Bagaimana mungkin anggota skuad juara dan finalis Euro 2020 tidak ada dalam nominasi?
FIFA telah mengumumkan daftar 30 calon peraih Ballon d'Or 2021. Ada yang sesuai ekspektasi. Tapi, beberapa nama lainnya tidak. Ada lagi yang seharusnya masuk, ternyata tidak ada.

Penghargaan pemain terbaik dunia itu kembali digelar setelah absen tahun lalu karena pandemi Covid-19. Seperti biasa, beberapa pemain bolak-balik masuk nominasi. Sebut saja Lionel Messi, Robert Lewandowski, Jorginho, Romelu Lukaku, Kylian Mbappe, N'Golo Kante, dan Cristiano Ronaldo.

Tapi, ada beberapa pemain bintang yang sebenarnya bermain bagus sepanjang 2020/2021 tidak masuk daftar. Mereka bermain bagus di kompetisi domestik, regional, maupun internasional dengan negaranya.



Berikut ini 5 pemain yang sebenarnya layak masuk daftar nominasi Ballon d'Or 2021, tapi tidak masuk:


1. Federico Chiesa (Juventus)

Statistik: 17 gol, tujuh assist

Gelar: Euro 2020, Coppa Italia, Supercoppa Italiana.

Penampilan Chiesa untuk Gli Azzurri dan Juventus seharusnya layak masuk dalam daftar 10 besar. Meski pemain sayap itu tidak menjadi starter reguler di Euro 2020; dia masuk sebagai supersub, mencetak gol-gol penting melawan Austria dan Spanyol.

Penampilan luar biasa dalam laga final melawan Inggris semakin mengokohkan posisinya sebagai salah satu penyerang muda terbaik di dunia saat ini.


2. Jan Oblak (Atletico Madrid)

Statistik: 14 clean sheets

Gelar: La Liga

Berkat penampilan gemilang bersama Atletico Madrid, penjaga gawang timnas Slovenia itu dinobatkan sebagai Pemain Terbaik La Liga. Dan, dia adalah sosok paling penting di mistar gawang Atletico.




3. Thomas Mueller (Bayern Muenchen)

Statistik: 11 gol, 21 assist

Gelar: Bundesliga, Piala Dunia Antarklub, DFL-Supercup

Tidak ada pemain dalam daftar 30 besar yang mencatat banyak assist untuk klub dan negara selama 2021 seperti yang dilakukan Mueller. Tapi, anehnya dia tidak masuk dalam daftar penerima penghargaan. Di level klub, capaian Mueller tak perlu diragukan sama sekali. Tapi, pemain berusia 32 tahun sedikit gagal dalam membuat Jerman meraih kejayaan di Euro 2020.

Namun, secara keseluruhan, musim lalu merupakan masa-masa yang luar biasa bagi salah satu pemain yang secara usia tak lagi muda.




4. Achraf Hakimi (Paris Saint-Germain)

Statistik: delapan gol, tujuh assist

Gelar: Serie A

Pemain asal Maroko itu dianggap sebagai bek sayap terbaik di dunia saat ini. Paling tidak selama sekitar satu tahun terakhir. Performa Hakimi menunjukkan bahwa dirinya memang layak diberi penghargaan lebih. Tak banyak bek yang bisa membuat banyak gol sekaligus assist.




5. Jadon Sancho (Manchester United)

Statistik 12 gol, 12 assist

Gelar: DFB-Pokal (Borussia Dortmund)

Musim lalu performa Sancho di Borussia Dortmund sama pentingnya dengan Erling Haaland. Pemain asal Inggris itu merupakan pemain sayap yang handal. Dia ikut membantu mengamankan posisi empat besar Bundesliga untuk Dortmund. Pemuda berusia 21 tahun itu juga mencetak dua gol di final DFB-Pokal.

Penampilan Sancho juga cukup bagus selama Euro 2020, yang berakhir dengan keberadaan Inggris di final. Saat ini, dia kembali ke Liga Premier bersama Manchester United.