Momen eksekusi bola chip ini sudah mengarah ke gawang kemudian mental keluar.
Dunia sepak bola sering kali digemparkan dengan sederet momen eksekusi gol indah yang dilakukan oleh para pemainnya. Sebagian dari kisah gol indah tersebut bahkan melegenda hingga terdengar sampai generasi setelahnya.

Eksekusi cungkilan atau bola tinggi yang tidak dapat dijangkau oleh penjaga gawang sering kali sukses membuahkan gol sepektakuker, bahkan mengundang decak kagum para penontonnya. Begitu banyak tendangan cungkilan yang akhirnya melegenda karena estetika yang begitu luar biasa saat gol terjadi melalui tendangan tersebut.

Sebut saja David Beckham yang sukses mencetak gol melalui tendangannya dari garis tengah lapangan atau tendangan Philippe Albert dari luar kotak penalti yang sukses merobek gawang Manchester United pada 1996. Anda selalu tahu bahwa itu akan membuat penggemar berdiri dan melakukan standing ovation.

Gol Spektakuler

Namun, salah satu hal yang membuat eksekusi tendangan cungkilan (chip) begitu indah adalah betapa jarangnya hal itu terjadi, karena tidak mudah untuk melepaskan tembakan dengan sempurna di atas jangkauan kiper berkelas dunia.

Untuk sukses melakukan chip tersebut, seorang pemain harus memiliki ketajaman dalam hal instingnya mencetak gol dan sebuah keberanian besar melakukannya. Anda bisa bayangkan, jika tendangan chip itu gagal, maka tendangan tersebut akan terlihat seperti sampah di mata penonton. Pelakunya dinilai tidak bisa menendang bola dengan benar.

Tapi, tidak semua tendangan cungkil atau yang lebih dikenal dengan istilah tendangan chip yang gagal adalah hasil dari eksekusi buruk. Banyak hal yang bisa melatarbelakanginya. Tendangan chip spektakuler sempat populer saat dieksekusi oleh mantan gelandang AZ Alkmaar, Mats Seuntjens, yang menjadi berita utama dunia internasional pada Desember 2018.

AZ Alkmaar vs PEC Zwolle

Momen bersejarah itu terjadi dalam pertandingan AZ melawan PEC Zwolle di Piala KNVB, yang berakhir dengan kemenangan mutlak 5-0 bagi tim tuan rumah di stadion AFAS.

Sebenarnya AZ bisa saja memperpanjang keunggulan mereka lebih jauh jika bukan karena fakta chip Seuntjens tidak dianggap gol oleh wasit di babak pertama. Tendangan itu dianggap menentang hukum fisika.

Hal tersebut terjadi karena tendangan chip dari Seuntjens mengalami backspin, sehingga melayang di atas kepala penjaga gawang Zwolle. Secara dramatis, sepakan itu tidak masuk ke gawang setelah memantul di garis gawang hingga keluar kembali.

Chip Menentang Hukum Fisika

Tentu saja para penggemar AZ sangat menginginkan bola tersebut akhirnya memantul dan masuk ke dalam gawang Zwolle. Namun, gawang Zwolle masih berpihak kepada takdir baiknya, sehingga bola lebih memilih memantul keluar dari sisi gawang setelah menyentuh persis di atas garis putih gawang.



Tendangan chip tersebut benar-benar menyisakan tanya yang besar, bagaimana itu bisa terjadi. Para ahli fisika mungkin akan berkalkulasi dengan teori perhitungannya, hingga sanggup menuliskan rumusnya dalam buku atau papan tulis untuk bisa menjelaskannya. Kemungkinan terdapat seseorang yang sangat ingin bertanya kepada Sir Isaac Newton karena dia jelas-jelas salah paham tentang gravitasi.

Insiden yang Sangat Aneh

Selain lelucon, sungguh menakjubkan untuk berpikir bahwa Seuntjens mencungkil bola tersebut dengan sebuah teknik khusus, membuat bola berputar seperti gangsing di udara, yang pada akhirnya mengalami spin saat menghantam tanah.

Ini hampir seperti versi ekstrim dalam game dari tren lama, di mana pesepak bola akan mencoba mencetak gol dari belakang tiang gawang. Mereka melakukan backspin untuk membuat apa yang tampak mustahil menjadi mungkin.

Dan, jelas Seuntjens akan sangat ahli dalam tantangan itu karena jika kita tahu sesuatu tentang pria Fortuna Sittard saat ini, maka itu adalah kemampuan kelas dunianya untuk mendapatkan backspin pada tendangan chipnya.

Sebuah tendangan yang begitu menarik banyak perhatian, bahkan sebagian dari pengagumnya mencurahkan perhatian lebih untuk dapat menjelaskan, bagaimana tendangan chip tersebut?