Paulo Sergio memiliki prestasi membanggakan juara Liga 1 bersama Bhayangkara FC (2017) dan Bali United (2019). Akun IGnya dicuri orang.
Paulo Sergio memiliki prestasi membanggakan saat 3 musim berkarier di Indonesia. Dia juara Liga 1 bersama Bhayangkara FC (2017) dan Bali United (2019). Baru-baru ini, pemain asal Portugal itu sedih karena akun Instagram resminya dengan 120 ribu pengikut dibajak orang tak bertanggung jawab.

Lahir di Lisbon, 24 Januari 1984, Paulo Sergio Moreira Goncalves punya prestasi yang membanggakan di level junior. Dia terpilih sebagai Pemain Terbaik Euro U-19 2003, meski Portugal U-19 dikalahkan Italia U-19 pada final di Vaduz, Liechtenstein.

Pencapaian itu didapatkan Sergio setelah menimba ilmu di Akademi Sporting Lisbon. Dia bergabung dengan akademi yang juga melahirkan Cristiano Ronaldo tersebut setelah membela beberapa klub junior di kampung halamannya seperti Benfica, Vitoria Lisboa, hingga Oriental.

Meski memulai karier profesional di Sporting, Sergio tidak pernah tampil di Primeira Liga bersama tim utama. Lalu, pada April 2003, 10% dari hak ekonominya dijual ke First Portuguese Football Players Fund. Itu adalah pihak ketiga yang sengaja dibentuk untuk menampung banyak pemain muda Portugal medioker.

Selanjutnya, Sergio dipinjamkan beberapa kali di tahun-tahun berikutnya. Dia menghabiskan karier di Académica de Coimbra, Os Belenenses, Estrela Amadora, Aves, hingga Portimonense. Dia juga sempat kembali ke Sporting dan bermain di Piala UEFA Dinamo Tbilisi pada 25 November 2004.

Setelah menjalani peminjaman terakhir selama 1 musim bersama Portimonense di kasta kedua, Sergio dilepas Sporting. Kemudian, dia menandatangani kontrak dengan klub asal Spanyol, Salamanca. Dia baru bermain sejak pertengahan musim ketika tim asal Castilla y Leon itu finish kesembilan di Segunda Division.

Dari Negeri Matador, Sergio kembali ke negaranya pada musim panas 2009 untuk bergabung dengan Olhanense, yang baru saja promosi ke divisi teratas. Di sana, dia secara reguler dimainkan dan membantu klub mempertahankan statusnya di Primeira Liga.

Setelah 2 musim di Olhanense, Sergio bermain untuk Vitoria de Guimaraes sebelum pergi ke Siprus membela AEL Limassol. Lalu, dia kembali ke Portugal menandatangani kontrak dengan Arouca dan Olhanense.

Merasa karier di Eropa tidak berkembang, Sergio mendapatkan tawaran bermain di Asia. Pada Maret 2015, setelah menghabiskan putaran pertama tanpa klub, dia bergabung dengan tim Brunei Darussalam yang bermain di Liga Premier Singapura, DPMM. Dia masuk menggantikan Craig Fagan yang cedera.

Perbedaan kualitas antara kompetisi Portugal dan Singapura benar-benar dimanfaatkan Sergio dengan maksimal. Dia langsung mencetak 2 gol pada debut di Negeri Singa pada 4 April 2015. Saat itu DPMM mengalahkan Hougang United 3-2.

Performa Sergio semakin meningkat setelah itu. Dia tampil pada banyak pertandingan dan menuai decak kagum. Pada pertandingan liga terakhir musim itu, dia mencetak 2 gol dalam kemenangan 4-0 melawan Balestier Khalsa. Skor itu cukup membuat DPMM menjuarai kompetisi elite Singapura.

Sepak terjang Sergio di Asia Tenggara berlanjut setelah dikontrak Bhayangkara FC untuk Liga 1 2017. Berkolaborasi dengan Ilija Spasojevic di sektor penyerangan, Sergio membawa The Guardian juara.

Bhayangkara menang setelah mengumpulkan 68 poin dari 34 pertandingan. Poin mereka sama dengan Bali United selaku runner-up. Tapi, Bhayangkara berhak juara karena memiliki catatan head to head yang lebih baik. Mereka mengalahkan Serdadu Tridatu 3-1 saat tandang dan 3-2 di kandang.

Musim itu juga diakhiri Sergio dengan status Pemain Terbaik Liga 1. Dia juga terpilih masuk skuad Best XI bersama Andritany Ardhiyasa, Gavin Kwan Adsit, Willian Pacheco, Hamka Hamzah, Rezaldi Hehanusa, Bayu Pradana, Wiljan Pluim, Irfan Bachdim, Sylvano Comvalius, dan Septian David Maulana.

Setelah tetap berseragam Bhayangkara pada 2018, Sergio pindah ke Bali United pada 2019. Kembali berkolaborasi dengan Spasojevic, gelar juara Liga 1 kembali dihasilkan. Mereka unggul 10 poin dari Persebaya Surabaya di klasemen akhir.

Sukses di Liga 1 2019, kontrak Sergio di Pulau Dewata dilanjutkan untuk Liga 1 2020. Sayang, pandemi Covid-19 mengubah segalanya. Ketika kompetisi dihentikan dan vakum 1 tahun, Sergio memilih pulang ke kampung halamannya. Dia tetap berlatih mandiri sambil menanti tawaran kembali ke Indonesia untuk Liga 1 2021.

Selama vakum kompetisi, Sergio sangat aktif di media sosial. Dia menampilkan aktivitas sehari-harinya di akun Instagram resminya, @paulo80sergio. Akun itu memiliki 120 ribu pengikut dan mengikuti 560 akun.

Di akun tersebut, Sergio memamerkan semua aktivitas sepakbolanya sejak lama. Ada lagi berbagai kegiatan bersama keluarga. Produk-produk komersial juga ditampilkan pemilik postur 168 cm tersebut. Pasalnya, Sergio juga menjadi brand ambassador sejumlah merek dalam maupun luar Indonesia.  

Tapi, pada 18 Maret 2021, sebuah akun baru berlabel @paulo.sergio80 muncul. Sebuah gambar Sergio di depan mobil antik mini cooper kuning dengan nomor polisi DS-83-32 ditampilkan. Ada pesan khusus yang disampaikan.

"Untuk sang hacker jangan khawatir, saya di sini lagi. Pantang menyerah," tulis pesepakbola yang biasa beroperasi sebagai gelandang serang, sayap kanan, atau second striker tersebut.

Pesan itu muncul karena akun lama Sergio ternyata sudah diambil alih orang yang tidak bertanggung jawab. Akun itu masih eksis. Hanya saja foto profilnya sudah diganti. Foto-foto Sergio juga hilang. Hanya tersisa dua buah gambar tato di salah satu lengannya.