Diantaranya pernah menolak tawaran Real Madrid...
Menyusul kepergian Lionel Messi ke Paris Saint-Germain (PSG) bulan lalu, ada banyak spekulasi tentang nomor punggung 10 miliknya, dan salah satu yang paling populer tentu saja gagasan untuk mempensiunkan nomor itu, apalagi  kalau bukan dengan dalih menghormati semua yang telah diberikan pemenang Ballon d'Or enam kali itu kepada klub.

Namun, pada akhirnya, itu bukan keputusan yang dipilih Blaugrana. Sebaliknya, mereka telah memutuskan untuk melanjutkan warisan jersey, yang dulu juga dikenakan superstar Brasil, Ronaldinho.

Nomor punggung 10 itu akhirnya resmi menjadi milik wonderkid berusia 18 tahun, yang juga produk akademi La Masia, ya, ialah Ansu Fati.  

Jadi kami pikir penting untuk membahas lebih jauh tentang Ansu Fati. Dan inilah 10 hal yang mungkin belum Anda ketahui tentang pemilik baru jersey nomor 10 Barcelona itu :

10. Lahir di Guinea-Bissau

Meskipun Fati sekarang berkiprah  di salah satu kota paling terkenal di Eropa, tetapi Fati sebenarnya lahir ribuan mil jauhnya dari Barcelona - di negara kecil Guinea-Bissau di Afrika pada tanggal 31 Oktober 2002.

Namun, ia pindah ke Spanyol bersama keluarganya pada usia enam tahun, lalu menetap di kota Herrera di Seville. Meskipun ayah dan saudara laki-lakinya sama-sama bermain sepak bola di negara kelahirannya, di Herrera kecintaan Fati terhadap sepak bola mulai berkembang.

9. Sempat Bermain Tanpa Sepatu

Tidak butuh waktu lama bagi penduduk lokal di Herrera untuk menyadari bahwa Fati adalah bakat khusus, tetapi yang unik, dalam laga pertamanya untuk Herrera Fati bermain tanpa menggunakan sepatu alias nyeker.

"Itu spektakuler, kami kagum, kami tidak tahu dari mana asalnya, tetapi jelas bahwa dia tahu cara bermain: tidak ada yang mengambil bola darinya," kenang koordinator klub, Joaquin Sanchez tentang Fati muda.

8. Pernah Menolak Real Madrid

Kemampuan luar biasa Fati segera menjadi pembicaraan di komunitas sepak bola lokal - dan tidak lama kemudian raksasa La Liga Real Madrid dan Barcelona memperebutkan tanda tangannya.

Menurut ayahnya , Los Blancos ingin mengontrak Fati tetapi anak muda itu sendiri hanya memiliki keinginan untuk bergabung dengan Barcelona sebagai bagian dari akademi La Masia yang terkenal. 

Fati adalah anggota akademi Sevilla pada saat itu - dan harus absen setahun penuh sampai ia secara hukum dapat menandatangani kontrak dengan Barca. 

7. Cedera Parah Pada 2015

Kehebatan Fati  membuatnya menjadi target bagi para bek lawan, dan yang dipikirkan oleh para bek itu hanyalah  melakukan pelanggaran di setiap kesempatan.

Dalam pertandingan melawan tim junior Espanyol pada bulan Desember 2015, Fati dibuat patah tulang tibia dan fibula di kaki kanannya. Padahal waktu itu, ia baru saja menandatangani kontrak dengan Barca, tetapi akan absen selama 10 bulan.

6.  Barcelona Izin Untuk Debut Fati 

Ketika tiba saatnya bagi Fati yang berusia 16 tahun untuk melakukan debut penuhnya untuk Barcelona melawan Real Betis pada Agustus 2019, peraturan La Liga berarti bahwa klub harus meminta izin kepada orang tuanya untuk bisa memainkan Fati, karena itu  pertandingan malam hari.

Tentu saja, orang tua Fati dengan senang hati memberikan izin dan dengan bangga menyaksikan putra mereka membantu Barca meraih kemenangan 5-2.

5. Pemain Termuda yang Cetak Gol dan Assist dalam Satu Pertandingan

Tak lama setelah Fati membuat debutnya untuk Barcelona, rekor-rekor yang lain mulai menyusul.

Fati menjadi pemain termuda dalam sejarah La Liga yang mencetak gol dan assist dalam satu pertandingan. Dan itu dilakukannya saat melawan Valencia hanya dalam waktu tujuh menit.

4. Pencetak Gol Termuda di Liga Champions

Tidak puas dengan memecahkan rekor La Liga, Fati juga mencatatkan sepotong sejarah Eropa dalam beberapa bulan setelah dipanggil ke tim utama Barca.



Ia mencetak gol penentu kemenangan bagi Barca dalam kunjungan mereka ke Inter pada Desember 2019 di usia 17 tahun 40 hari , menjadikannya pemain termuda yang pernah mencetak gol di kompetisi tersebut.

3. Pencetak Gol Termuda di timnas Spanyol

Fati memecahkan rekor berusia 95 tahun ketika ia mencetak gol untuk timnas Spanyol saat melawan Ukraina di ajang Nations League, dan itu terjadi sesaat sebelum ulang tahunnya yang ke-18. 



2. Mengidolakan Jesus Navas 

Setelah menghabiskan bertahun-tahun di akademi Barcelona, ​​Anda mungkin berpikir bahwa idola Fati adalah Messi, Xavi atau Ronaldinho. Namun, pemain yang ia kagumi lebih dari siapa pun ternyata adalah Jesus Navas - ikon klub kota kelahirannya Sevilla. 



Fati bahkan mengenakan sepatu berwarna ungu pada tahap awal kariernya sebagai penghormatan kepada Navas.

1. Pencetak Gol Termuda Dalam Sejarah El Clasico

Pada Oktober 2020, Ansu Fati melakukan hal yang akan selalu diingat oleh klub Catalunya. Ia mencetak gol saat melawan Real Madrid dan itu artinya Fati menjadi pencetak gol termuda dalam pertandingan yang bertajuk El Classico  - rekor lain yang ia raih saat berusia di bawah 18 tahun.