Ingat pepatah. Semakin tinggi menjulang pohon, semakin kencang angin menerpa.
Jangan bayangkan Youssoufa Moukoko sebagai seorang pria ringkih yang biasa, yang perlu Anda ketahui, pada tahun 2016 ia merupakan pemilik 141 gol dalam 88 penampilan di tim junior Dortmund.

Ia kemudian dipromosikan ke tim utama pada usia 15 dan pada usia 16 tahun 28 hari, Moukoko menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Bundesliga ketika ia mencetak gol melawan FC Union Berlin pada bulan Desember. 




“Saya ingin mengumpulkan lebih banyak menit daripada di musim pertama saya, mencetak lebih banyak gol, membuat lebih banyak assist. Saya selalu ingin berada di sana ketika tim membutuhkan saya." ucapnya dalam sebuah wawancara.

Sekarang dan sementara waktu, Youssoufa Moukoko telah membuat 15 penampilan untuk tim utama Dortmund.

"Tentu saja ini akan sulit. Tapi saya harus yakin dengan kemampuan saya. Saya butuh waktu bermain. Saya yakin saya akan punya lebih banyak waktu bermain."

Pernah Ingin Berhenti Bermain

Tampaknya Moukoko memang ditakdirkan untuk menjadi pusat perhatian sejak usia dini.  Moukoko, yang diperkirakan akan mencapai hal-hal hebat di masa depan, ternyata pernah terpikir hal konyol yang mungkin lumrah ketika sedang penat atau bahkan frustasi : berhenti bermain sepak bola.

Alasannya umum saja : ia merasa tekanan mulai banyak datang, semua ekspetasi dan tuntutan membebani kesenangannya dalam bermain sepak bola. Tapi memang begitu, semakin tinggi pohon semakin kencang angin menerpa.

"Saya tidak ingin melakukan ini pada diri saya lagi. Saya ingin berhenti, tetapi pelatih saya banyak membantu saya, dia mendukung saya. Saya bisa melupakan segalanya di lapangan."

Ini adalah sekilas cerita di balik layar, dimana penting untuk kita sadari bahwa penyerang kelahiran Kamerun itu perlu berjuang keras untuk bisa sampai ke titik yang sekarang.