Apa yang sebenarnya terjadi?
Dua penggemar Liverpool yang selamat dari bencana Hillsborough, mendadak memutuskan untuk bunuh diri setelah melihat foto-foto kekacauan di final UCL di Paris.

Peter Scarf mewakili para penyintas bencana Hillsborough. Terungkap pada hari Senin kemarin (26/09/2022) bahwa dua penggemar The Reds telah memutuskan untuk bunuh diri.

Setelah melihat cuplikan kejadian di Stade de France di final Liga Champions di mana Liverpool menghadapi Real Madrid pada Mei tahun lalu.





Pada laga itu ada ribuan pendukung yang melakukan perjalanan untuk menonton pertandingan di Paris. Terpaksa dalam situasi berbahaya karena terjebak dalam terowongan sempit saat mereka mencoba memasuki lapangan.

Beberapa lainnya dikejar oleh polisi setempat dengan air dan gas air mata.

Sebagai bencana Hillsborough Itu terjadi pada tanggal 15 April 1989, ketika 97 pendukung Liverpool tewas dan kekacauan yang mendahului final di Paris membangkitkan kenangan menyakitkan dari para penggemar The Reds, dan kali ini 2 penggemar meninggal dunia karena bunuh diri.

“Tahun ini saja, kami bertiga melakukan bunuh diri, itu terlalu berlebihan,” ujar Scarf kepada Liverpool Echo.

"Satu memutuskan untuk pergi sebelum ulang tahun (15 April) karena dia tidak ingin melihat ulang tahun lagi."

“Dua lainnya memutuskan untuk pergi setelah kejadian di Stade de France, kenangan mereka pada tahun 1989 kembali menghantui mereka. Karena acara di Stade de France dalam banyak hal mirip dengan acara di Hillsborough.”

“Di kedua acara itu, ada gerakan massa yang mirip. Ini adalah masalah kepadatan penduduk. sampai mereka saling menekan di dalam terowongan. Pintu diblokir untuk mencegah orang memasuki stadion. Dan yang terpenting, kami kemudian dituduh secara salah juga.”