Padahal sudah unggul 2-0...
Hasil yang tak disangka-sangka harus didapatkan oleh Atalanta, setelah unggul 2-0 dari tim tuan rumah Manchester United, tim asuhan Gian Piero Gasperini malah kena comeback alias kalah 2-3 di akhir laga yang digelar pada Kamis, (21/10/2021 dini hari WIB.

Dan Gasperini percaya permainan yang semula dikuasai oleh Atalanta sepenuhnya berubah ketika perfroma David De Gea mulai membaik dan menggagalkan beberapa peluang emas dari Atalanta.



La Dea memimpin dengan cepat di babak pertama lewat gol dari Mario Pasalic dan Merih Demiral, sementara Manchester United membalikkan keadaan melalui Marcus Rashford, Harry Maguire dan sundulan Cristiano Ronaldo.

Atas hasil tersebut, Gasperini lantas berkata, “Awalnya saya tidak tahu apakah kami tidak bisa berbuat lebih banyak. Tentu saja, kami percaya kami bisa, tetapi dalam lingkungan seperti ini hanya butuh sedikit 'percikan' untuk membuat mereka bersemangat lagi,” kata Gasperini kepada Sky Sport Italia.

Seperti yang dikatakan di awal, pelatih berusia 63 tahun itu secara tak langsung memuji penyelamatan ganda David De Gea atas Duvan Zapata dan Ruslan Malinovskyi, Gasperini menganggap itu sebagai momen kunci pertandingan.

“Kami memiliki sensasi yang kami tahan, kami nyaris unggul 3-1 dan kiper mereka melakukan penyelamatan ganda yang luar biasa, kemudian skor 2-2 akhirnya terjadi.

"Tak pelak lagi, kami mungkin hanya akan memainkan strategi bertahan lebih lama, tetapi kami kebobolan tiga gol dalam situasi yang cukup kacau." tambahnya.

Sementara ini, performa masing-masing klub di group relatif merata dan seimbang, dengan Manchester United mengumpulkan enam poin, Atalanta dan Villarreal mengumpulkan empat point dan Young Boys tiga point. Peluang masih sangat terbuka untuk semua.

Menurut Gasperini, Manchester United sebenarnya cukup diuntungkan karena bermain di kandang.

“Kami terus belajar! Ini adalah pertandingan tingkat atas. Comeback Manchester United dan kemenangan di menit-menit akhir adalah tipikal gaya mereka jika di Old Trafford, saya sudah lupa berapa kali mereka melakukannya di rumah sendiri, jadi itu adalah karakteristik mereka."

“Kami bermain dengan karakter, ada saat-saat ketika kami tertekan, tetapi kami tetap mencoba menyerang setiap kali kami memiliki kesempatan. Tapi kami tidak cukup efektif dalam penyelesaian akhir kami."

“Leg kedua akan sulit, karena mereka sangat berbahaya ketika ruang terbuka, tetapi kami malam ini telah menunjukkan seberapa berkualitas dan kami memang pantas, berada di level ini." pungkasnya.