Rumornya jadi target Glasgow Celtic dan Manchester City. Siapa dia?
Beda dengan bola basket, postur tubuh di sepakbola bukan jaminan kehebatan seorang atlet. Di olahraga ini, postur yang tinggi hanyalah bonus dan anugerah Tuhan yang harus dimanfaatkan dengan baik.  

Pesepakbola di kawasan Eropa pada umumnya memang memiliki postur tubuh yang lebih tinggi daripada pesepakbola yang berasal dari benua lain. Lihat saja Petr Crouch dari Inggris yang tingginya 201 cm atau yang masih aktif bermain seperti Zlatan Ibrahimovic dari Swedia yang tingginya mencapai 197 cm. 

Tapi, mereka bukan satu-satunya pesepakbola yang memiliki postur tinggi menjulang. Meski tidak setenar dan sehebat keduanya, Kyle Hudlin dari Solihull Moors memiliki tinggi badan 205 cm. Pemain dari klub National League atau kasta kelima Inggris itu dinobatkan sebagai pesepakbola tertinggi di Britania Raya.

Pemuda asal Inggris itu sekarang baru berusia 20 tahun. Artinya, pertumbuhan badannya masih terjadi. Badannya masih bisa lebih tinggi lagi, setinggi cita-cita Hudlin di sepakbola.

"Saya menikmati bermain untuk Solihull sekarang. Tapi, itu tidak berarti menghambat impian saya untuk berkarier di Liga Premier. Saya juga ingin bermain di Liga Champions," ujar pemuda yang berposisi sebagai penyerang tengah itu, dilansir The Sun.

Hudlin tidak mematok klub mana yang menjadi tujuan. Dirinya menganggap semua tim papan atas Liga Premier adalah target yang ingin diwujudkan dala 1-2 tahun ke depan. "Saya tidak ingin berlari sebelum saya bisa berjalan dan saya mengerti seberapa tinggi lompatan ke level itu. Tapi, saya ingin membuat lompatan itu," kata Hudlin berfilosofi.

"Jika semuanya berjalan dengan baik, saya akan segera bermain di EFL (kompetisi di bawah Liga Premier). Bahkan, mungkin dengan Solihull pada musim depan, yang artinya kami harus promosi (ke League Two)," tambah Hudlin.



Sebelum memperkuat Solihull, Hudlin lebih dulu bermain untuk Boldmere Falcons dan mencetak 25 gol dalam 22 pertandingan. Hanya dalam dua laga bersama klub barunya, Hudlin langsung mencetak hattrick. Hal tersebut menegaskan bahwa Hudlin memiliki potensi yang besar.

Dengan postur yang tinggi, Hudlin mengawali karier bukan di lini depan. Saat masih berumur 16 tahun, Hudlin sempat ditempatkan sebagai pemain belakang. "Pelatih mengira saya hanya memiliki satu hal untuk permainan saya. Saya dimainkan sebagai bek tengah hanya karena saya tinggi dan besar," ucap Hudlin.

Pada usia 17 tahun, Hudlin baru beralih menjadi striker setelah timnya kekurangan pemain depan akibat cedera dan skorsing. Dan, dalam waktu sekejap, Hudlin membuktikan bahwa dirinya lebih pantas ditempatkan di depan.

Sebagai striker, Hudlin mengaku mengidolakan beberapa pemain bertubuh jangkung lainnya seperti Crouch, Olivier Giroud, atau Tammy Abraham. "Orang-orang sudah menunggu saya saat saya turun dari bus. Dan, kami sudah menang secara mental saat itu," katanya Hudlin.

"Saya memiliki keyakinan mental ketika saya berada di lapangan. Bahwa saya akan menjadi lebih baik dan lebih besar dari mereka. Saya tidak akan pernah melupakan alasan mengapa saya memulai bermain sepakbola," ungkap penyerang yang dirumorkan menjadi target Glasgow Celtic dan Manchester City itu.