Ini terjadi di pesta kemenangan Man City atas Aston Villa. Salut!
Invasi suporter ke lapangan setelah menjuarai kompetisi, mendapat tiket promosi, atau terhindar dari degradasi sudah menjadi tradisi di banyak klub Eropa. Meski itu adalah ekspresi bahagia, tidak sedikit hal negatif terjadi. Contohnya ketika Manchester City memenangkan Liga Premier 2021/2022.

Jika anda ingat, setelah kemenangan dramatis 3-2 atas Aston Villa didapatkan The Citizens pada pekan terakhir di Etihad Stadium, 22 Mei 2022, ribuan pendukung turun ke lapangan.

Di lapangan, para penggemar merayakan kemenangan dengan euforia. Dan, itu membuat situasinya tidak terkendali. Saling dorong, berdesakan, sikut-sikutan menjadi hal normal. Semuanya lepas kendali karena banyak pendukung yang dalam pengaruh minuman keras.

Dalam situasi chaos seperti itu, seorang bocah pendukung The Citizens berusia 10 tahun, Ollie Gordon, hampir menghadap Sang Pencipta terinjak dalam kerumunan.

Namun, tampaknya takdir bekata lain. Insiden tersebut tepat berada di depan mata Joao Cancelo. Dan, dengan sekejap mata, bek asal Portugal tersebut segera melakukan penyelamatan heroik. Ollie tidak bisa berbuat banyak karena tidak sanggup berkomunikasi akibat menderita autisme.

Ketika itu, Ollie terpisah dari sang ayah. Bocah yang kebingungan itu bisa saja terinjak-injak pendukung yang euforia jika Cancelo tidak segera mengamankan.

"Dia pergi ke stadion dengan ayahnya cukup sering, terutama baru-baru ini. Dia lari (ke lapangan setelah pertandingan). Dia menderita autisme dan tidak menyadari bahaya atau apa pun. Jadi, dia bersemangat dan mulai berlari," kata Ibu Ollie, Lauren, kepada Manchester Evening News.

"Saya menonton di televisi dan melihat Lee (ayah Ollie) berlari melintasi lapangan, tapi tidak dengan Ollie. Saya panik dan mencoba menghubungi ayahnya. Dia dekat kiper Aston Villa yang dipukul, kira-kira satu meter. Anda bisa melihatnya di video. Itu membuatnya sedikit takut dan dia melihat Cancelo menuju ke arahnya," kata Lauren.

"Cancelo menariknya dengan kedua lengan. Dia memeluknya seperti pelukan beruang. Dia mencium bagian atas kepalanya dan mendorong orang ke belakang. Itu cukup cepat. Tapi, orang-orang mendorong dan mendorong. Anak saya ketakutan. Dia tidak bisa sendirian, harus diawasi, sangat disayangkan dia berada di lapangan sebelum ayahnya dan pergi," ungkap Lauren.

"Jika bukan karena Cancelo, itu bisa menjadi cerita yang sama sekali berbeda. Seorang bocah lelaki sendirian di lapangan. Pria itu (Cancelo) seharusnya berlarian sambil berteriak dan merayakan kemenangan ini. Tapi, malah mengambil waktu untuk berhenti dan menjaga seorang anak kecil," beber Lauren.

"Dia (Cancelo) benar-benar berhenti untuk menjaga anak kecil yang tidak ada hubungan darah dengannya. Dia mungkin tidak akan melihatnya sebagai masalah besar, dia akan diinjak-injak jika tidak," terang Lauren.



Beberapa pekan kemudian, Ollie menulis surat kepada Cancelo untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya. Dan, ibunya mengakui bahwa segala sesuatunya bisa saja terjadi jika bek asal Portugal itu tidak menyelamatkan anaknya.

"Dia adalah pemain favorit kedua. Tapi, dia pasti yang pertama sekarang. Saya tidak berpikir ada kata-kata untuk berterima kasih kepada Cancelo. Dia mungkin tidak melihat betapa pentingnya itu," tulis Ollie dalam suratnya.

"Dari lubuk hati saya yang paling dalam, tidak ada kata-kata untuk berterima kasih kepadanya atas apa yang dia lakukan. Saya tidak tahan memikirkan apa yang bisa terjadi padanya," tambah Ollie.

Tentu saja, aksi penyelamatan itu adalah sebuah keteladanan yang ditujukkan Cancelo selain penampilan membanggakan di lapangan. Dia semakin memperkuat statusnya sebagai superstar Man City selama musim 2021/2022. Bek serba bisa itu mencatatkan tiga gol dan 10 assist di semua kompetisi.