Biarkan foto dan video berikut ini yang berbicara..
Kompetisi domestik di Eropa sudah berakhir, akhir pekan lalu. Manchester City memestikan trofi Liga Premier, AC Milan (Serie A), Bayern Muenchen (Bundesliga), Real Madrid (La Liga), dan Paris Saint-Germain (Ligue 1). Setelah itu, parade kemenangan digelar di jalanan kota.

Dari arak-arakan yang digelar beberapa klub elite Eropa, yang paling menyita perhatian adalah penampilan Man City dan Milan.

Mengapa? Pertama, Inggris dan Italia adalah negara dengan kompetisi yang memiliki banyak penggemar di seluruh dunia. Kedua, kemenangan Man City sangat dramatis, sedangkan Milan kembali juara setelah puasa 11 tahun.

Tentu saja, apa yang menimpa Man City dan Milan memunculkan euforia. Pada Minggu (22/5/2022), di Etihad Stadium, suporter langsung menyerbu lapangan saat peluit akhir dibunyikan. Hal yang sama terjadi di Mappei Stadium saat Milan bertandang ke Sassuolo.

Dari stadion, pesta kemenangan berlanjut ke jalanan kota. Man City melakukan parade trofi di sekitar kota Manchester. Begitu pula Milan yang menggelar arak-arakan di pusat Kota Mode.



Namun, ada yang unik dan kemudian viral di berbagai platform media sosial. Jika dilihat dari gambar-gambar yang beredar di dunia maya, terlihat sangat kontras. Jumlah penggemar Man City yang datang tidak menggambarkan seberapa besar klub tersebut. Jalanan tak sampai padat. Hanya sedikit penggemar yang berbaris di jalan untuk melihat bus dengan atap terbuka yang membawa para pemain lewat.

Pemandangan itu bertolak belakang jika dibandingkan dengan parade Milan. Satu kota Milan tampak hanya dipenuhi dua warna: Merah dan hitam. Flare di mana-mana, dan bus terbuka yang mengangkut para pemain I Rossoneri seperti panggung konser yang dikelilingi oleh ribuan orang.



Gambar-gambar yang tersebar itu kemudian menjadi bahan candaan suporter. Bagi pendukung Manchester United, Liverpool, atau Chelsea, mereka menertawakan Man City. Mayoritas menyebut Man City sebagai klub kaya yang miskin pendukung.

Tapi, apakah itu benar? Sebenarnya ada alasan logis mengapa pendukung Man City di jalanan tidak sebanyak Milan. Pasalnya, Man City juara Liga Premier empat kali dalam lima musim terakhir. Jadi, mungkin saja pendukung tidak menganggapnya terlalu spesial. Sebaliknya, ini jadi Scudetto pertama Milan dalam 11 musim.