Kylian Mbappe dianggap lebih baik ketimbang Neymar dari segala aspek. Aset sepakbola terpanas dunia saat ini.
Pertarungan panas di jagad sepak bola tidak hanya bicara rivalitas tim, ada kalanya pertarungan datang dari pemain bintang yang saling unjuk kehebatan melalui performa dan prestasi di lapangan hijau.

Kylian Mbappe merupakan aset terpanas di dunia sepak bola saat ini dan sekali lagi menggarisbawahi bahwa kemampuannya memang sangat luar biasa. Sebut saja saat dirinya sukses mencetak hattrick saat melawan Barcelona di Camp Nou. Prestasi ini telah membuat kariernya melejit setinggi langit.

Mulanya dia muncul di panggung sepak bola sebagai remaja biasa di Monaco, di mana dia membantu klub berbicara banyak di pentas Liga Champions. Mbappe juga menjadi pelopor timnya meraih gelar Ligue 1 musim 2016/2017.

Sejak saat itu, punggawa tim nasional Prancis itu telah berubah menjadi pemain kelas dunia yang sangat bonafit. Bahkan, sanggup menyetarakan namanya dengan sederet pemain bintang di setiap kompetisi yang dia mainkan.

Nah, bicara rivalitas antarpemain, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sudah melakukannya dalam 15 tahun terakhir. Persaingan mereka membuat tidak ada pemain lain yang dapat melewati capaian prestasi keduanya.

Namun, rivalitas bintang dunia tersebut sudah mendekati tahun-tahun terakhir. Perhatian pencinta sepak bola dunia mulai beralih menuju pemain bintang yang paling mungkin mengambil alih tahta mereka tersebut. Paling tidak suksesor itu memiliki sederet prestasi kelas dunia yang tak kalah dari Messi atau Ronaldo.

Selain Mbappe, Neymar da Silva Santos Junior cukup populer sebagai pemain terbaik dari generasi ketiga sepak bola modern ini. Secara prestasi dan performa, pemain asal Brasil itu layak menyandang gelar tersebut. Neymar telah meraih kesuksesan cukup mengesankan dalam pentas sepak bola dunia sejak dirinya melakukan debut bersama Santos.

Dia telah mencapai status legendaris di Barcelona, Paris Saint-Germain, serta timnas Brasil. Topik diskusi umum dalam beberapa tahun terakhir kini mulai ramai dengan bahasan memperbandingkan antara Neymar dengan Mbappe. Rivalitas keduanya ibarat monster yang mulai merajai dunia sepak bola saat ini.

Meskipun kemampuan Neymar tidak diragukan lagi, namun banyak sisi lain yang justru akan membuat Anda mempertimbangkan Mbappe sebagai pemain yang lebih baik.

Berikut lima alasan mengapa Mbappe menjadi pemain yang lebih baik dari Neymar.

5. Kylian Mbappe Memiliki Catatan Kebugaran yang Superior



Dalam sepak bola tingkat elit, kebugaran merupakan bagian integral dari permainan. Perhatian khusus sengaja diberikan untuk menjaga pemain tetap fit, terutama melalui intensitas fokus yang tinggi pada pola makan dan pola pelatihan mereka.

Namun, karena sifat sepak bola sebagai olahraga yang langsung berinteraksi dengan tubuh, bahaya cedera masih menjadi bagian dari momok mengkhawatirkan. Aksi tekel dan permainan fisik kerapkali menyebabkan masalah cedera bagi para pemain.

Gaya permainan Neymar yang hebat dalam menggocek lawan membuatnya harus menerima sejumlah tekel kasar. Pelanggaran itu sering kali menyebabkan dirinya sempat absen dalam beberapa pertandingan akibat cedera.

Sejak bergabung dengan PSG pada musim panas 2017, mantan pemain Barcelona itu memiliki tidak kurang dari 15 masalah cedera yang membuatnya absen lebih dari 80 pertandingan. Sebagian besar pertandingan ini terjadi pada perebutan poin-poin penting Les Parisiens dan catatan kebugaran yang buruk membuatnya tidak bisa memainkan peran dengan maksimal.

Sebaliknya, Mbappe belum pernah mengalami cedera serius dalam kariernya. Masa absen terlamanya adalah ketika dia absen selama sebulan karena cedera hamstring pada 2019.

Catatan kebugaran Mbappe yang superior membuat dia bisa diandalkan untuk tampil di saat-saat yang paling penting. Rekam jejak cedera Neymar yang buruk membuat Mbappe jelas mengungguli Neymar dalam hal kebugaran, sehingga menempatkan pemuda Prancis itu pada pencapaian yang lebih tinggi.

4. Sosok yang Sangat Profesional

Selain catatan kebugaran Neymar yang buruk, dia juga dituding kurang profesional meski berpredikat sebagai pesepak bola elit. Itu merupakan ciri khas sebagian besar pemain dari negara Amerika Selatan, dengan kegemarannya berpesta hingga larut malam, dan pola hidup yang tidak teratur.

