal menarik lain dari Ianis adalah kepercayaan yang pernah didapatkan untuk terjun dalam proses pembuatan film kartu Hollywood. Pada 2019, Walt Disney Pictures mempercayai Ianis untuk menjadi pengisi suara dalam Bahasa Rumania tokoh utama film Frankenweenie, Victor Frankenstein.

Film kartun berjenis horor komedi itu sebenarnya dirilis pada 2012. Tapi, baru sampai ke pasar Rumania 7 tahun berselang. Uniknya, Ianis dipilih karena memiliki suara yang pas dengan karakter Frankenstein.

Ianis bisa terlibat dalam film itu bukan kebetulan. Dia memiliki sudara perempuan, Kira, yang merupakan artis di Rumania. Kira merupakan anak pertama Hagi. Sementara Ianis adalah anak keduanya. Sama seperti Ianis dan Hagi, Kira juga punya prestasi yang layak dibanggakan dalam dunia seni peran.

Kira pernah mendapatkan apresiasi tinggi saat ambil bagian pada Los Angeles Film Festival 2017. Dia menerima penghargaan Inspiring Woman di film berjudul "Fragile". Dia juga terpilih menjadi artis terbaik. 

Fragile disutradarai oleh Camila Mejia Duque dan naskahnya ditulis Kira sendiri. Film itu berkisah tentang seorang gadis yang baru lulus dari universitas. Gadis itu memutuskan untuk mulai membuat vlog ketika menerima pekerjaan animasi untuk sebuah studio besar Hollywood. Tapi, sebuah kejadian tragis membawanya kembali ke kehidupan lama.

"Saya merasa sangat diberkati memiliki kru yang luar biasa untuk proyek ini. Terima kasih," tulis Kira di halaman Facebook miliknya. Mimpi Kira yang coba diwujudkan di dunia perfilman adalah membuat film tentang sang ayah dengan adiknya yang berperan sebagai Hagi. Semoga bisa direalisasikan.