Selama kurun kepelatihan Zinedine Zidane di Real Madrid, banyak bakat-bakat bagus terbuang karena kalah bersaing. Termasuk Theo Hernandez.
Martin Odegaard merupakan salah satu pemain yang sukses mengukir namanya sebagai pemain muda yang sangat menjanjikan. Dia tadinya berharap dapat mendapatkan sentuhan Zinedine Zidane sebagai pelatihnya di Real Madrid untuk mengasah talentanya.

Kini orang Norwegia itu justru ingin meninggalkan Real Madrid, setelah hanya memiliki sedikit waktu bermain sejak kembali dari masa peminjamannya di Real Sociedad. Namun ternyata tidak hanya Martin, berikut adalah delapan korban serupa lainnya akibat manuver keputusan seorang Zinedine Zidane.

1. Morata: Orang pertama yang lebih memilih pergi



Selama berada di Real Madrid, Alvaro Morata sukses menjalani salah satu musim terbaik dalam kariernya di bawah Zidane, dengan kemenangan ganda pada musim 2016/17.

Namun, ketika datang keputusan pahit dari klub yang mengatakan bahwa perannya hanya sebagai pengganti Karim Benzema pada musim berikutnya, Real Madrid menjualnya ke Chelsea seharga 80 juta euro.

2. Kovacic: Pemain yang tak pernah berlaga



Dalam periode pertama Zidane, dia melihat Mateo Kovacic sebagai komponen kunci dari lini tengahnya, untuk menggantikan Luka Modric atau Toni Kroos ketika sedang absen.

Namun, cedera menghambat penampilannya hingga pada musim berikutnya dia menuruti keputusan Zidane,dengan mengeluarkan dirinya dari klub pada akhir musim, dengan status pinjaman ke Chelsea.

Ketika Zidane kembali, dia memiliki opsi untuk membawa pemain Kroasia itu kembali ke klub tersebut pada awal musim 2019/20, tetapi dia telah menyetujui transfer permanennya ke klub London barat tersebut.

3. Theo Hernandez: Situasi yang aneh



Bintang bek kiri AC Milan tersebut tidak pernah merasa dihargai selama kiprahnya di Estadio Santiago Bernabeu.

Tiba di musim panas 2017, dia jarang bermain di bawah Zidane di musim pertamanya, sebelum dipinjamkan ke Real Sociedad ketika Julen Lopetegui tiba.

Ketika Zidane kembali, Hernandez justru tidak kembali lagi. Dia justru lebih memilih menandatangani kontrak dengan AC Milan seharga 21 juta euro, sejak saat itu dia tidak pernah lagi berpikir untuk kembali.

4. Ceballos: Selalu dalam bayang-bayang



Zidane selalu memandang Dani Ceballos adalah pemain hasil dari pemilihan yang berlebih. Dalam keputusannya yang pertama Isco adalah pilihan utama sehingga dalam keputusannya yang ke kedua, dia menurunkan Ceballos ke bangku cadangan.

Sekarang, Ceballos memasuki musim keduanya dengan status pinjaman di Arsenal dan dia sangat yakin bahwa peluangnya sendiri untuk sukses di Real Madrid dengan Zidane sebagai manajer sangat minim.

5. Brahim Diaz: Zidane menyukainya, tapi dia tidak bernah berlaga



Zidane selalu mengatakan bahwa dia menyukai gelandang serang kelahiran Malaga tersebut, tetapi Zidane selalu bermasalah dengan alasan kekurangan waktu. Dia berbicara tentang skuad yang membengkak dan persaingan di posisinya.

Musim lalu, Brahim hanya memainkan 10 pertandingan dan pada ahirnya dia memutuskan untuk mencoba peruntungannya di AC Milan musim ini, di mana dia membuat kemajuan besar dan sekarang menjadi bagian penting dari skuad mereka.

6. Reguilon: Dia pergi dan Mendy tiba



Pada awal musim lalu, Sergio Reguilon diharapkan berada di bangku cadangan, tetapi pelatihnya meminta Ferland Mendy untuk mendampingi Marcelo, sehingga mantan pemain tim junior itu dipinjamkan ke Sevilla.

Pada awal musim ini, ia memiliki opsi untuk kembali, tetapi Real Madrid memberikan sanksi transfer permanennya ke Tottenham seharga 30 juta euro, meskipun kesepakatan itu memiliki opsi pembelian kembali.

7. Llorente: Kehancuran di Atletico Madrid



Setelah kembali dari kesepakatan peminjaman ke Alaves pada musim panas 2017, Marcos Llorente hanya memainkan 20 pertandingan di bawah Zidane pada musim itu.

Setelah mendapat kepercayaan dari Santiago Solari, bahwa dengan kembalinya Zidane, ia justru melihat peluangnya semakin terbatas dan dia disarankan untuk mencari klub lain.

Pada awal musim 2019/20, dia pindah ke Atletico Madrid, di mana dia bermain dengan performa yang lebih baik dari sebelumnya dan memiliki pengaruh yang luar biasa.

8. Jovic: Zidane menginginkannya, Akan tetapi…



Kasus Luka Jovic adalah kasus yang aneh. Striker, yang secara khusus diminta Zidane, menghabiskan 60 juta euro untuk Real Madrid, tetapi ia justru dinilai gagal beradaptasi dan torehan waktu permainannya yang sangat minim.

Zidane menggunakannya di Supercopa de Espana musim lalu di Arab Saudi setelah Benzema cedera dan setelah itu intensitasnya berlaga semakin meredup, sebelum dia kembali ke Eintracht Frankfurt dengan status pinjaman Januari ini.