Sejarah menunjukkan karier pemain sesuai dengan pola hidup mereka, tapi kebanyakan dari mereka justru gagal mencapai posisi lebih tinggi karena menjalani pola hidup yang tidak karuan.

Ada laporan Neymar begitu dimanjakan oleh dewan PSG, termasuk  kelonggaran yang diberikan kepada Neymar untuk memilih pertandingan yang ingin dia ikuti. Dia juga dilaporkan bersumpah untuk 'terus berpesta' ketika dituduh tidak dewasa di masa lalu.

Pemain terhebat di dunia membedakan diri mereka dari rekan-rekan mereka dengan memperhatikan detail menit mereka. Perhatian besar juga diberikan untuk memastikan tubuh mereka dalam kondisi bugar untuk mendapatkan prestasi maksimal.

Anda tidak perlu melihat lebih jauh sampai harus repot membandingkannya dengan Cristiano Ronaldo untuk melihat efek profesionalisme pada karier seorang pesepak bola. Mbappe menganggap punggawa timnas Portugal itu sebagai idola dan mencontohkan konsistensi performa permainannya dan disiplin dalam berlatih.

Pemain timnas Prancis itu sejauh ini tidak pernah terlibat dalam masalah di luar lapangan sepanjang kariernya dan mencoba untuk mempertahankan tingkat profesionalisme tertinggi dalam kariernya. Perbedaan signifikan dalam pendekatan karier mereka membuat Mbappe berpeluang besar menjadi pemain yang ditakdirkan untuk dapat mencapai level tertinggi dalam karier sepak bolanya.

3. Momen yang Lebih Menentukan dalam Beberapa Tahun Terakhir



Mbappe dan Neymar bergabung dengan PSG pada musim panas 2017. Mereka memainkan peran dalam memperkuat status klub sebagai kekuatan paling dominan di kompetisi Prancis.

Namun, dalam empat tahun terakhir, Mbappe memiliki momen-momen yang lebih menentukan ketimbang Neymar di panggung terbesar sepak bola.

Sementara Neymar tenggelam di Rusia (tuan rumah Piala Dunia 2018), Mbappe terbukti menjadi kekuatan pendorong saat Prancis memenangkan gelar juara dunia untuk yang kedua kalinya.

Pemain berusia 19 tahun itu menjadi berita utama di seluruh dunia dengan penampilannya di Mundial. Penampilan khasnya datang di final di mana dia mencetak gol terakhir untuk menyamai rekor 60 tahun Pele sebagai pencetak gol remaja di final Piala Dunia.

Cedera Neymar dalam beberapa tahun terakhir telah membuatnya kehilangan beberapa peluang untuk tampil luar biasa.

Penampilan Neymar pada musim 2019/2020, di mana dirinya sukses membawa PSG ke final Liga Champions UEFA. Bisa dibilang itu menjadi satu-satunya penampilan marquee-nya dalam empat tahun terakhir.

Sebaliknya, penampilan Mbappe jauh lebih menentukan, dengan suksesnya mencetak hattrick saat melawan Barcelona di Camp Nou sebagai catatan sejarah baru pembuktian kemampuan seorang Mbappe yang luar biasa.


2 Usia Memberinya Keuntungan

Neymar berusia 29 tahun pada 5 Februari 2020, sementara Mbappe berusia 22 tahun pada Desember 2020. Saat Neymar mendekati akhir kariernya, Mbappe tampaknya masih memiliki setidaknya satu dekade untuk membawanya terus berada di level atas.

Rekor cedera Neymar yang buruk semakin memperburuk keadaan. Setelah hampir mencapai puncak kariernya, Neymar justru memiliki sedikit waktu untuk dapat meningkatkan kemampuannya.

Di sisi lain, Mbappe masih disebut sebagai 'anak muda' yang baru saja memulai kariernya dan belum mencapai puncaknya. Setelah tampil di level tinggi begitu lama, mudah untuk melupakan bahwa pemenang Piala Dunia tersebut ternyata masih memiliki ruang besar untuk mempertajam kemampuannya.

Pemain berusia 22 tahun ini adalah talenta spesial dan dia dapat terus meningkatkan prestasinya. Dia pasti akan menjadi salah satu pemain terhebat sepanjang masa.
 

1. Kylian Mbappe bisa Dibilang Lebih Penting bagi PSG



Terlepas dari usianya, Mbappe telah membuktikan kontribusi besarnya untuk PSG. Kemampuan yang luar biasa membuat dirinya mampu memikul sebagian besar beban mencetak gol di Parc des Princes.

Absennya Neymar yang meningkat karena cedera telah menempatkan tanggung jawab ekstra pada pemain Prancis itu, tapi dia telah membuktikannya.

Mbappe telah mengungguli Neymar di dua musim terakhir dan menjadi pencetak gol terbanyak klub di musim ini.

Mantan pemain Monaco itu juga telah memainkan lebih banyak pertandingan daripada pemain Brasil itu di PSG, termasuk memainkan 40 pertandingan tambahan sejak bergabung dengan klub pada 2017. Semua poin keunggulan ini membuat Mbappe lebih penting bagi perjuangan PSG daripada Neymar.