Ada seruan dari para penggemar untuk mempensiunkan jersey No 9, Namun Inzaghi menentang usulan itu.
Lewatlah sudah hari-hari dimana lawan akan dilanda ketakutan ketika melihat No 9 tertulis di bagian belakang jersey bergaris merah dan hitam AC Milan. Sekarang agaknya para bek lawan cenderung menganggap enteng para penyerang Rossoneri nomor 9.

Pada dasarnya, seragam No 9 di tim sepak bola mana pun memiliki bobot yang besar. Terlebih lagi di AC Milan. Sebab di San Siro jersey No 9 telah dikenakan oleh beberapa legenda besar sepak bola tumbuh dalam balutan seragam itu.

Mulai dari Marco van Basten, Jean-Pierre Papin, George Weah hingga legenda modern seperti Filippo 'Inzaghi. Namun sejak Super Pippo pensiun pada tahun 2012, angka tersebut tampaknya kehilangan kemilau. Seolah seperti kutukan.

Kutukan pemain nomor 9 di AC Milan



Sejak Inzaghi pensiun pada tahun 2012, sebanyak sembilan pemain telah mengambil alih jersey No. 9 di AC Milan. Tapi tidak ada yang mampu memberikan pengaruh sebesar pendahulunya.

Alexandre Pato mengambil alih nomor tersebut, setelah sebelumnya mengenakan jersey nomor 7.

Tapi reputasi nomor itu tak sebanding dengan upayanya, Pato hanya berhasil mencetak dua gol dalam tujuh pertandingan, sebelum kembali ke Corinthians pada 2013.

Setelah kepergian Pato, Alessandro Matri diberikan kaos tersebut setelah penandatanganan dari Juventus. Dan Matri tampil jauh lebih buruk, ia hanya mencetak satu gol dalam delapan belas pertandingan.

Berikutnya adalah Fernando Torres yang diberi kepercayaan dan tanggung jawab membawa kembali kemuliaan pada seragam tersebut. Tapi pemain Spanyol itu juga gagal, dengan hanya mengantongi satu gol dalam sepuluh pertandingan.

Mattia Destro kemudian mengambil alih dari mantan bintang Atletico Madrid itu, tetapi juga gagal, sebab ia hanya mencetak tiga gol dalam 15 pertandingan.

Musim 2015/16 AC Milan menaruh kepercayaan pada rekrutan baru Luiz Adriano, yang didatangkan dari Shakhtar Donetsk. Namun, pemain Brasil itu hanya mencetak empat gol sebelum akhirnya mengganti jersey dengan nomor No 7.



Yang tampil sedikit lebih baik, tapi masih belum bisa mematahkan mitos kutukan nomor 9 adalah Gianluca Lapadula yang tiba dengan bekal musim yang gemilang di Serie B pada musim panas 2016 dan Milan segera memberinya kaos No 9. Tapi tanggung jawab itu terbukti terlalu besar untuknya, karena dia hanya mencetak delapan gol dalam 29 pertandingan sebelum akhirnya pindah ke Genoa.

Andre Silva, yang dianggap sebagai calon bintang dan masa depan sepak bola Portugal tiba pada 2017 dan mengambil alih seragam No 9, tetapi tidak lebih baik. 40 pertandingan dan hanya 10 gol. Silva lalu dikirim dengan status pinjaman saat Gonzalo Higuain tiba pada 2018/19.

Dengan kedatangan pemain Argentina itu, setelah menjalani kampanye spektakuler bersama Juventus, kutukan itu terasa seperti akan berakhir. Tapi itu tidak terjadi, karena Higuain hanya berhasil mencetak delapan gol dalam 22 pertandingan sebelum berangkat ke Chelsea.

Ketika Krzysztof Piatek dikontrak dari Genoa pada Januari tahun lalu, dia meminta jersey No 9. Tetapi dia diberitahu bahwa hak untuk memakai nomor keramat itu harus 'diperoleh'.



Sebagai gantinya, mula-mula Piatek diberi kaos No 19 dan striker itu berkembang pesat. Dia mencetak sembilan gol dalam 18 pertandingan, menjadi pemain tercepat yang mencetak enam gol untuk klub.

Terkesan dengan penampilannya, Milan memberinya kaus No 9 di awal musim 2019/20. Tapi, Piatek, seperti semua pemain sebelumnya, ia gagal memenuhi harapan klub.

Secara total, sejak Inzaghi pensiun pada tahun 2012, sembilan pemain nomor 9 AC Milan hanya mencetak total 29 gol di Serie A.

Untuk lebih jelas, jika digambarkan dalam bentuk tabel, kira-kira begini riwayat sembilan pemain yang mengenakan jersey nomor 9 nya :

1. Pato : 2 gol dari 7 laga
2. Matri : 1 gol dari 18 laga
3. Destro : 3 gol dari 15 laga
4. Torres : 1 dari 10 laga
5. Luiz Adriano : 6 gol dari 29 laga
6. Lapadula : 8 gol dari 29 laga
7. André Silva : 10 gol dari 40 laga
8. Higuaín: 8 gol dari 22 laga
9. Piatek : 5 gol dari 20 laga

Sungguh menyedihkan mengingat sudah sembilan tahun sejak AC Milan memenangkan trofi utama, sembilan pemain nomor 9 telah mencoba mengambil alih tanggung jawab jersey tersebut dari Inzaghi, tapi semuanya gagal.

Ada seruan dari para penggemar untuk mempensiunkan jersey No 9, Namun Inzaghi menentang usulan itu.

“Jika seseorang mencetak gol dengan Milan No 9 di punggungnya, maka saya senang,” kata Inzaghi kepada Sky Sport Italia pada Januari.

“Jadi, mari kita akhiri 'kutukan' ini. Tidak benar untuk memuseumkan No 9 karena seseorang harus selalu memakainya.”

Nasib Nomor 9 Berikutnya Milik Siapa?

Jarang ada klub sepak bola yang tampak bersemangat ingin mendatangkan penyerang veteran di atas usia 34, namun AC Milan telah melakukan hal itu dengan mengumumkan penandatanganan Mario Mandzukic.

Setelah sebelumnya, mereka menggaet kembali Ibrahimovic dan itu terbukti efektif dalam mengangkat performa Milan, saat ini Rossoneri berada di jalur Scudetto alias sementara waktu duduk di puncak klasemen Serie A.

Mandzukic yang telah berusia 34 tahun tidak memiliki klub sejak dia meninggalkan Al-Duhail dari Qatar pada Juli, dan dia sekarang telah menandatangani kontrak di Milan yang akan berjalan hingga akhir musim 2020/21.

Dan dengan opsi tambahan perpanjangan kontrak satu tahun jika pasukan Stefano Pioli lolos ke Liga Champions, Mandzukic akan mengenakan jersey No 9 bersama Milan. Nomor yang dianggap terkutuk sejak kepergian Filippo Inzaghi.

Lantas bagaimana nasib Mandzukic, kita bakal mengetahuinya dalam waktu dekat.