Fans Chelsea mengaku selalu dirugikan wasit berkepala plontos ini.
Chelsea beruntung keluar dari lubang jarum setelah bermain imbang 1-1 kontra Liverpool di Anfield. The Blues harus bermain dengan 10 pemain setelah Reece James diusir keluar lapangan, meski banyak berpikir keputusan wasit begitu keras.

James memblokir tembakan Sadio Mane di dalam kotak penalti dan bola memantul dari lututnya ke lengannya.

Pemain Liverpool memprotes wasit Anthony Taylor yang disarankan untuk melihat VAR.

Taylor pun melakukannya dan memutuskan itu menjadi handball dan penalti. Paling kejam adalah sang pengadil lapangan menunjukkan kartu merah kepada pemain berusia 21 tahun tersebut.



Mohamed Salah kemudian mencetak gol untuk The Reds sekaligus menyamakan kedudukan. Gol Salah membuat skor menjadi 1-1 sebelum turun minum.

Edouard Mendy menendang bola dengan frustrasi dan melihat kapten Liverpool Jordan Henderson menghadapinya.

Itu memulai perkelahian kecil antara kedua pemain saat emosi berkobar di dalam Anfield.
Fans telah bereaksi terhadap insiden itu dan mereka pikir James tidak beruntung menyikapi kebijakan tersebut.

Sementara Antonio Rudiger juga mendapat kartu kuning karena memprotes penalti. Cesar Azpilicueta tak lupa dengan marah berdebat dengan Taylor saat turun minum menuju kamar ganti.

Penggemar Chelsea begitu marah sekali menimpati keputusan Taylor memberikan kartu merah kepada Reece. Mereka menghitung berapa banyak 'keputusan salah' yang dibuat wasit berkepala plontos tersebut.

Pendukung dan pemain sangat marah dengan Taylor dan ini bukan pertama kalinya ini terjadi.



Taylor menjadi wasit final Piala FA 2020 di mana Chelsea kalah dari Arsenal, menyusul kartu merah yang dijatuhkan kepada Mateo Kovacic.

Kiper Gunners Emiliano Martinez tampak menangani bola di luar areanya, tetapi itu tidak dihukum.
Beberapa insiden di utas di bawah ini dimulai pada 2014, yang berarti ada tujuh tahun pertumpahan darah.

Salah satu persaingan sepakbola yang paling intens dan terus terang aneh di mata fans The Blues.