Leverkusen usulkan kamar ganti berbeda untuk setiap pemain.
Bayer Leverkusen yakin kompetisi di Jerman bisa kembali dilanjutkan pada bulan Mei. Sebelumnya, badan tertinggi sepak bola Jerman, Deutscher Fußball-Bund atau DFB berharap pemerintah setempat mengeluarkan keputusan terkait perizinan pertandingan pada 30 April lalu namun tertunda dan baru akan diumumkan kembali pada 6 Mei.

"Yang paling penting adalah kami mendapat respon yang baik dari politisi untuk konsep kami terkait dengan pertandingan tanpa penonton (tertutup)," kata Direktur Sport Leverkusen Simon Rolfes kepada BBC World Service Sport.

"Mereka (pemerintah) berpikir bahwa kami dapat melakukannya.”

"Pada minggu depan kita akan melihat keputusan bagaimana. Saya tidak tahu kapan tetapi kami berharap kami bisa bermain lagi di bulan Mei, pertengahan atau akhir Mei, kami tidak tahu " tambah mantan kapten Die Werkself ini.

Wacana Bundesliga harus selesai pada tanggal 30 Juni juga menjadi faktor pendorong DFB untuk segera memulai Liga. Hal itu disebabkan adanya kesepakatan dengan sponsor dan penyiar, apalagi pekan lalu, pihak Liga sudah mengatakan siap untuk kembali pada 9 Mei , 16 atau 23 Mei sebagai kondisi yang realistis untuk kesehatan para pemain dan tim.

Dengan 9 pertandingan tersisa di musim ini, Bayern Muenchen masih memimpin klasemen, unggul 4 poin dari Borussia Dortmund. Sementara Leverkusen sendiri berada di posisi kelima dan tim asuhan Peter Bosz berambisi untuk mendapatkan satu tempat di Liga Champions.

"Kami juga berada di semi final DFB Pokal, dan kami masih di Liga Eropa," ujar Rolfes yang menegaskan para pemainnya tidak takut dengan pandemi Corona jika sepak bola kembali digulir.

Kabar terbaru, pada hari Jumat waktu Jerman, 3 pemain dari Cologne dinyatakan positif terkena virus corona yang membuat beberapa pihak meragukan Jerman bisa menggulir kompetisinya.

Terkait dengan adanya pemain yang positif corona, Simon Rolfes memberikan sebuah langkah antisipasi bila ada pemainya yang terkena virus corona.

“Setiap 3 atai 4 hari sekali di waktu pagi, ketika mereka bangun, mereka (pemain) akan mendapatkan lima pertanyaan yang harus mereka jawab dan itu berlaku untuk petugas pandemi yang ada disini dan kepala kedokteran kami. Jadi itu cek pertama di rumah," ujarnya.

“Lalu kami mencoba untuk memisahkan mereka sebanyak mungkin. Kami menggunakan ruang ganti yang berbeda di stadion untuk menjaga risiko seminimal mungkin,” pungkas pria berusia 38 tahun tersebut.