Horor. Keputusan Didier Deschamps yang tidak mengganti Pavard dikritik habis-habisan.
Benjamin Pavard mengakui dirinya sempat kehilangan kesadaran dalam 10-15 detik. Hal itu terjadi setelah bek Prancis terlibat tabrakan dengan pemain Jerman Robin Gosens dalam kemenangan 1-0 timnya pada pertandingan pembukaan Euro 2020 pada hari Selasa.

Bek Bayern Munich langsung mendapat perawatan selama beberapa menit di Munich Arena setelah insiden yang terjadi di babak kedua. Usai diizinkan bermain kembali, Pavard tetap berada di lapangan sepanjang pertandingan saat tim asuhan Didier Deschamps mempertahankan keunggulannya.

“Saya sangat terkejut. Saya merasa hilang sadar selama 10 hingga 15 detik. Setelah itu, namun setelah itu saya merasa lebih baik,” katanya kepada penyiar BeIN Sports.



Keputusan Didier Deschamps yang tidak mengganti Pavard dikritik habis-habisan di media sosial. Banyak yang menyerukan agar dia segera diganti karena khawatir gegar otak.

Sebelum hajatan Euro resmi dimulai akhir pekan lalu, para kontestan Euro 2020 menandatangani “piagam gegar otak” yang mengikat mereka untuk mengambil serangkaian tindakan demi meningkatkan standar perawatan para pemain termasuk pengujian neurologis dan akses bagi tim dokter untuk melihat tayangan ulang jika dibutuhkan.

Namun pernyataan dari FifPro, serikat pemain sepakbola dunia, menyerukan dalam pengenalan "protokol gegar otak" dengan mengizinkan kembali pemain tersebut bertanding minimal enam hari secara bertahap serta meminta adanya percontohan penggantian sementara untuk pemain yang mengalami gegar otak.

Sejauh ini hanya lima liga domestik yaitu Inggris, Belanda, Portugal, Jepang, dan Amerika Serikat yang telah menguji coba sistem penggantian sementara pemain yang gegar otak. Sedangkan UEFA memilih untuk tidak menerapkan uji coba ini di Euro. Namun, sistem pemain pengganti gegar otak akan diterapkan pada fase akhir kejuaraan U-21 di Hungaria dan Slovenia tahun ini.