Misi kemanusiaan yang dilakukan AS Roma unik dan beda. Banyak orang berterima kasih.
Ada banyak cara yang dilakukan klub untuk menjalankan misi kemanusiaan. Ada yang membantu orang miskin, menolong anak-anak yatim, hingga memberikan akses pengobatan. Tapi, yang dilakukan AS Roma unik dan beda.

Associazione Sportiva Roma adalah klub sepakbola profesional Italia yang berbasis di Roma. Didirikan lewat merger pada 1927, Roma selalu berpartisipasi di divisi teratas Italia kecuali musim 1951/1952. Roma telah memenangkan Serie A 3 kali, pada 1941/1942, 1982/1983, dan 2000/2001. Lalu, Coppa Italia 9 kali dan Supercoppa Italiana 2 kali.

Limabelas pemain telah memenangkan Piala Dunia saat bermain di Roma. Mereka adalah Attilio Ferraris, Enrique Guaita, dan Guido Masetti (1934); Aldo Donati, Eraldo Monzeglio, dan Pietro Serantoni (1938); Bruno Conti (1982); Rudi Voller dan Thomas Berthold (1990); Aldair (1994); Vincent Candela (1998); Cafu (2002); Daniele de Rossi, Simone Perrotta, dan Francesco Totti (2006).

Sebagai klub tradisional di Italia, tingkah para pemain Roma selalu menjadi sorotan media. Hal itu sangat disadarai manajemen. Mereka menjadikan pemain sebagai media promosi komersial maupun sosial. Salah satu contohnya iklan pencarian orang hilang.

Fakta menunjukkan, setiap kali Roma mengumumkan kedatangan pemain baru di sejumlah platform media sosial yang dimiliki, selalu saja disandingkan dengan iklan orang hilang. Sejauh ini sudah ada lebih dari 100 iklan orang hilang yang dijalankan. Bukan hanya di Italia, melainkan juga Inggris, Eropa, dan di banyak negara lain.

Salah satu orang yang berterima kasih atas inisiatif Roma adalah Peter Boxell. Dia telah kehilangan putranya, Lee, selama 31 tahun, ketika menonton klub favoritnya Sutton United. Upaya untuk menemukan Lee, yang hilang pada usia 15 tahun, telah melibatkan ribuan polisi dan berbagai cara, termasuk muncul di acara televisi Britain's Got Talent.



Ketika kasus Lee ditampilkan di saluran media sosial Roma, lusinan penggemar Serigala Ibu Kota Italia itu melakukan kontak untuk menawarkan dukungan kepada Peter dan mendoakannya dengan baik dalam pencariannya. Meski anaknya belum ditemukan, Boxell mengaku sangat berterima kasih.

"Sulit untuk dijelaskan. Tapi, itu membuat kami merasa seperti kami tidak sendiri dan bukan satu-satunya yang menderita. Itu memberi saya harapan bahwa jika bukan putra saya, seseorang di tempat lain akan dikenali dari permohonan dan dipersatukan kembali dengan keluarga mereka," kata Boxell, dilansir BBC Sport.

Langkah Roma adalah ide salah satu petinggi klub, yaitu Paul Rogers. Dia mengatakan terobsesi dengan kisah band rock, Soul Asylum. Pada 1990-an band tersebut menampilkan iklan anak-anak yang hilang dalam klip video lagu hit berjudul Runaway Train.

"Kami telah membangun kehadiran media sosial yang cukup besar dan memasuki bursa transfer musim panas. Kami pikir kami memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu yang lebih bermakna. Sepakbola di media sosial kadang-kadang bisa sangat beracun. Kami pikir kami bisa melakukan sesuatu yang berlawanan dengan itu," kata Rogers.

Reaksi dari para pendukung di seluruh dunia sangat positif. Lima anak yang ditemukan termasuk dua dari Kenya, dua remaja perempuan dari London, dan seorang laki-laki dari Belgia.

"Satu yang ditemukan itu brilian. Tapi, lima adalah luar biasa. Ini benar-benar ide yang luar biasa dan bukan sesuatu yang saya bayangkan sebelumnya. Banyak anak pergi ke pertandingan sepakbola. Jadi, cara baru untuk mendapatkan kabar tentang anak yang hilang patut dilakukan," ungkap Boxell.



Rogers mengatakan itu "menegangkan" ketika pertama kali bertemu dengan National Center for Missing and Exploited Children yang berbasis di Amerika Serikat (AS) untuk memberi tahu mereka tentang bagaimana Roma berpotensi membantu. Dan, setelah membuat video mock-up menggunakan kasus anak-anak hilang dan menunjukkan pada jutaan pengikut di media sosial Roma, mereka kagum oleh idenya.

"Salah satu hal yang mereka katakan yang mengejutkan saya adalah, sebagian besar merek mencoba menjauhkan diri dari hal seperti ini karena kehilangan anak adalah subjek yang sangat sensitif dan mungkin anda tidak ingin dikaitkan dengannya," ucap Rogers.

