Pembelian mahal yang sia-sia tentu saja Alexis Sanchez. Pembelian tidak jelas adalah Bebe.
Di jendela transfer musim panas lalu, Manchester United tampaknya sudah memiliki arah ‘pembelian’ yang jelas terkait soal pemain, kendati beberapa keputusan mereka juga patut dipertanyakan.

Sebagai tim dengan fanbase terbanyak di dunia, jelas mereka memiliki pemasukan yang sangat besar bahkan menjadikan mereka sebagai salah satu tim terkaya di dunia, hal tersebut tidak lepas dari bagaimana Theatre of Dreams mengembangkan dan menampung beberapa pesepakbola terbaik di bumi, namun mereka juga membuat beberapa keputusan buruk di bursa transfer.

Terhitung pasca ditinggal oleh Sir Alex Ferguson, Manchester United memiliki tiga manajer yang keluar-masuk sebelum Ole Gunnar Solskjaer datang. Pada saat itu, manajer yang berbeda mendatangkan pemain yang berbeda untuk menjalankan filosofi mereka masing-masing dan sebagian besar perekrutan pemain tersebut terbilang gagal untuk membuat Setan Merah kembali jaya.

Dilansir dari sportskeeda.com, berikut 5 transfer terburuk yang pernah dilakukan oleh Manchester United;

5. Banyaknya tidak berfungsi maksimal pemain di era Louis van Gaal

Louis van Gaal ingin timnya memainkan apa yang disebutnya ‘total football'. Untuk membantu mengimplementasikan filosofinya di Manchester United, mantan pelatih Ajax itu merekrut pemain seperti Bastian Schweinsteiger, Morgan Schneiderlin dan Radamel Falcao.

Schweinsteiger sendiri sudah melewati masa jayanya dan Schneiderlin sendiri tidak pernah mengeluarkan potensinya selama di Old Trafford sebelum dijual ke Everton di musim keduanya. Dan Radamel Falcao saat dipinjam dari AS Monaco adalah pemain yang sangat berbeda saat ia membela Porto serta Atletico Madrid.

Selama satu musim bermain di Liga Premier bersama Setan Merah, dalam 26 penampilan ia hanya mampu mencetak 4 gol, jelas itu adalah angka yang sangat jelek untuk seorang penyerang kelas dunia.



4. Manchester United menjual Wilfried Zaha dan Memphis Depay

Sangat adil mengatakan bahwa manajemen United melakukan kesalahan besar saat melepas Wilfried Zaha dan Memphis Depay.



Saat masih berada di Old Trafford, Zaha seperti berjuang keras untuk masuk ke tim senior sementara Memphis Depay tidak terlalu banyak menunjukkan bakatnya seperti saat bermain  untuk PSV Eindhoven di Belanda. Zaha kemudian dijual ke Crystal Palace dan kini telah menjadi pemain terbaik The Glaziers dalam beberapa musim terakhir.

Memphis Depay pindah ke Olympique Lyon dan saat ini menjadi salah satu penyerang terbaik di Ligue 1. Harus diakui kedua pemain tersebut benar-benar mengalami peningkatkan dalam permainan mereka dari musim ke musim.

3. Menandatangani Bebe

Bergabungnya pemain Portugal itu dengan Manchester United pada tahun 2010 tampak seperti sebuah dongeng. Kisahnya yang dimulai dari sepak bola jalanan jelas menjadi kebanggaan tersendiri saat bisa datang ke Old Trafford dan saat itu Sir Alex Ferguson menyetujui penandatanganan Bebe berdasarkan dua hal, pertama Ferguson hanya melihat video Bebe yang sebenarnya melanggar ‘kode etiknya’ dalam membeli pemain,  dan kedua karena masukan dari asistennya saat itu, Carlos Queiroz.

Memang saat ia bermain untuk Vitoria de Guimaraes, ia tampil mengesankan selama pramusim, mencetak banyak gol dan memiliki kecepatan serta skill yang kiranya dibutuhkan oleh Setan Merah. Bahkan pada debutnya, Bebe memberikan penampilan yang meyakinkan namun mulai turun dipertandingan-pertandingan berikutnya. Pemain yang kini berusia 30 tahun tersebut akhirnya bermain hanya 334 menit di Manchester United dan meninggalkan klub pada 2014 setelah dua masa pinjaman.

2. Angel Di Maria

Angel Di Maria adalah salah satu gelandang terbaik di generasinya. Tetapi di tim Louis van Gaal, Di Maria secara konsisten dimainkan keluar dari posisinya dan terlepas dari semua itu, pria Argentina masih bisa menyuplai 4 assist di Liga Premier dalam satu-satunya musim di Old Trafford.



Didatangkan dari Real Madrid seharga 59,7 juta Poundsterling, Di Maria justru sangat ingin pergi setelah setahun di kota pelabuhan karena berbagai alasan, mulai dari kenyamanan keluarga hingga perseteruannya dengan mantan manajer Barcelona tersebut. Manchester United menjualnya dengan harga sekitar 44 juta Poundstelring setelah satu musim dan bisa dikatakan merugi usai melepasnya karena pemain jebolan akademi Rosario Central itu kini menjadi salah satu pemain terbaik Paris Saint-Germain, bahkan di musim ini membawa misi untuk meraih gelar Liga Champions bersama Mbappe dan kawan-kawan.

1. Alexis Sanchez

Alexis Sanchez hampir menandatangani kontrak dengan Manchester City sebelum Manchester United membajak kesepakatan itu dan memutuskan untuk mengeluarkan banyak uang untuk membayar gajinya selama satu setengah tahun berikutnya sebelum akhirnya diturunkan.

Penandatanganan Sanchez jelas membingungkan fans Setan Merah karena mereka sendiri sudah memiliki Marcus Rashford dan Anthony Martial di posisi sayap kiri.

Namun, Jose Mourinho ingin Sanchez menggusur keduanya dan menjadi starter utama. Selama dua musim bersama Manchester United, penyerang Chili itu benar-benar tidak mampu mengeluarkan permainan terbaiknya, dalam 32 penampilan ia hanya mampu mencetak 3 gol dan yang membuat situasi semakin miris adalah United harus membayar gaji Sanchez sebesar 300.000 Poundsterling per Minggu .

Ketika Ole Gunnar Solskjaer masuk, mantan pemain Udinese itu kemudian dikirim lagi ke Italia dalam status pinjaman bersama Inter Milam sebelum  pada bulan Januari kemarin dipermanenkan oleh manajemen La Beneamata.