Ibrahimovic sampai mengeluarkan umpatan kasar.
Zlatan Ibrahimovic tampil begitu temperamental ketika AC Milan menang atas Benevento di San Siro. Legenda asal Swedia itu menilai rekan-rekannya gagal memaksimalkan setiap umpan dan peluang bagus.

Kekesalan Ibra terlihat pertama kali saat Hakan Calhanoglu membuang kesempatan memberikan umpan, walau Calhanoglu dan Theo Hernandez membawa I Rossoneri meraih tiga poin dari pertandingan tersebut.

Kejadian Ibra ngomel kepada rekannya terlihat jelas lewat tayangan video yang diunggah pencinta Milan di Twitter. Pada menit ke-34, Calhanoglu memberikan sentuhan manis di sisi kanan sebelum memberikan umpan kepada Rafael Leao di tiang jauh.

Leao tidak bisa berbuat apa-apa dan bola keluar dari permainan yang menghasilkan tendangan gawang. Hasil ini yang sepertinya tak diterima Ibra, karena pemain berusia 39 tahun ini sempat berlari ke dalam kotak penalti Benevento.



 



 
Dengan nada marah memberi isyarat, Ibrahimovic terdengar berteriak: "Aku tidak mengerti kamu. Aku tidak mengerti kamu!"

Di babak kedua, pemain kenyang pengalaman itu kembali terlihat marah setelah Samu Castillejo tidak memanfaatkan backheel-nya yang luar biasa untuk mencetak gol.

Ketika seorang bek Benevento mendekati, Ibrahimovic menjentikkan bola ke udara dan menghasilkan umpan voli luar biasa. Karya itu bagus sekaligus menunjukkan kualitas dari seorang Ibra.

Sayang, walau kembali bersemangat, tampak jelas frustrasi yang diperlihatkan Ibra di pertandingan tersebut. Ibra sejatinya ingin memaksimalkan setiap kesempatan menjadi gol.

 


 
Kemenangan itu membuat Milan berada di urutan keempat di Serie A musim ini. Mereka berbagi poin sama dengan Atalanta Bergamo dan Juventus di posisi kedua dan ketiga.

Dengan torehan 15 gol di liga sejauh ini, manajemen I Rossoneri percaya Ibra akan memberikan kontribusi terbaiknya. Apalagi, mereka baru saja memberikan perpanjangan kontrak kepada Ibra. Kontrak itu membuatnya bakal bakal melampaui ulang tahunnya ke-40 di San Siro.

"Ibrahimovic adalah seorang juara dan seorang juara membuat semua orang di sekitarnya meningkatkan permainan mereka. Kehilangannya jelas merusak tim, tapi kami telah bereaksi terhadap kesulitan dan menunjukkan karakter," kata Pelatih Milan, Stefano Pioli, kepada Football Italia, dilansir Sportbible.com.

"Merupakan keuntungan ketika kita tidak memberi kesempatan kepada lawan. Dan, Zlatan memiliki kecerdasan taktis yang hebat. Dia tahu bagaimana bergerak mencoba mencari ruang," timpal Pioli.