Tantangan The Gunners musim depan.
Setelah gagal finis empat besar di musim 2021/2022, Arsenal melihat memiliki kekurangan di sektor lini tengah skuad mereka. Itu membuat Pelatih Mikel Arteta mencari gelandang baru jelang perhelatan musim depan.

The Gunners belakangan telah menyetujui penandatanganan Fabio Vieira dari Porto. Pelatih asal Spanyol itu memandang gelandang asal Portugal tersebut cocok untuk memperkuat lini tengah Arsenal musim depan.

Pemain berusia 22 tahun itu dibeli seharga 29,9 juta pounds (Rp 542 miliar) dengan potensi biaya tambahan sebesar 4,3 juta pounds (Rp 78 miliar).



Viera adalah salah satu produk terbaik akademi Porto dan telah memenangkan Liga Pemuda UEFA yang bergengsi pada 2018/2019 setelah mencetak gol melawan Chelsea di final.

Gelandang muda itu bisa beroperasi sebagai No.8 atau No.10. Dia melakukan debut seniornya pada Juni 2020 dan sejak itu memantapkan dirinya sebagai pemain kunci untuk tim asuhan Sergio Conceicao.

Meski Vieira belum bermain untuk timnas senior Portugal, tetapi dia telah memenangkan penghargaan pemain turnamen di Kejuaraan U-21 Eropa tahun lalu. Vieira kemudian membuat 39 penampilan tim utama untuk Porto pada 2021/2022, membantu timnya memenangkan dua gelar domestik Liga Primeira dan Taca de Portugal.

Sementara musim depan, kita akan melihat Vieira bermain di Liga Premier untuk Arsenal. Pada catatan itu, mari kita lihat bagaimana perbandingan statistik Vieira vs gelandang Arsenal musim 2021/2022.

Catatan: dalam perbandingan ini, kami juga menyertakan statistik Bukayo Saka, karena Vieira juga dapat bermain di sayap kanan sebagai gelandang serang yang melebar.

Gol

Bukayo Saka – 11

Emile Smith Rowe – 10

Martin Odegaard – 7

Fabio Vieira – 6

Thomas Partey – 2

Granit Xhaka – 1

Albert Sambi Lokonga – 0

Assist

Fabio Vieira – 14

Bukayo Saka – 7

Martin Odegaard – 4

Emile Smith Rowe – 2

Granit Xhaka – 2

Thomas Partey – 1

Albert Sambi Lokonga – 0

Menit per gol atau assist

Fabio Vieira – 66,4

Emile Smith Rowe – 160,1

Bukayo Saka – 166,4

Martin Odegaard – 253,9
Granit Xhaka – 777

Thomas Partey – 677.3

Albert Sambi Lokonga – N/A

Peluang tercipta per 90 menit

Martin Odegaard – 2,5

Fabio Vieira – 2,3

Bukayo Saka – 2,0

Emile Smith Rowe – 1,4

Albert Sambi Lokonga – 1,4

Granit Xhaka – 1,2

Thomas Partey – 0,8

Dribel sukses per 90 menit (tingkat keberhasilan)

Thomas Partey – 1,6 (80%)

Emile Smith Rowe – 1,5 (60%)

Fabio Vieira – 1,4 (46,6%)

Bukayo Saka – 1,3 (41,9%)

Martin Odegaard – 0,8 (53,3%)

Granit Xhaka – 0,7 (70%)

Albert Sambi Lokonga – 0,2 (66,6%)

Umpan per 90 menit (akurasi umpan)

Albert Sambi Lokonga – 65,0 (88,4%)

Granit Xhaka – 59,6 (86,8%)

Thomas Partey – 53,4 (85,6%)

Martin Odegaard – 50,2 (86%)

Fabio Vieira – 47,9 (82,9%)

Emile Smith Rowe –  35,9 (87,4%)

Bukayo Saka – 31,9 (79,5%)

Tekel sukses per 90 menit (tingkat keberhasilan)

Thomas Partey – 1,9 (61,2%)

Albert Sambi Lokonga – 1,7 (89,4%)

Martin Odegaard – 1,6 (55,1%)

Fabio Vieira – 1,3 (65%)

Bukayo Saka – 1,2 (60%)

Granit Xhaka – 1,2 (54,5%)

Emile Smith Rowe – 0,7 (50%)

Intersepsi per 90 menit

Albert Sambi Lokonga – 1,0

Thomas Partey – 1,0

Granit Xhaka – 0,8

Bukayo Saka – 0,7

Fabio Vieira – 0,7

Emile Smith Rowe – 0,7

Martin Odegaard – 0,4

Tembakan per 90 menit (di dalam area penalti)

Fabio Vieira – 3.1 (1.1)

Bukayo Saka – 2.9 (2.2)

Emile Smith Rowe – 1.9 (1.4)

Thomas Partey – 1.9 (0.6)

Martin Odegaard – 1.7 (0.7)

Albert Sambi Lokonga – 1.6 (0.2)

Granit Xhaka – 1.1 (0.7)

Melihat perbandingan di atas, gelandang asal Portugal itu bisa memberikan dampak besar bagi skuad asuhan Mikel Arteta musim depan. Vieira memiliki kemampuan dalam membongkar lini pertahanan lawan dan suatu waktu bisa memberikan assist dengan akurasi operan yang tidak diragukan.