Salah satu momen paling sportif di sepakbola yang dibicarakan orang hingga detik ini. Cek videonya!
Pertandingan sengit Liga Primer akhir pekan ini akan mempertemukan Liverpool dengan Arsenal. Bukan hanya musim ini, di masa lalu, pertemuan keduanya memunculkan banyak momen ikonik. Salah satunya saat Robbie Fowler masih membela The Reds.

Sejarah kompetisi Inggris mencatat perseteruan Liverpool dengan Arsenal sudah berlangsung lama. Kedua klub memiliki memori pertandingan yang luar biasa. 

Contohnya pada 1989 ketika terjadi bentrokan di Anfield. Arsenal memasuki pertandingan terakhir musim dengan hanya perlu menang dengan selisih dua gol untuk menjadi juara. Hasilnya, pada additional time babak kedua, Michael Thomas mencetak gol kedua untuk membawa The Gunners meraih kemenangan dengan margin dua gol.

Sebaliknya, bagi fans Liverpool, mereka pasti lebih suka mengenang final Piala FA 2000/2001 di Cardiff. Ketika itu, mereka benar-benar unggul 2-1 dari Arsenal setelah dua gol Michael Owen membuat Liverpool memenangkan trofi.

Namun, tidak semua pertemuan mereka terkait tensi tinggi dan ketegangan. Ada satu momen pertandingan yang menonjol dan sulit untuk terlupakan. Pasalnya, ini terkait spotivitas tinggi seorang maskot The Reds.

Momen bersejarah antara kedua belah pihak itu terjadi pada 1997. Arsenal dan Liverpool bertemu di Highbury dengan tim tandang menang 2-1. Tapi, terdapat kontroversi seputar gol kedua Liverpool pada malam itu. Dalam hal ini, Fowler menjadi aktor utamanya.

Seorang striker memang memiliki tugas mencetak gol. Tak jarang, banyak striker membuat tipuan dengan pura-pura terjatuh di depan gawang agar diberi hadiah penalti. Hebatnya, itu tidak berlaku bagi Fowler. Dia pernah mengajarkan bahwa kejujuran adalah yang utama.

Ketik Fowler jatuh di kotak penalti akibat gesekan dengan David Seaman, wasit Gerald Ashby saat itu langsung menunjuk titik penalti. Itu terjadi di area kanan kotak penalti The Gunners.

Namun, momen aneh terjadi. Sebelum para pemain Arsenal melancarkan protes, Fowler lebih dulu bertindak. Dia segera mencoba meyakinkan wasit untuk berubah pikiran karena dia mengaku tidak tersentuh oleh rekan setimnya di tim nasional Inggris tersebut. 

Tentu itu menjadi sikap luar biasa dari Fowler, hingga dianugerahi pujian dari UEFA atas kejujurannya. Tapi, dengan beberapa alasan, wasit mengabaikan klaim Fowler dan keputusan tetap berlaku. 

Beberapa detik skemudian, Fowler melangkah untuk mengeksekusinya. Dia sepertinya sengaja untuk tidak memasukkan bola ke gawang Seaman. Sayang, karena kurang koordinasi, bola rebond justru dimanfaatkan Jason McAteer untuk mencetak gol ke gawang Seaman.



Uniknya, seusai pertandingan, Fowler justru membantah kalau kegagalan penalti itu karena disengaja. "Saya hanya ingat bangun dan melihat David. Ada banyak pembicaraan tentang 'apakah itu diving atau tidak'. Tapi, saya kehilangan momentum ketika saya melompati dia dan jatuh," kata Fowler kepada Liverpool Echo.

"Itu bukan penalti dan karena dia adalah rekan saya di timnas, saya hanya mengatakan itu bukan penalti. Saya tidak berpikir ada terlalu banyak penggemar Liverpool yang bahagia atau terlalu banyak manajemen Liverpool yang bahagia di bangku cadangan. Tapi, dua hal baik muncul dari saya hari itu," tambah Fowler.

"Saya membantu Jasonmencetak gol pertamanya untuk Liverpool dan saya mendapat sertifikat fair play dari UEFA. Jadi, itu bukan hari yang buruk, dan kami juga menang. Saya tidak sengaja melewatkan penalti. Itu hanya penalti yang buruk. Tapi, itu semua terjadi ketika anda tidak mencetak gol. Saya mengingatnya dengan sangat, sangat baik sebenarnya," ungkap Fowler.

Anda tentu tidak bisa membayangkan banyak striker akan mencoba meyakinkan wasit untuk tidak memberi mereka penalti akhir-akhir ini, meski VAR tidak diragukan lagi akan menyimpulkan bahwa itu bukan penalti.