"Kami mengatakan ingin membantu 100%. Kami merasa bahwa meski tidak ada anak yang ditemukan, kami masih dapat meningkatkan kesadaran tentang kasus, masalah anak hilang, dan organisasi yang melakukan pekerjaan itu," tambah Rogers.

Statistik menunjukkan, lebih dari 86.000 anak hilang di Inggris setiap tahun. "Sebagian besar anak ditemukan dalam 24-28 jam pertama dan hanya 1% yang masih hilang setahun kemudian," ujar pimpinan sebuah LSM pemberdayaan anak di Inggris, Missing People, Jo Youle.

Missing People mengatakan alasannya berkisar dari masalah di rumah atau sekolah, hingga penyakit mental dan bahkan eksploitasi seksual. Secara total, video anak-anak hilang milik Roma telah ditonton lebih dari 9 juta kali dan bekerja bersama 12 organisasi di seluruh dunia, termasuk AS, Inggris, Italia, Spanyol, dan Kenya. Mereka berencana untuk melanjutkan kampanye itu setiap transfer window.

"Roma telah menjadi pelopor dalam hal ini dan telah menunjukkan seberapa besar pengaruh yang dapat dimiliki klub sepakbola. Saya berharap ini akan menginspirasi klub lain untuk melihat seberapa besar keterlibatan pendukung mereka dan membuat mereka bangga menjadi bagian dari kelompok yang membantu dengan cara ini," ungkap Youle.

Gagasan untuk menampilkan anak-anak yang hilang pada saat transfer window bisa mengganggu beberapa orang. Tapi, sebenarnya ini memanfaatkan dua faktor yang unik di sepakbola. Saat mengumumkan pemain baru di saluran media sosial, klub langsung memiliki momen viral, yang merupakan kesempatan sempurna untuk menyebarkan pesan kemanusiaan.

Dan dengan merekrut pemain dari negara tertentu, mereka memiliki saluran untuk pemirsa tertentu dengan minat yang tinggi. Jadi, ketika Roma mendatangkan Chris Smalling dari Manchester United, mereka tahu itu akan menarik lebih banyak minat dari Inggris. Karena itulah video tersebut menampilkan anak-anak hilang di Inggris.

Hal yang sama juga diterapkan saat Davide Zappacosta bergabung dari Chelsea. Gadis pertama dari London ditemukan setelah tampil dalam video pemain sayap itu. Itu adalah taktik serupa yang digunakan dalam video Soul Asylum.

Meski tidak dapat dikatakan secara pasti bahwa kelima anak yang hilang tersebut ditemukan sebagai hasil dari video Roma, Rogers mengatakan bahwa dengan membantu meningkatkan kesadaran akan kasus tersebut. Begitu seorang anak ditemukan, jejak identitas anak itu harus dihapus dari akun media sosial.

"Kami melihat beberapa reaksi yang mengatakan 'ini membuat saya sedih pada saat saya tidak merasa seperti itu'. Yang lain berkata 'mengapa tidak melakukan ini di lain waktu?' Tapi, intinya adalah transfer window adalah momen viral. Kami bisa menunjukkan pos anak hilang kapan saja sepanjang tahun. Tapi, kami tidak akan mendapat banyak perhatian," beber Rogers.

"Itu kerja yang cukup berat. Tapi, saya ingat mendapat telepon dari Missing People untuk gadis pertama yang ditemukan dan itu adalah salah satu panggilan terbaik yang pernah saya terima. Rasanya lebih baik dari memenangkan pertandingan apa pun atau bahkan Liga Champions," tambah Rogers.

Apakah klub lain akan memiliki dampak yang sama seperti Roma? Masih bisa diperdebatkan. Bagian dari kesuksesan klub berasal dari memiliki pemirsa media sosial yang mapan yang melampaui batas Italia. Tapi, setelah melihat bagaimana kampanye tersebut telah menyatukan para penggemar, Rogers lebih banyak klub dapat bersatu untuk meluncurkan kampanye serupa untuk Hari Anak Hilang Internasional pada 25 Mei setiap tahunnya.

Lima anak dipertemukan kembali dengan keluarga mereka setelah kampanye Roma. Bayangkan jika klub seperti Barcelona atau Manchester United atau Liverpool yang terlibat?

"Saya tidak akan pernah memberi tahu klub lain apa yang harus atau tidak boleh mereka lakukan, dan kebanyakan dari mereka melakukan banyak hal baik di komunitas. Tapi, itu akan menjadi hal yang sangat kuat untuk dilakukan dan itu akan mengirimkan pesan yang baik," kata Rogers.

"Saya tidak cukup naif untuk berpikir bahwa Roma dapat mengubah dunia dengan sendirinya. Tapi, saya yakin bahwa klub sepakbola dapat mengubah dunia bersama-sama," pungkas Rogers.