Setelah dibuang AC Milan, Alen Halilovic lontang-lantung tanpa klub. Dulu dipandang sebagai anak ajaib.
Cukub banyak nama-nama anak ajaib yang pada masa seniornya tidak secerah harapan yang ditaruh di pundak mereka. Ada nama Freddy Adu atau Bojan Krkic dan terbaru Alen Halilovic.

Meskipun pernah dilihat sebagai masa depan lini tengah Barcelona, karier Alen Halilovic merosot dari seorang anak ajaib menjadi pemain yang tidak diinginkan yang tidak dapat menemukan klub.

Kini nasibnya terselamatkan oleh pelatih Birmingham City, Aitor Karanka. Mantan bintang Real Madrid itu telah turun tangan dan berusaha menyelamatkan pemain Kroasia itu dari masa-masa sulitnya.

Birmingham City telah mengumumkan kesepakatan untuk mengontrak gelandang tersebut, yang telah tanpa tim sejak dia dibebaskan oleh AC Milan pada bulan Oktober.

Kemampuan alaminya disebut jauh melampaui level yang saat ini dimainkan oleh Birmingham City, namun ada tanda tanya apakah ia dapat mencapai potensi aslinya.

Karena itu, penandatanganan Halilovic disebut sebagai pertaruhan yang signifikan bagi klub St. Andrew yang telah hidup di bawah tekanan finansial yang besar belakangan ini.

Namun, ada kepercayaan pada kemampuan Karanka untuk membawa Halilovic kembali ke masa kreatifnya di La Liga Santander. Lagipula usianya masih sangat muda.

Dia lulus pemeriksaan medis pada hari Senin dan sudah berpose dengan kostum klub.



Dari anak ajaib, hingga pengangguran

Setiap klub terkemuka di sepak bola Eropa ingin merekrut Halilovic ketika dia masih remaja, tetapi Barcelona-lah yang memberikannya tawaran paling meyakinkan di musim panas 2014.



Dia harus melalui sistem akademi klub La Masia mengingat usianya yang masih muda hanya 18, tetapi dia sudah mengalami sepak bola senior setelah melakukan debutnya dengan Dinamo Zagreb pada usia 16.

Barcelona membayar 2,2 juta euro untuk sang pemain, dengan tambahan uang yang harus dikeluarkan tergantung pada penampilan. Tetapi masa pinjaman yang mengecewakan ke Sporting Gijon pada 2015/16 menyebabkan Los Cules kehilangan semua kepercayaan padanya dan menjualnya ke Hamburg dengan biaya sekitar 5,5 juta euro.

Apa yang terjadi dengan Halilovic?

Mungkin ada terlalu banyak tekanan pada pundaknya pada usia muda. Transfernya ke Jerman juga tidak berhasil dan dia segera kembali ke Spanyol dengan status pinjaman bersama Las Palmas.

Dia benar-benar terkesan di Spanyol, tetapi Hamburg tidak yakin, yang membuat transfernya ke AC Milan semakin mengejutkan.

Melihat ke belakang, sepertinya klub-klub ini selalu bertaruh pada bakatnya yang pernah jadi omongan banyak orang.

Dia gagal bersinar di Milan sehingga raksasa Italia itu meminjamkannya ke Standard Liege hanya beberapa bulan setelah dia tiba, dan kemudian dia akan dikirim ke Heerenveen pada September 2019.

Dia tidak memberi dampak apapun ada klub barunya sehingga AC Milan tanpa berpikir panjang melepaskannya dengan memotong kontrak. Semua itu terjadi saat dia menginjak usia 24.

Kini, Aitor Karanka masih memercayai bakatnya, tetapi publik sekarang dihadapkan pada dua pertanyaan. Apakah dia bisa mengembalikan bakatnya atau apakah klub-klub Halilovic sebelumnya bersalah karena tidak dapat mengembangkan bakatnya?