Di zaman Ferguson, mereka gemar membeli penyerang. Sekarang, pemain bertahan.
Manchester United tetap dicintai fansnya, meski telah ditinggalkan Sir Alex Furguson. Dia adalah sosok pelatih top dunia yang membawa Setan Merah menjuarai Liga Premier sebanyak 13 kali.

Dalam masa kepemimpinan Ferguson telah terlahir sederet nama pesepakbola kelas dunia. Sir Alex juga melakukan pembelian pemain dengan nilai fantastis seperti Andy Cole, Rio Ferdinand, Ruud van Nistelroy, hingga Michael Carrick. Prestasi yang dihasilkan juga tidak bisa dipandang sebelah mata.

Namun, bagaimana kondisi investasi pemain yang kini dilakukan Setan Merah? Sejak pensiunnya Sir Alex dari Old Traford, sudah ratusan juta pounds dihabiskan oleh MU untuk melakukan investasi pemain. Secara keseluruhan MU memang tidak kekurangan pemain kelas elite. Bahkan, sampai detik ini.

Salah satu ciri khas transfer MU setelah era Ferguson adalah keberadaan beberapa pemain belakang. Bahkan, MU kini dikaitkan dengan kepindahan bek tengah Real Madrid, Raphael Varane. Pemain berpaspor Prancis itu berpotensi besar akan menjadi punggawa MU musim ini. Itu berarti menambah panjang daftar bek MU yang dibeli setelah era Ferguson.

Berikut ini peringkat 10 besar bek terbaik yang didatangkan MU setelah era Sir Alex berakhir:


10. Diogo Dalot

Awalnya, Diogo Dalot diharapkan menjadi andalan di pertahanan MU untuk mengganti Antonio Valencia yang sudah tua. Tapi, pada kenyataannya Dalot tampil tidak sebaik saat di kampung halamannya, Portugal.




9. Matteo Darmian

Sama seperti Dalot, Matteo Darmian awalnya juga diharapkan menjadi pemain hebat di lini belakang MU. Tapi, seiring waktu berputar, dia tidak terlalu memuaskan di sisi kanan belakang. Hasilnya, dia hanya berlaga 60 kali di Liga Premier dalam empat tahun bertugas di Old Trafford.


8. Alex Telles

Dalam hal pertahanan Alex Telles bisa dibilang merupakan salah satu yang terbaik saat di FC Porto. Tapi, ketika pindah ke MU, hasilnya mengecewakan. Sepanjang 2020/2021, dia hanya merumput sembilan kali di Liga Premier.


7. Marcos Rojo

Sebenarnya, Marcos Rojo memiliki catatan yang lebih baik dari Dalot, Darmian, atau Telles. Tapi, entah mengapa pemain asal Argentina itu tidak sukses di MU. Dia telah memenangkan Piala FA, Piala Liga, dan Liga Eropa selama enam tahun di sana. Dua juga tampil menonjol.

Setelah cedera dan rajin duduk di bangku cadangan, Rojo kemudian kembali ke kampung halamannya. Dimulai dengan Estudiantes de La Plata, dia sekarang bermain di Boca Juniors. Beberapa hari lalu dirinya bahkan terlihat kerusuhan saat Boca bermain di Copa Libertadores versus Atletico Mineiro.


6. Eric Bailly

Cedera telah mencegah Eric Bailly memastikan dirinya di tim utama MU secara permanen.  Faktanya, pemain Pantai Gading itu telah melewatkan 99 pertandingan sejak bergabung dari Villarreal pada 2016. Itu berdampak serius pada status tim utamanya.

Jika dia bisa mulai mengatasi beberapa masalah cedera tersebut, tentu saja dia akan kembali menjadi pemain yang hebat dan biaya transfer Bailly yangg kini sebesar 30 juta pounds (Rp597 miliar) akan mulai terlihat lebih murah.


5. Daley Blind

Tentu saja penandatanganan paling sukses di era Louis van Gaal adalah Daley Blind. Dia tampil mengesankan baik sebagai peran sentral dalam bek tengah atau bek kiri. Pemain Belanda itu telah sukses mencatatkan 141 penampilan untuk MU sebelum ahirnya kembali ke Ajax.




4. Victor Lindelof

Sering diejek di hari-hari perdananya tampil bersama Setan Merah, Victor Lindelof mungkin bukan reinkarnasi dari Nemanja Vidic. Tapi, dia dinilai telah menjadi transfer yang cukup andal untuk MU.

Kemitraannya dengan Harry Maguire mungkin dinilai tidak terlalu mengesankan. Tapi, mereka dinilai cukup berkontribusi dalam membangun skuad yang seimbang. Sepertinya, yang dibutuhkan Lindelof sekarang adalah lebih memahami fungsi dan posisinya dengan lebih baik lagi.

Hingga sejauh ini, Lindelof adalah pemain belakang dengan performa yang cukup baik di MU. Tapi, untuk disebut sebagai pemain fantastis rasanya masih jauh!


3. Luke Shaw

Penting untuk diingat betapa mengerikannya cedera yang diderita Luke Shaw pada 2015. Karier sepakbolanya hampir direnggut kerena cedera yang dialami. Pemain Inggris itu hampir diamputasi setelah mengalami patah kaki saat melawan PSV Eindhoven di Liga Champions.

Tentu saja, butuh waktu yang sangat lama hingga dapat kembali ke performa terbaiknya seperti saat ini. Hanya Mourinho sepertinya manusia di dunia ini yang seringkali mengkritik tajam Shaw. Tapi, perlahan dunia mengetahui seberapa hebat kualitas Shaw sekarang.


2. Aaron Wan-Bissaka

Munculnya bek sayap baru di dalam skuad MU justru membuat Aaron Wan-Bissaka diejek karena dianggap kurang canggih dibandingkan dengan nama-nama besar selevel Trent Alexander-Arnold atau Reece James. Tapi, penilaian fans tidak sepenuhnya benar.

Wan-Bissaka bahkan digambarkan sebagai bek satu lawan satu terbaik di dunia oleh Jamie Carragher. Wan-Bisska telah memecahkan masalah jangka panjang di bek kanan untuk MU. Akhirnya, mereka memiliki bek elite di dalam timnya setelah hampir satu dekade sejak pensiunnya Gary Neville.




1. Harry Maguire

Yang menarik dari Harry Maguire adalah kurangnya kecepatan. Tapi, dia adalah sosok yang pantang menyerah dan tekun dalam berlatih. Dia pasti mampu mengatasi masalahnya dalam waktu dekat. Dia diharapkan mampu membenahi kekuarangannya tersebut sebelum musim baru dimulai. Sebab, kehadiran Maguire sangat mempengaruhi performa tim secara keseluruhan.

Dia adalah sosok yang mampu mendominasi dalam duel di udara sekaligus pahlawan bagi klub dan negaranya. Jika dia bisa memenangkan Liga Premier bersama MU, harga transfernya yang senilai 80 juta pounds (Rp 1,5 triliun) akan bernilai.