Apakah cuma mimpi di siang bolong?
Nama Jose Mourinho sebagai jajaran pelatih top memang tak perlu diragukan lagi, hampir setiap klub yang ia latih pasti merasakan bagaimana kebanggaan mengangkat trofi, entah itu di level domestik atau Eropa. Mulai dari Porto, Inter Milan, Chelsea, Real Madrid, semuanya sudah membuktikan kalimat di atas.

Tetapi Mourinho bukan tanpa cela, ada kalanya ia gagal, seperti misalnya dalam beberapa tahun terakhir saat melatih Manchester United, meski mempersembahkan 3 trofi, dan Tottenham Hotspur yang nir trofi.



Berbekal pengalaman terkahir, Mourinho ditunjuk sebagai pelatih AS Roma. Dan pria asal Portugal itu entah sesumbar atau masih dalam kepercayaan diri yang wajar, 
menegaskan bahwa ia akan mempersembahkan trofi untuk klub yang berjuluk Serigala Ibukota itu.

Roma memang belum pernah memenangkan trofi sejak Coppa Italia pada 2007-08, dan itu sesuatu yang sangat disadari oleh Mourinho.

“Saya akan memberikan gelar kepada Roma, karena klub harus hidup dengan gelar dan itu memicu semangat para penggemar."

Lebih dari itu Mourinho mengungkapkan bahwa ia akan berusaha mencintai kota juga klub itu.

"Saya segera menyadari cinta untuk Roma dan itu melampaui piala sebab cinta itu adalah gairah abadi yang mengalir dalam darah dan rasa kekeluargaan."

“Namun, kemenangan adalah apa yang hilang dan kami sedang membangun sebuah proyek untuk sampai ke sana. Jika saya bisa melakukan itu, maka akan menjadi hal yang sempurna, jika tidak, akan luar biasa mengetahui bahwa saya berkontribusi pada pembangunan masa depan klub  yang merupakan impian semua penggemar." tambahnya.

Mourinho juga bersyukur karena AS Roma yang kini ia latih punya motivasi untuk bangkit. Mourinho yang satu waktu pernah membawa Inter Milan sukses mengaku tak begitu terkejut dengan hal itu.

“Saya tidak terkejut dengan semangat tim, karena saya tinggal dan bekerja di Italia selama dua tahun, saya bermain melawan Roma berkali-kali, jadi atmosfernya tidak bisa disangkal.” imbuhnya.

Juru taktik yang dijuluki The Special One itu juga berbicara tentang banyak hal ke majalah Esquire edisi Italia.Diantaranya  ditanya bagaimana perkembangannya selama 10 tahun terakhir, sejak memenangkan Treble bersama Inter.

"Dalam segala hal. Jika seorang pelatih tidak berkembang, itu karena dia telah kehilangan semangat atau mentalitas untuk terus belajar setiap hari. Usia atau kebugaran fisik tidak relevan dalam profesi ini, Anda hanya dapat meningkatkan dengan pengalaman."

“Saya akan punya waktu untuk melihat trofi saya ketika saya pensiun, tetapi sekarang saya hanya ingin memikirkan pertandingan berikutnya. Saya merasa lebih seperti seorang pelatih sekarang daripada yang saya lakukan 10 atau bahkan 20 tahun yang lalu.” tutupnya.

Dan dengan semua pengalaman Jose Mourinho dan skuad yang AS Roma miliki bukan satu hal mustahil untuk memenangkan satu dua trofi. Kita tunggu saja.