Keren. Semoga langkah Yanto Basna bisa menginspirasi pemain-pemain lainnya.
Tidak semua pesepakbola Indonesia hanya memikirkan karier di atas lapangan hijau. Kalau dihitung-hitung, waktu produktif menjadi pesepakbola profesional berada pada kisaran 15-20 tahun. Katakanlah seorang pemain memulai kiprahnya pada usia 20 tahun. Maka kemungkinan ia akan pensiun pada usia 35-40 tahun.

Lalu setelah itu apa? Yang jelas kehidupan terus berlanjut dan tak sedikit pemain juga ditengah-tengah karier aktif sebagai pesepakbola sudah memikirkan ancang-ancang untuk berkiprah kemana. Ada yang sudah mulai merencanakan mengambil lisensi kepelatihan. Ada yang sudah memulai membuka lini usaha di bidang kuliner.

Dan ada juga yang berinvestasi di bidang pendidikan. Bukan membangun sekolah melainkan sambil menjalani kuliah di sebuah universitas. Dan jalan itulah yang dipilih secara sadar oleh Yanto Basna. Pemain asal Papua yang pernah memperkuat timnas Indonesia dari berbagai kelompok umur hingga senior.

Yanto yang saat ini bermain untuk klub Thailand,  Prachuap FC, ternyata merupakan lulusan salah satu kampus terbaik di Indonesia. Diketahui Yanto merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Khusus untuk para pesepakbola, UNY mengadakan program Blended Learning.
Yanto sendiri masuk kuliah pada 2013 silam. Eks pemain Sriwijaya FC itu mendapat beasiswa pendidikan khusus dari PSSI yang saat itu bekerjasama dengan UNY.

Akan tetapi, di tengah jalan kerja sama antara UNY dan PSSI terputus. Sejumlah pemain Timnas Indonesia yang mendapat beasiswa serupa memilih mundur karena persoalan biaya, jarak, dan terutama waktu. 

"Semua pada semangat awalnya. Jadi, kami tinggalnya di area kampus sehingga kuliahnya gampang. Seiring berjalannya waktu mungkin dari 25 pemain banyak yang masalah waktu, jarak, akhirnya yang tinggal bertahan berkurang sampai tinggal 10 orang," ucap Yanto Basna dalam wawancara bersama PSSI Pers di Instagram.

Namun, Yanto Basna memilih untuk terus meneruskan kuliah dengan segala macam halang rintang. Singkat cerita, Yanto Basna bisa menyelesaikan studinya pada Juni 2020 dan diwisuda pada akhir Agustus tahun 2020.

“Puji Tuhan, wisuda berjalan lancar walaupun secara online,” kata pemain yang bernama lengkap Rudolof Yanto Basna lewat unggahan di beranda akun Facebook pribadinya.

Yanto Basna juga tak sungkan untuk membagikan momen-momennya saat menjadi mahasiswa. Dalam salah satu unggahan terbarunya, ia mengunggah foto gedung fakultas FIK tampak luar.

https://www.facebook.com/100002260664464/posts/4842305709188070/?app=fbl

Yanto juga tampak sangat bergembira dan belum bisa move on dari momen wisuda, dan ia mengunggah foto dirinya dengan mengenakan pakaian wisuda dan selempang bertuliskan 'Cumplaude' yang berarti lulus dengan pujian.

Dalam unggahan itu, Yanto menuliskan pesan bahwa karier sebagai pesepakbola dengan pendidikan harus sejalan.

" Pastikan sepakbola dan pendidikan berjalan seimbang,"


Dalam keterangan yang sama, Yanto menyematkan emoticon yang menunjukkan kalau ia sudah menyelesaikan studi S-1 dan masih dalam proses untuk mendapatkan gekar magister alias S-2.

S.Pd ✅
M.Pd   ⏳

Hal itu jauh-jauh hari sudah diutarakan oleh Yanto Basna. Niatnya sudah bulat untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Dan pastinya Yanto ingin tetap berkuliah di kampus negeri.

" Keinginan itu ada. Mumpung usia masih muda, masih ada semangat untuk kuliah,’’ katanya.



Mari kita do'akan semoga karier sepakbola dan pendidikan Yanto Basna makin mentereng dan langkahnya bisa menginspirasi pemain-pemain lainnya.