Ini mirip operasi intelijen CIA di era Perang Dingin..
Chelsea telah menyetujui kesepakatan senilai hampir 100 juta pounds (Rp1,8 trilliun) untuk mengontrak bintang  asal Ukraina, Mykhailo Mudryk. The Blues mendapatkan pemain Shakhtar Donetsk itu melalui sebuah operasi rahasia pembajakan pemain yang membuat Arsenal gigit jari jelang tanda tangan kontrak.

Sejak lama, Arsenal dikaitkan dengan Mykhailo Mudryk. The Gunners melakukan pendekatan personal ke pemain yang bersangkutan. Kebetulan, dia juga penggemar Arsenal sejak di dalam kandungan ibunya.

Pendekatan Arsenal berhasil sejak akhir tahun lalu. Kemudian, pembicaraan semakin intensif dilakukan, dan para pihak sudah sepakat dengan angka-angka. Mykhailo Mudryk setuju dengan gaji yang diberikan. Begitu pula Shakhtar Donetsk sepakat dengan jumlah transfer.

Bahkan, di berbagai media sosial, pendukung Arsenal sudah berani memposting gambar-gambar maupun video-video Mykhailo Mudryk menggunakan seragam merah.

Namun, Arsenal tampaknya lupa bahwa sepakbola bukan matematika. Saat mereka tinggal menuliskan hitam di atas putih, Chelsea melakukan operasi rahasia. Operasi senyap ala Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) itu ternyata berdampak besar. Arsenal gagal mengontrak Mykhailo Mudryk di menit-menit akhir sebelum teken kontrak. 

Menurut laporan, Chelsea membayar 62 juta pounds (Rp1, 1 trilliun) tunai sebagai uang muka. Lalu, ada tambahan terkait kinerja hingga 35 juta pounds (Rp647 miliar). Jadi, potensi totalnya menjadi 97 juta pounds (Rp1,7 triliun). Chelsea juga langsung mengikat Mykhailo Mudryk dengan kontrak berdurasi 7,5 tahun.

Operasi pembajakan rahasia itu benar-benar memukul Arsenal. Shakhtar Donetsk yang semula setuju menjual Mykhailo Mudryk ke London Utara langsung menarik diri, dan memberikannya kepada Chelsea. Begitu pula sang pemain.





Untuk menunjang operasi pembajakan Mykhailo Mudryk, Chelsea mengutus orang-orang terbaiknya. Para petinggi The Blues, termasuk Direktur Bakat dan Transfer Global, Ben Winstanley, langsung terbang ke Turki menemui Shakhtar Donetsk, yang sedang melakukan pemusatan latihan.

Dengan kedatangan Mykhailo Mudryk, otomatis pengeluaran Chelsea pada Januari 2023 menjadi lebih dari 100 juta pounds (Rp1,8 trilliun).

Sebab, sebelum ini, mereka berhasil mendatangkan Benoit Badiashile dari AS Monaco seharga 35 juta pounds (Rp647 miliar). Lalu, David Fofana datang dari Molde sekitar 10 juta pounds (Rp180 millar). Kemudian, meminjam Joao Felix dari Atletico Madrid dengan 10 juta pounds (Rp180 millar).

Jumlah ini berarti, rezim baru Chelsea telah mengeluarkan dana besar pada dua jendela transfer terbaru. Sebelumnya, pada musim panas, mereka menggelontorkan 273 juta pounds (Rp5 trilliun).