Masih ada Liga Premier dan Liga Champions. Mungkinkah?
Seperti deja vu, Liverpool kembali mengalahkan Chelsea lewat adu penalti di pertandingan final. Jika beberapa bulan sebelumnya di Piala Liga Inggris, sekarang Piala FA. The Reds unggul 6-5 (0-0) di Wembley, Minggu (15/5/2022) dini hari WIB. Ini jadi modal ke final Liga Champions.

Misi Liverpool mendapatkan quadruple perlahan dan pasti dijalankan, meski harus terseok-seok. Setelah Piala Liga Inggris, gelar kedua Piala FA didapatkan.

Gelar kedua musim ini didapatkan The Reds setelah Kostas Tsimikas sukses menjebol jala Edouard Mendy dalam babak tos-tosan yang dramatis dan menegangkan. Pasalnya, saat lima penendang pertama mengambil tugasnya, Cesar Azpilicueta dan Sadio Mane gagal.





Ketika skor 4-4, eksekusi dilakukan dengan sistem sudden death. Jika di Piala Liga Inggris, Kepa Arrizabalaga yang gagal; maka di Piala FA giliran Mason Mount.



Kini, dengan dua gelar di tangan, pasukan Juergen Klopp mengincar trofi ketiga dan keempat. Mereka bisa saja mendapatkan yang berikutnya. Bisa juga tidak. Pasalnya, di klasemen sementara Liga Premier, The Reds tertinggal tiga poin dari Manchester City. Sementara di Liga Champions, Real Madrid bukan tim kaleng-kaleng.



Jadi, kini layak dinantikan, bagaimana akhir perjalanan luar biasa Liverpool pada 2021/2022. Bisa dua gelar, bisa juga empat piala.