Angka-angka di lapangan menunjukkan Messi sekarang bukan Messi yang dulu.
Musim panas 2021, hal yang tidak terpikirkan terjadi. Lionel Messi meninggalkan Barcelona dengan kekecewaan. Kini, setelah enam bulan di Paris Saint-Germain (PSG), hal yang tidak terpikirkan sedang berlangsung di depan mata fans. Messi tidak lagi tampak sebagai salah satu pemain terbaik di dunia.

Pemain berusia 34 tahun itu tampaknya akan ditakdirkan untuk mengakhiri musim dengan gelar liga pertama sejak 2019 lantaran PSG sangat dominan di Ligue 1.

Tapi, ketika anda menggali angka-angkanya. Jelas terlihat bahwa Messi selama paruh pertama musim 2021/2022 telah berjuang untuk mencapai penampilan terbaiknya seperti saat berada di Barcelona. Messi tampil sangat buruk di Ligue 1, meski cukup bagus di Liga Champions.

Menariknya, baru-baru ini La Pulga terlihat makan malam dengan Xavi Hernandez di Barcelona. Pers Spanyol kemudian menjadi overdrive dengan spekulasi tentang kembalinya Messi ke Katalunya pada musim panas 2022. Mungkin dia perlu merasa kembali ke Camp Nou untuk mereproduksi kembali performa terbaiknya.

Berikut ini 10 statistik menyedihkan dari musim debut Messi di PSG untuk menggambarkan bahwa dirinyaa belum menunjukan yang terbaik di Parc des Princes:

1. Jumlah gol liga turun

Sekarang sudah melewati setengah musim 2021/2022, dan Messi hanya mencetak satu gol di Ligue 1. Untuk membandingkannya, pada musim 2011/2012 di La Liga, pemain Argentina itu telah mencetak 23 gol. Lalu, dia mengakhiri musim dengan 50 gol terbaik.

2. Persentase gol dan assist per pertandingan

Pada puncak kekuatannya di Barcelona selama musim 2011/2012, Messi rata-rata mencetak gol atau assist setiap 51,2 menit. Bahkan musim lalu, dia rata-rata mencetak gol atau assist setiap 75,1 menit. Di PSG musim ini, jumlah itu turun menjadi satu gol atau assist setiap 111,8 menit. Bahkan, di semua kompetisi.



3. Potensi ulangi performa buruk musim 2005/2006

Messi berada di jalur untuk kembali mencetak gol terendahnya sejak musim 2005/2006 ketika hanya mencetak delapan gol di semua kompetisi. Saat itu Messi masih berjuang dengan cederanya di skuad utama Barcelona asuhan Frank Rijkaard.

4. Gol per tembakan turun

Satu golnya di Ligue 1 musim ini berasal dari 44 tembakan. Untuk menempatkan itu dalam konteks, Son Heung-min dari Tottenham Hotspur telah melakukan tembakan yang sama persis di Liga Premier. Tapi, pria Korea Selatan tersebut mencetak delapan gol.

Di tempat lain, Robert Lewandowski mencetak gol dengan setiap empat tembakan yang diambil (23 gol dari 96 tembakan). Sementara Erling Haaland rata-rata mencetak satu gol setiap 3,6 tembakan (16 gol dari 58 tembakan).

5. Shoot on target turun

Satu gol liga itu berasal dari 4.7xG (melalui FBref). Hanya empat pemain di lima liga top Eropa yang kinerjanya lebih buruk dalam hal target gol yang diharapkan.

6. Shoot on target terburuk

Tetap saja, Messi tidak cukup menemukan posisi menembak berbahaya yang mungkin anda harapkan. Dia berada di peringkat 134 dari lima liga top Eropa untuk shoot on target per 90 menit. Musim lalu dia berada di urutan 10 dalam dengan 0,70xG per 90 menit, dan keenam secara keseluruhan (23,6xG).



7. Urutan 36 assist di Eropa

Meski lima assistnya di kasta tertinggi Prancis sedikit lebih baik, itu bukan level yang luar biasa seperti yang sering terjadi. Tigapuluh sembilan pemain di lima liga top Eropa telah mencatatkan lebih banyak assist dari pada bintang PSG itu.

8. Gol dan assist Messi turun jauh

Total, 247 pemain pemain di lima liga top Eropa memiliki lebih banyak gol plus assist pada 2021/2022 dibandingkanMessi. Musim lalu, hanya Lewandowski yang unggul dalam hal itu.

9. Memainkan musim dengan menit bermain paling sedikit

Messi berada di jalur untuk memainkan menit bermain paling sedikit dari musim mana pun sejak bermain untuk Barcelona pada musim 2005/2006. Dia berada di lapangan selama kurang dari setengah musim Ligue 1 untuk PSG sejauh ini (893 menit). Apakah usia akhirnya menyusulnya?

10. Minim memberi ancaman

Dia berada di peringkat 7% terbawah dalam hal memberi tekanan dibandingkan dengan rekan-rekan posisinya di Ligue 1 pada musim 2021/2022, di 2% terbawah untuk tekanan yang berhasil, dan 1% terbawah untuk tekel.