Sudah pasti Cristiano Ronaldo paling atas. Setelah itu siapa lagi? inilah daftarnya.
Seperti kebanyakan turnamen internasional lainnya, Euro 2020 juga memiliki drama, sensasi, gol, dan kekecewaan. Demi menjaga eksistensi timnya, para pelatih akan cenderung menggunakan gaya sepakbola pragmatis yang mengutamakan hasil.

Hipotesis seperti itu wajar dan selalu terbukti menjadi kebenaran saat turnamen berakhir. Itu karena durasi yang lebih singkat dan lantaran turnamen internasional dimainkan dengan sistem gugur. Jadi, tim cenderung lebih fokus untuk menjaga lawan mereka agar tidak mencetak gol daripada mengejejar banyak gol atau permainan indah.

Meski sepakbola internasional berorientasi pada pertahanan dan taktik, tim sering bergantung pada seorang penyerang untuk memenangkan pertandingan. Semifinalis Spanyol dan pemenang Italia, yang secara tradisional dikenal dengan pertahanan kokoh, memuncaki daftar pencetak gol di Euro 2020 dengan masing-masing 13 gol.

Cukup banyak pemain penyerang dari kedua tim dan beberapa tim lainnya yang sukses di Euro 2020. Jadi, berikut ini peringkat 5 penyerang terbaik di turnamen tahun ini:


5. Federico Chiesa (Italia)

Federico Chiesa menikmati musim debut yang luar biasa bersama Juventus. Meski prestasi klub tak seperti biasanya, nyatanya Chiesa adalah salah satu pemain yang bersinar. Dia mencetak 14 gol dalam 43 penampilan, meski statusnya hanya pemain pinjaman dari Fiorentina.

Chiesa membawa performa tersebut ke Euro 2020. Setelah memainkan peran sebagai pemain pengganti dalam beberapa pertandingan pertama, Chiesa memulai pertandingan grup terakhir Italia melawan Wales dengan meraih penghargaan Man of the Match.

Chiesa mencetak gol pertamanya di turnamen melawan Austria pada babak 16 besar, meniru ayahnya Enrico, yang mencetak gol di Euro 1996. Chiesa kemudian membuka skor untuk Italia dalam hasil imbang 1-1 dengan Spanyol di semifinal.

Kecepatan Chiesa memberi dimensi tambahan pada serangan Italia. Dia adalah nyawa serangan di final melawan Inggris dengan memberi dua ancaman ke gawang Jordan Pickford sebelum tertatih-tatih karena cedera. Tapi, dia telah melakukan cukup banyak hal untuk tim di Euro 2020.




4. Raheem Sterling (Inggris)

Raheem Sterling sering menjadi salah satu pemain yang paling dikritik di sepakbola Inggris. Pemain sayap Manchester City itu mengalami salah satu musim yang paling mengecewakan saat hanya mencetak 14 gol dalam 49 penampilan di semua kompetisi dan mengakhirinya dengan hanya satu gol dalam 16 pertandingan.

Jadi, masuknya Sterling dalam starting line-up Gareth Southgate untuk Euro 2020 cukup membingungkan bagi sebagian besar penggemar dan pakar. Tapi, pemain itu membayar kepercayaan pelatih dengan mencetak gol dalam kemenangan di penyisihan grup atas Kroasia dan Republik Ceko.

Sterling juga mencetak gol pembuka dalam kemenangan 2-0 Inggris atas Jerman di babak 16 besar. Pemain sayap itu kemudian menjadi aktor dibalik penalti kemenangan melawan Denmark di semifinal.


3. Patrik Schick (Republik Ceko)

Penampilan Patrik Schick untuk Republik Ceko di Euro 2020 sensasional. Striker Bayer Leverkusen ini terbukti menjadi jimat bagi negaranya. Mencetak lima gol dari penampilannya dan membawa timnya sampai ke perempat final sebelum dikalahkan Denmark.

Gol Schick dari garis tengah melawan Skotlandia dalam pertandingan grup pembuka dianggap sebagai salah satu gol terbaik dalam sejarah Kejuaraan Eropa. Striker itu dicap sebagai salah satu prospek muda paling cemerlang di Eropa selama waktunya bersama AS Roma. Penurunan tajam dalam kariernya mengakibatkan banyak pakar mencapnya berlebihan. Tapi, Schick kini telah membuktikan keraguan orang salah.


2. Romelu Lukaku (Belgia)

Superstar Belgia ini menikmati salah satu musim terbaik dalam karier bersama Inter Milan sebelum tiba di Euro 2020. Romelu Lukaku mencetak 24 gol dalam 36 penampilan Serie A, membantu I Nerazzurri memenangkan Scudetto pertama dalam lebih dari satu dekade.

Pencetak gol terbanyak Belgia sepanjang masa ini memenuhi harapan publik di Euro 2020. Dia mencetak empat gol dalam lima pertandingan sebelum Setan Merah disingkirkan Italia di perempat final.




1. Cristiano Ronaldo (Portugal)

Banyak yang tidak menyangka Cristiano Ronaldo akan membuat dampak seperti yang dilakukan di Euro 2020, meski Portugal gagal mempertahankan gelar seusai kalah di babak 16 besar.

Pemenang Ballon d'Or lima kali ini datang dari Juventus. Di sana, dia mencetak 36 gol dalam 44 penampilan. Tapi, Ronaldo juga dikritik karena ketidakmampuannya membantu Juventus mempertahankan gelar Serie A dan mencapai tahap akhir Liga Champions. 

Di Euro 2020, pemain berusia 36 tahun itu mencetak lima gol hanya dalam empat penampilan. Ronaldo juga menjadi satu-satunya pemain yang mencetak gol di lima Kejuaraan Eropa berbeda. Dia juga menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen dengan 14 gol.