Nomor 1 kini mentok di Tottenham Hotspur.
Sepakbola sekarang menjadi bisnis yang menjanjikan. Banyak investor yang rela mengeluarkan uang untuk mendatangkan pemain dengan harga yang mahal.

Bahkan, beberapa klub elite tak jarang membeli pemain muda yang belum diketahui kualitasnya. Harapan hanya satu. Jika pemain itu menjadi hebat, maka akan mendatangkan cuan saat dijual ke klub lain.

Sering kita lihat sebuah klub membeli pemain, lalu langsung meminjamkannya ke klub lain. Bahkan, tak hanya dipinjamkan, beberapa pemain justru langsung dijual lagi. Ini adalah fenomena yang aneh dan tidak biasa dalam sepakbola, jual-beli pemain dalam satu jendela transfer. Ini hampir setara dengan pengganti yang diganti.

Kami telah merangkum beberapa kasus transfer unik ini, pemain yang dibeli dan dijual lagi di satu jendela transfer yang sama.


#1 Emerson Royal

Real Betis → Barcelona → Tottenham

Untuk sebagian besar musim, Sergino Dest direkrut sebagai bek kiri karena Jordi Alba mengalami cedera. Untungnya, Ronald Koeman mendatangkan bek kanan ahli sekelas Emerson Royal pada musim panas. Ini adalah era Barcelona 2021, bukan 2011. Beberapa keputusan klub dinilai kacau.

Sergi Roberto dan Oscar Mingueza telah berbagi tanggung jawab ganda di era kepelatihan Koeman. Karena itu, seseorang berpikir itu akan menjadi ide yang baik saat menjual Emerson ke Tottenham.

Atletico Mineiro dalam salah satu operasi keuangan bersama yang cukup umum di luar Liga Premier dengan Betis. Pemain Brasil itu bersinar di Andalusia. Barcelona menggunakan opsi untuk membawanya ke Camp Nou musim panas ini.

Dia bertahan hanya selama dua bulan sebelum Spurs membawanya ke London. Sebuah langkah yang membingungkan, dan diperburuk oleh keadaan mereka saat ini.



#2 Martin Demichelis

Malaga → Atletico Madrid → Manchester City

Martin Demichelis memiliki curriculum vitae yang cukup baik sebagai pesepakbola profesional. Bersama klub-klub seperti Bayern Muenchen dan Manchester City yang membuka jalur karier yang mengesankan, tetapi yang menjadikan dirinya kurang dikenal adalah saat bermain di Atletico Madrid. Pemain Argentina itu tidak tampil satu kalipun.

Bek tengah yang keras kepala itu adalah salah satu pemain yang pindah dua kali dalam satu jendela transfer. Setelah menandatangani kontrak dengan Atletico dari Malaga dengan status bebas transfer pada 2013, terlebih setelah Diego Simeone meyakinkannya untuk tidak bergabung dengan River Plate.
Demichelis kemudian pindah ke Manchester City untuk bersatu kembali dengan mantan pelatih Manuel Pellegrini dua bulan kemudian.

Berkaca setelah pensiun, Demichelis mengatakan ambisinya untuk menguji peruntungan di klub baru dan masuk skuad Piala Dunia 2014 yang akhirnya memacunya untuk pindah ke Man City. “Saya tidak melewatkan satu sesi latihan pun dan Cholo sangat senang dengan saya,” kata Demichelis pada 2018.

“Saya mulai sebagai cadangan untuk Diego Godin dan Miranda. Jika saya pergi ke Liga Premier, saya akan memiliki lebih banyak peluang untuk memulai dan pergi ke Piala Dunia."

“Pada akhirnya saya memenangkan Liga Premier. Saya memulai dan saya pergi ke Piala Dunia.”

#3 Marc Cucurella

Barcelona → Eibar → Barcelona → Getafe

Cucurella adalah lulusan La Masia. Pemain full-back ini menikmati tugas pinjaman yang sangat nyaman bersama Eibar pada musim 2018/2019 dan mendorong klub untuk membuat kontraknya permanen.

Namun, dua minggu kemudian, Barcelona memutuskan mereka menginginkan Cucurella lagi dan menambahkan klausul untuk mengontraknya kembali.

Barcelona berbalik arah untuk kedua kalinya dan meminjamkannya ke Getafe. Getafe melakukan hal itu di pertengahan musim, lalu menjualnya ke Brighton.

#4 Bebe

Estrela da Amadora → Vitoria de Guimaraes → Manchester United

Mungkin Manchester United merasa putus asa untuk menemukan 'The Next Ronaldo' setelah superstar Portugal itu pindah ke Real Madrid. Sir Alex Ferguson mengindahkan saran asisten Carlos Queiroz, yang merekomendasikan membeli Bebe pada 2010. Dia meyakini Bebe memiliki potensi kelas dunia.

Pemain sayap lincah itu baru saja menyelesaikan satu musim di kasta ketiga Portugal, yang mendorong klub Primeira Liga Vitoria de Guimaraes mengamankan jasanya. Namun, Man United tidak ingin menunggu harganya meroket. Mereka kemudian langsung merekrutnya.

Tanpa memainkan satu pertandingan pun untuk Vitoria, Bebe membuat langkah yang mengejutkan ke Old Trafford. Fergie baru bertemu dengannya sehari sebelum transfer dan didorong untuk pindah karena kabar Real Madrid dan Benfica yang juga mengawasi bakatnya.

#5 Benik Afobe

Bournemouth → Wolverhampton → Stoke City

Ada saat ketika Benik Afobe diperkirakan akan masuk ke tim utama Arsenal dan dianggap sebagai hal besar berikutnya. Namun, pemain internasional Kongo itu tidak berhasil di London, dan dia menikmati beberapa tugas yang sangat produktif di awal bergabung dengan Arsenal.

Afobe pindah ke Wolves dengan status pinjaman dari Bournemouth pada 2017/2018. Setelah tampil mengesankan di paruh kedua musim, West Midlands memulai persiapan Liga Premier mereka dengan menjadikan kepindahan penyerang yang produktif itu menjadi permanen.

Namun, tiba-tiba Stoke City mengajukan tawaran untuk penyerang yang baru saja ditandatangani. Wolves mendapat untung 2 juta pounds dari pemain itu dan menghabiskan musim panas dengan merekrut orang-orang seperti Raul Jimenez, Adama Traore, dan Diogo Jota sebagai gantinya.

#6 Dietmar Haman

Liverpool → Bolton Wanderers → Manchester City

Setelah tugasnya di Merseyside bersama Liverpool, Dietmar Hamann bergabung dengan Bolton Wanderers dalam sebuah langkah yang dia sebut sebagai yang terbaik dalam kariernya. Seperti yang terjadi, langkah itu ternyata tidak bekerja di bawah Sam 'Big Sam' Allardyce.

Sebaliknya dia pindah ke Manchester City setelah The Trotters menyetujui kepergiannya. Tentu saja, Allardyce tidak senang dengan perubahan hati pemain Jerman itu. Dia mengatakan pada saat itu. “Hamann tidak menceritakan kisah lengkapnya ketika dia mencoba keluar dari kesepakatan yang dia miliki dengan kami."

“Saya satu-satunya manajer yang mendapatkan 400.000 pounds (Rp 6,5 miliar) untuk pemain yang tidak pernah menendang bola untuk klub.”