Apa yang sebenarnya terjadi?
Barcelona adalah klub impian banyak orang. Dan tidak mudah untuk bisa bermain bagus bahkan masuk ke tim utama bahkan sekedar untuk masuk daftar pemain klub Catalan itu.

Dan seorang pemain bernama
Xavi Simons hampir-hampir saja mewujudkan impian ribuan remaja seusianya. Simons adalah salah satu prospek terbaik yang pernah dimiliki Barcelona. Namun sayang, kiprah wonderkid  yang pernah memenangi  FIFA Youth Ballon d'Or sebanyak empat kali itu tak berjalan sesuai harapan para fans Barcelona, karena pada 2019 ia pindah ke ke Paris Saint-Germain (PSG).

Waktu itu usianya baru 16 tahun, dan pemain asal Belanda ini harus berpisah dengan klub yang telah mendidiknyadi akademi La Masia, selama delapan tahun.

Padahal selama di Camp Nou, pemain dengan rambut gimbal kribo yang ikonik itu terbilang tampil sangat menjanjikan.

Dan banyak pihak yang menilai kepergian Simons disebabkan karena faktor uang, diwartakan oleh Bein Sports, waktu itu Barcelona menyodorkan kontrak sebesar 100 ribu euro atau setara Rp. 1,5 miliar tetapi akhirnya kesepakatan tidak jadi.



Mengenai hal itu, salah satu teman dekat pemain yang digadang-gadang memiliki kemampuan seperti Xavi Hernandez ini,  Ferney Agudelo membantah klaim tidak jelas tersebut. Agudelo malah justru menyalahkan Blaugrana atas kepergian Simons.

"Ini bukan masalah uang," tegas Agudelo kepada L'Equipe, dikutip dari Marca.

"Xavi [Simons] fokus pada peningkatan kapasitasnya setiap harinya, tetapi Barcelona tidak dapat menjamin bahwa jika semuanya berjalan dengan baik, di mana dia akan melakukan debut di tim utama sebelum usia 18 tahun," ungkap Agudelo.

Agudelo bahkan mengungkapkan Simons sangatlah sedih ketika harus meninggalkan klub yang begitu ia cintai. Sampai-sampai Simons menangis sejadi-jadinya.

"Di pekan ketika dia memutuskan untuk pergi, dia menghabiskan waktunya di kamarnya sambil menangis," ujar Agudelo.

Terlepas itu, keputusan Xavi Simons hengkang ke Paris Saint-Germain, boleh dibilang menjadi langkah yang tepat untuk kariernya.

Dimana ia berhasil mencicipi atmosfer tampil di tim utama klub semusim setelah menjadi bagian Les Parisiens atau tepatnya di musim 2020/21. Dan di musim ini, nama Xavi Simons juga tak jarang diikutsertakan Mauricio Pochettino ke dalam skuad. Total, gelandang serang yang kini berusia 18 tahun ini telah dipercaya turun sebanyak tiga laga lintas ajang dengan torehan satu assist.




Dan sepertinya masa depan yang cerah akan menanti Xavi Simons. Kita nantikan saja.