Ketika Puyol menerima trofi ironisnya Song menganggap dia yang akan pertama mengangkat trofi itu.
Anda tidak melihat karakter seperti Carles Puyol di sepak bola akhir-akhir ini. Mantan bek tengah Barcelona dan Spanyol itu adalah definisi sebenarnya tentang seorang pejuang di lapangan. Puyol akan 'bertarung' dengan sikap se-spartan mungkin, tetapi sekaligus dia selalu berusaha sangat adil, baik untuk rekan satu tim dan lawannya.

Seperti semua kapten hebat lainnya, Puyol mengupayakan dirinya untuk selalu tampil 100 persen dan itu jadi contoh atau teladan yang baik bagi setiap pemain Barca lainnya.

Saat bek tangguh yang sudah pensiun itu kemarin merayakan ulang tahunnya yang ke-43, rasa-rasanya kita layak untuk mengenang Puyol lebih lama lagi.

Kita kembali pada tahun 2013, saat Puyol membuat gerakan yang luar biasa setelah Barcelona memastikan gelar La Liga setelah kemenangan atas Real Valladolid di Camp Nou.

Sebagai kapten, Puyol menolak kehormatan mengangkat trofi di depan fans Barca dan malah kembali ke skuad yang berkumpul untuk menghampiri seorang Eric Abidal.

Abidal, yang baru saja pulih dari transplantasi hati yang menyelamatkannya dari kanker, diberikan kesempatan langka untuk mengangkat trofi bersama pelatih Barcelona saat itu Tito Vilanova, dan yang harus diingat dari momen ini ialah kemurahan hati Puyol.

Namun, saat Puyol mengulurkan tangannya ke arah Abidal, Alex Song (entah kenapa masih belum bisa dimengerti) dengan polos berpikir bahwa dialah yang ditawari kesempatan untuk mengangkat trofi itu.

Song sendiri mengalami musim debut yang sulit dengan raksasa Catalan itu setelah kepindahannya dari Arsenal pada 2012, agak aneh jika Song berpikir mengapa Puyol ingin dirinya mengangkat trofi ketika Abidal berdiri tepat di sampingnya.

Momen itu berlangsung begitu saja, dan hanya menyisakan kecanggungan bagi Alex Song.



Abidal dan Vilanova akhirnya mengangkat trofi beberapa saat kemudian dan Abidal mengakui itu adalah kenangan terindahnya dari seluruh kariernya di Camp Nou.

"Kenangan terbaik yang saya miliki di sini adalah ketika saya mengangkat trofi liga bersama Tito [Vilanova]," katanya seperti dikutip Marca pada 2017.

“Juga, di pertandingan terakhir saya bermain di sini saya bisa membawa sepupu saya [yang menyumbangkan sebagian hatinya untuk membantu pemulihan pemain] ke tengah lapangan dan dia layak mendapatkannya."

"Saya berhasil membuat banyak orang memuji dia dan saya pikir itu mewakili apa yang sebenarnya dilakukan Barcelona."

Song, sementara itu, akhirnya hanya memainkan total 65 pertandingan untuk Barcelona, mencetak satu gol, sebelum akhirnya pindah ke West Ham dengan status pinjaman.

Mantan pemain timnas Kamerun itu kemudian menandatangani kontrak dengan Rubin Kazan, Sion, dan sekarang kabarnya Song masuk dalam daftar skuad klub kasta kedua Liga Premier Djibouti yakni Djibouti Arta/Solar7.