Untuk dekade 2010-an, terdapat dua pemain yang layak bersanding. Siapa mereka?
Penggemar sepakbola di seluruh dunia layak berdebat tentang siapa pemain terhebat sepanjang masa. Sampai dunia kiamat, bisa dipastikan tidak akan muncul kesepakatan. Bahkan, orang-orang dari generasi yang sama tidak akan pernah setuju siapa pemain terhebat di zaman mereka.

Kita telah melihat begitu banyak pemain yang sangat berbakat sehingga menyebut satu sebagai yang terbaik yang pernah ada itu sangat sulit. Tapi, pembahasan ini perlu dilakukan. Sangat penting untuk mengenali juara sejati permainan.

Meski hampir tidak mungkin untuk memilih pesepakbola terhebat sepanjang masa, kita bisa melihat siapa pemain terhebat di setiap era. Itu bisa dilihat dari statistik yang dihasilkan, baik di kategori indiviual maupun tim. Mereka adalah orang-orang yang meramaikan pembicaraan suporter selama ini.

Nah, berikut ini daftar pesepakbola terbaik di setiap generasi dalam lima dekade terakhir di setiap dekade:


1. Dekade 1970-an (Johan Cruyff)

Johan Cruyff adalah seorang revolusioner di sepakbola. Itu karena dekade 1970-an adalah era "rock n roll" di sepakbola. Sepertinya, semua orang punya suara. Ada semua jenis pesepakbola kelas dunia dan Cruyff masih tetap menonjol dari semuanya.

Franz Beckenbauer, Falco, Rivellino, Teofilo Cubillas, Ruud Krol, hingga Hugo Sanchez adalah talenta luar biasa. Tapi, Cruyff berada di level yang berbeda berkat kejeniusannya dibentuk di Ajax. Dia memenangkan enam gelar Eredivisie dan tiga Liga Champions berturut-turut bersama Ajax sebelum pergi ke Barcelona.

Cruyff juga memenangkan Ballon d'Or 1971, 1973, dan 1974. Dia adalah roda penggerak vital di era total football Belanda. Dia adalah pemain yang menonjol di tim yang melaju ke final Piala Dunia 1974.




2. Dekade 1980-an (Diego Maradona)

Sangat mudah untuk mengatakan bahwa Diego Maradona adalah pemain terhebat pada 1980-an. Dia dipuji sebagai salah satu pesepakbola terhebat selama waktunya bersama Argentinos Juniors di akhir 1970-an. Dia kemudian pindah ke Boca Juniors dan Barcelona. Tapi, di Napoli barulah Maradona menemukan rumahnya.

Dia memenangkan Piala UEFA dan Serie A bersama I Partenopei. Dan, prestasi puncak Maradona adalah saat membawa Argentina meraih gelar Piala Dunia 1986. Dia mencetak "Goal of the Century" di semifinal melawan Inggris plus "Gol Tangan Tuhan" yang legendaris.

Ingat, ini adalah era yang menampilkan pemain seperti Lothar Matthaeus, Michel Platini, Karl-Heinze Rummenigge, Zbigniew Boniek, Socrates, Kenny Dalglish, Zico, hingga Franco Baresi. Tapi, Maradona menjadi bintang yang berbeda dari yang lain.


3. Dekade 1990-an (Zinedine Zidane)

Zinedine Zidane mekar di akhir 1990-an. Tapi, kenaikannya ke puncak begitu cepat dan penuh dengan momen-momen blockbuster sehingga sulit untuk mengabaikannya. Seorang gelandang serang yang kreatif, Zizou bermain untuk Bordeaux, Cannes, dan Juventus sebelum bergabung dengan Real Madrid pada 2001.

Zidane dinobatkan sebagai pemain sepakbola Eropa terbaik selama 50 tahun terakhir oleh UEFA Golden Jubilee Poll pada 2004. Pada 1998, Zidane memenangkan Piala Dunia bersama Prancis. Dia dinobatkan sebagai man of the match di final melawan Brasil karena mengantongi dua gol indah.

Zidane memenangkan Ballon d'Or tahun itu dan membantu Prancis memenangkan Euro 2000. Dia tampaknya mampu melakukan hal yang hampir tak terbayangkan. Dia melewati bek dengan mudah dan selalu menemukan ruang di lapangan. Dia juga selalu tahu bagaimana menemukan cara untuk keluar dari masalah.




4. Dekade 2000-an (Ronaldinho)

Tidak ada pemain yang bisa mendapatkan kesenangan saat bermain seperti yang dimiliki Ronaldinho. Pemain legendaris Brasil ini selalu bermain dengan senyum di wajahnya.

Ronaldinho sangat menghibur untuk ditonton. Tipuannya, stepovers, elasticos, roulette, dan bakat samba yang dimiliki membuatnya disayangi para penggemar. Barcelona mengalami masa sulit di awal milenium. Tapi, kedatangan Ronaldinho pada 2003 membantu mereka mengantarkan era baru dan pemain Brasil itu adalah pemain terpenting selama waktu itu.

Ronaldinho sangat dominan. Dia memainkan peran kunci dalam kemenangan Brasil di Piala Dunia 2002. Dia juga memenangkan dua gelar La Liga dan satu Liga Champions bersama Barcelona. Ronaldinho memenangkan Penghargaan Pemain Terbaik FIFA 2004 dan 2005. Dia juga memenangkan Ballon d'Or 2005.


5. Dekade 2010-an (Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo)

Tidak ada dua pemain yang mendominasi sepakbola selama Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Keduanya terus menjadi dua yang terbaik pada dekade 2010-an. Jadi, tidak adil untuk mengabaikan salah satunya.

Messi telah memenangkan rekor enam penghargaan Ballon d'Or, sementara Ronaldo berada di belakang dengan lima penghargaan. Messi memenangkan treble kontinental bersama Barcelona di musim 2014/2015. Sementara Ronaldo memenangkan tiga gelar Liga Champions berturut-turut bersama Real Madrid.

Kontrol bola, dribbling, visi, kecerdasan, kemampuan teknis, dan kecepatan ledakan Messi di masa mudanya membuatnya mustahil untuk bertahan. Apa yang dimiliki Ronaldo juga sangat mirip. Dia juga memiliki kecepatan yang luar biasa, sekantong trik dan kecakapan menembak yang luar biasa.

Mencatat pencapaian kedua pemain akan memakan waktu seharian. Mereka telah mengoleksi banyak rekor individu dan tim selama lebih dari satu dekade. Hanya pada dekade 2010-an terdapat dua pemain yang mengamuk untuk memecahkan begitu banyak rekor.

Ronaldo adalah pencetak gol internasional pria terbanyak dengan 115 gol. Sementara pada 2011, Messi mencetak 91 gol untuk klub dan negara. Itu merupakan yang terbanyak dari setiap pemain dalam satu tahun kalender dalam sejarah permainan ini.