Dia tidak menganggap dirinya bintang. Setelah makan-makan dia main game bareng mereka.
Tak ada arogansi pada diri seorang N'Golo Kanté, senyumannya menunjukkan ketulusan murni dan dia tampak benar-benar salah satu pesepakbola terbaik dan paling rendah hati. Ada banyak cerita keramahan dan kesederhanaan hidup Kanté.

Dan seramah-ramahnya pesepakbola, rasa-rasanya tak ada yang menandingi
Kanté, misalnya dapatkah Anda membayangkan bertemu langsung dengan pemain Chelsea ini atau lebih dari itu, Anda mengundangnya untuk makan malam dan dia datang?

Nah, itulah yang dilakukan oleh seorang penggemar dan tentu saja, Kanté menerima tawaran baik itu. Bagaimana itu bisa terjadi? Ceritanya begini, Kanté kehabisan tiket untuk pulang dengan kereta, dia memutuskan untuk mencari masjid setempat, melaksanakan sholat isya dan tentu saja, siapa yang tak kenal
Kanté, ha?

Usai itu salah seorang jamaah menghampirinya, dan menawari Kanté untuk berkunjung kerumahnya.

Pengguna akun Twitter @AbzzyRahman membagikan video pendek pemenang Piala Dunia itu yang terlihat sedang makan malam di rumah penggemar, karena salah satu adik temannya bertemu dengan
Kanté di masjid.

"Ketika adik laki-laki teman Anda bertemu Kanté di masjid untuk sholat Isya dan mengundangnya makan malam," cuitnya.

"Betapa rendah hati Kanté itu."



Tak sampai disitu, sebuah video juga menunjukan Kanté yang bermain games FIFA dan tampak asik mengobrol bersama para penggemarnya. Sebuah cara yang baik untuk menghormati tamu.

Berkat gaya yang low profile lagi-lagi Kanté dihujani pujian di media sosial. Tetapi terlepas dari itu semua, apa-apa yang terlihat murni dari seorang Kanté tentu merupakan cerminan dari kepribadian seorang Muslim. Cerita di atas misalnya : bertemu di masjid, dan memuliakan tamu adalah beberapa adab yang patut diindahkan oleh seorang muslim.

Kabar Terbaru Ngolo Kanté

Kanté mulai dikenal luas semenjak bersama Leicester City pada tahun 2016, dimana dia memainkan peran penting dalam kemenangan gelar Liga Premier Leicester.

Satu musim di klub yang bermarkas di King Power stadium itu, Kanté kemudian pindah ke Chelsea, bersamaan dengan hijrahnya Antonio Conte ke klub London itu, dimana mereka pernah bekerjasama dan memenangkan Liga Premier, Liga Europa dan Piala FA.

Banyak yang percaya daya magis Kanté mulai luntur. Tetapi tahun 2020/2021 telah mengingatkan kita semua bahwa dia masih berada di level kelas dunia----ihat saja penampilannya yang luar biasa baru-baru ini saat Chelsea menumbangkan Atletico Madrid di Liga Champions.