Bentuk pembelaan diri dari seorang Mauricio Pochettino.
Manajer Paris Saint-Germain, Mauricio Pochettino menggunakan Juventus dan Manchester City sebagai contoh klub yang tidak bisa memenangkan Liga Champions.

Pelatih asal Argentina itu kini sedanga berada dibawah tekanan setelah Les Parisiens gagal melaju ke babak 8 besar Liga Champions usai disingkirkan oleh anak asuh Carlo Ancelotti.

Meskipun menghabiskan banyak uang, termasuk mendatangkan Lionel Messi, PSG masih tidak bisa membawa pulang 'Piala Berkuping Besar' itu ke kota Paris.

Namun, dalam membela diri dari kritik itu, Pochettino menunjuk klub lain yang berada di posisi yang sama.

“Sejauh ini, PSG sudah mencapai semifinal dan final Liga Champions, jadi itu bagian dari proses yang membutuhkan waktu,” ujar mantan pelatih Tottenham itu kepada awak media.

“Ada juga klub seperti Juventus dan Manchester City yang ingin memenangkan Liga Champions, tetapi mereka tidak dapat mencapai apa yang mereka usahakan.”



Juventus hanya pernah memenangkan Piala Eropa pada tahun 1985 dan Liga Champions pada tahun 1996, meskipun mencapai Final pada sembilan kesempatan.

Adapun Manchester City, mereka tidak pernah berhasil mengangkat trofi Liga Champions, bahkan ketika Pep Guardiola menjadi pelatih yang terbilang sukses bersama The Sky Blues.

Mereka nyaris saja membawa pulang trofi Liga Champions musim lalu, mencapai final hanya untuk kalah melawan Chelsea.