Cek videonya. Memang benar selebrasinya di depan wasit terlalu berlebihan.
Liverpool akhirnya kembali ke jalur kemenangan setelah menelan tiga kekalahan dalam empat pertandingan terakhirnya dengan menundukkan Bournemouth 2-1 dalam laga pekan ke-29 Liga Inggris di Stadion Anfield, Sabtu.

Namun demikian, selebrasi gol oleh pelatih Liverpool Juergen Klopp menjadi sorotan. Selebrasi berlebihan di depan asisten wasit itu membuatnya terancam sanksi. Berikut selebrasinya:



Tim besutan Juergen Klopp sempat dibayang-bayangi kelanjutan tren negatif yang tengah mereka alami setelah tertinggal akibat gol Callum Wilson ketika pertandingan belum genap berjalan 10 menit.

Gol itu sempat membuat publik Anfield terdiam, sebelum gelora sorak sorai kembali membakar semangat para pemain Liverpool yang bangkit membalikkan keadaan melalui gol Mohamed Salah dan Sadio Mane.

Hasil itu praktis membuat Liverpool yang berada di puncak klasemen kini mengoleksi 82 poin atau memperlebar jarak keunggulan menjadi 25 poin atas Manchester City (57) yang baru main besok.

Sedangkan Bournemouth (27) tertahan di posisi tertinggi zona degradasi dengan ancaman bisa melorot lebih jauh jika Aston Villa (25) menang dua hari lagi, demikian catatan laman resmi Liga Inggris.

Bayang-bayang kekalahan mengejutkan kontra Watford pekan lalu dan ketersingkiran dari Piala FA oleh Chelsea beberapa hari berselang praktis menjadi beban utama bagi Liverpool memasuki pertandingan.

Beban itu kian bertambah ketika sebuah serangan balik diakhiri dengan sontekan jarak dekat Wilson untuk membuka keunggulan Bournemouth pada menit kesembilan.

Gol itu diawali dorongan yang dilakukan Wilson terhadap Joe Gomez dalam proses serangan, tetapi wasit Paul Tierney dan VAR kompak berpendapat itu bukan pelanggaran. Hal itu sempat memicu kemarahan Klopp dan asistennya Alex Inglethorpe di tepi lapangan tapi tak ada hukuman lanjutan dari wasit.

Liverpool bahkan hampir kebobolan lagi pada menit ke-15 saat Nathan Ake berhasil memperdaya Mane dan Virgil van Dijk untuk menanduk bola, beruntung kiper Adrian San Miguel bereaksi cepat untuk mementahkan bahaya ke mistar gawang.

Dua menit berselang Liverpool berusaha bangkit melalui umpan menawan kiriman Trent Alexander-Arnold yang berhasil ditemui Roberto Firmino, sayangnya kiper Aaron Ramsdale sigap mengamankan gawangnya.

Pada menit ke-25 Liverpool akhirnya berhasil menyamakan kedudukan memanfaatkan keteledoran Jack Simpson --yang baru masuk menggantikan Steve Cook- dan Mane mengirimkan umpan untuk diselesaikan dengan baik oleh Salah.

Lantas delapan menit kemudian kedudukan berbalik menjadi keunggulan bagi Liverpool ketika Van Dijk mengirimkan umpan jauh yang diterima Mane dan dalam situasi satu lawan satu Pemain Terbaik Afrika itu dengan dingin memperdaya Ramsdale demi membawa tuan rumah unggul 2-1.

Kedudukan 2-1 bertahan hingga turun minum, tetapi Liverpool kesulitan menambah keunggulan bahkan hampir kebobolan ketika Ryan Fraser menyontek bola yang sudah memperdaya Adrian, tetapi James Milner muncul sebagai penyelamat melakukan sapuan akrobatik pada menit ke-62.

Liverpool lantas membombardir pertahanan tamunya mencari gol pengaman kedudukan, sayang sundulan Van Dijk masih lemah, begitu juga tembakan Alex Oxlade-Chamberlain.

Mane hampir mencetak gol ketiga Liverpool pada menit ke-75 jika saja tembakan lengkung jarak jauhnya tak ditolak oleh mistar gawang.

Lini pertahanan Liverpool tampak kendor lagi pada menit injury time ketika Ake dibiarkan sendirian di dalam kotak penalti, beruntung keputusannya buruk dan jika pun bola bersarang besar kemungkinan akan dianulir oleh VAR.

Sebaliknya, Firmino hampir membunuh laga lebih awal ketika menerima umpan Salah sayang tembakannya melambung di atas mistar gawang.

Pun demikian skor 2-1 tetap terjaga, mengantarkan Liverpool membukukan 55 laga kandang tak terkalahkan dan memenangi 22 pertandingan terakhir beruntun, menorehkan rekor anyar.