Mengingatkan kita pada Christian Eriksen yang beruntungnya tertolong..
Kita tidak mungkin melupakan begitu saja ketika Christian Eriksen terkapar di tengah-tengah laga saat timnas Denmark melawan Finlandia di babak penyisihan grup Euro 2020.

Eriksen menderita masalah jantung dan untungnya nyawanya masih bisa diselamatkan meski kini ia tak bisa lagi menikmati karier sebagai pesepakbola profesional.

Tetapi setidaknya nasib Eriksen tidak seburuk Marcos Menaldo,  pesepakbola Guatemala yang meninggal secara tragis karena menderita serangan jantung dalam sesi latihan dengan klub nya, Deportivo Marquense, pada Senin (3/1) yang lalu.

Marcos sendiri merupakan pemain berbakat yang sayangnya kariernya harus terhenti sepenuhnya di klub Primera Division de Ascenso alias Divisi 2 Liga Guatemala.

Menurut sebuah laporan dari ESPN, kejadian itu berlangsung saat persiapan musim baru, dimana tiba-tiba saja Menaldo mengalami kesulitan bernapas.

Pemain yang berposisi sebagai bek itu segera mendapat perawatan CPR di Stadion Marquesa de la Ensenada. Namun sayangnya, nyawanya tak tertolong ketika ia harus dipindahkan ke Rumah Sakit de Especialidades.

Menanggapi hal itu, Hernan Maldonado selaku Presiden klub Deportivo Marquense mengaku terkejut atas wafatnya Marcos 
Menaldo.

Menurutnya, bek 25 tahun itu adalah pemain yang berbakat dan mempunyai kepribadian yang baik.



"Anak muda, dinamis, periang, dan ini harus terjadi padanya. Ini cukup mengejutkan karena Anda kehilangan bukan hanya seorang pemain, Anda juga kehilangan seorang teman," kata Maldonado kepada ESPN.

"Tuhan memiliki rencana dan tujuannya, tetapi sayangnya kita memiliki kematian. Sekitar pukul 11:00 mereka menelepon saya untuk memberi tahu saya bahwa Marcos pingsan saat latihan."

"Mereka memindahkannya ke pusat bantuan di mana mereka melakukan segala kemungkinan. Tapi sayang, kematiannya telah dikonfirmasi," ungkap Maldonado dengan sedih.

Dan yang lebih menyedihkannya lagi, Marcos Menaldo  baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-25 pada Desember lalu, dimana pada saat yang sama Deportivo memenangi divisi kedua. Dan Menaldo  adalah pemain penting dalam keberhasilan klub dalam meraih gelar.

Kematian Marcos bukan yang pertama dalam beberapa pekan terakhir. Pada 23 Desember lalu, pesepakbola asal Kroasia, Marin Cacic, juga meninggal usai kolaps saat latihan bersama klubnya NK Nehaj Sinj. 

Kabar duka silih bergantian datang. Sepakbola memang bukan sepenuhnya tentang kegembiraan melainkan juga sedih yang tak terduga.