Fritz Walter Medal adalah penghargaan untuk pemain U-19 terbaik di Jerman yang digelar sejak 2005. Bagaimana nasibnya sekarang. Ada Kai Havertz.
Sejak penampilan yang buruk Euro 2000, Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB) dan klub-klub Bundesliga berkomitmen untuk fokus mengembangkan pemain muda. Pendekatan ini berhasil dengan kemenangan di Piala Dunia 2014.

Untuk merangsang para pemain muda diberi kesempatan tampil, maka sejak 2005 penghargaan untuk pemain U-19 terbaik digelar menggunakan label "Fritz Walter Medal". Medali itu dinamai sesuai nama kapten pemenang Piala Dunia 1954, Friedrich "Fritz" Walter.

Dia juga berstatus legenda Kaiserslautern karena menghabiskan seluruh kariernya di sana. Namanya abadi menjadi stadion kandang klub yang kini sedang terperosok ke Liga 3 (kasta ketiga) tersebut.

Semasa aktif bermain, baik dengan Der Panzer atau Die Roten Teufel, Walter biasanya beroperasi sebagai gelandang serang atau penyerang kedua. Selama waktunya bersama timnas, dia tampil dalam 61 pertandingan dan mencetak 33 gol. Prestasi puncaknya tercipta pada Piala Dunia 1954.

Karena itu, saat ide memberikan penghargaan kepada para pemain muda masa depan Jerman terlontar, nama Walter yang dipilih. DFB dan Bundesliga berharap anak-anak muda Jerman akan mengikuti jejak Walter mengharumkan nama negara dan sukses di klub.

Berikut ini kelanjutan karier 16 pemain U-19 Jerman pemenang Fritz Walter Medal:


1. Florian Mueller (2005)

Manuel Neuer sudah masuk skuad utama Schalke 04 pada 2005. Tapi, dia hanya menjadi runner-up dari salah satu pemain muda Bayern Muenchen, Florian Mueller.

Uniknya, karier Neuer kini jauh lebih hebat dari Mueller. Sang gelandang hanya menghabiskan dua tahun di Bayern sebelum pindah ke Magdeburg, diikuti Alemannia Aachen. Dia tidak bermain sepakbola profesional sejak 2013 dan telah belajar administrasi bisnis di Berlin sejak 2015.


2. Kevin-Prince Boateng (2006)



Kevin-Prince Boateng yang flamboyan telah menikmati karier yang penuh warna di level klub dan internasional. Rangkaian tato dan perhiasannya membuat beberapa orang tidak senang padanya. Tapi, gelandang tersebut telah muncul di beberapa klub elite Eropa, termasuk Barcelona dan AC Milan.

Dia juga mengalihkan kesetiaan internasional dari Jerman ke Ghana dan menjadi bintang dalam perjalanan tim Afrika itu ke perempat final Piala Dunia 2010. Boateng saat ini bermain untuk Monza di Serie B. Tapi, dia adalah pemain sepakbola yang bagus di puncaknya.


3. Benedikt Hoewedes (2007)

Benedikt Hoewedes karya Schalke adalah penerima penghargaan 2007 setelah mengalahkan Jerome Boateng. Bek ini membintangi Schalke hampir sepanjang kariernya. Dia membuat 335 penampilan selama satu dekade untuk klub yang berbasis di Gelsenkirchen itu.

Periode singkat di Juventus dan Lokomotiv Moscow menyusul sebelum pensiun pada musim panas 2020. Hoewedes adalah satu dari hanya tiga pemain yang bermain di setiap menit kemenangan Jerman di Brasil 2014.


4. Dennis Diekmeier (2008)



Dennis Diekmeier mengalahkan Toni Kroos dalam penghargaan itu pada 2008. Tapi, justru Kroos yang memenangkan segalanya di karier profesional, termasuk tiga gelar Bundesliga, dua gelar La Liga, empat piala domestik, empat gelar Liga Champions, dan satu Piala Dunia 2014.

Sebaliknya, Diekmeier telah menjadi bek kanan untuk Werder Bremen, FC Nuernberg, dan Hamburg SV selama dekade terakhir. Dia saat ini bermain untuk tim kasta kedua di Jerman, SV Sandhausen. Bahkan, dia baru mencetak gol profesional pertamanya pada Mei 2020. Julukannya cukup tragis, yaitu "Pemain Paling Tidak Berbahaya dalam Sejarah Bundesliga".


5. Lewis Holtby (2009)

Lewis Holtby mengalahkan Andre Schuerrle untuk medali 2009. Lalu, dia meninggalkan Schalke ke Tottenham pada 2013. Tapi, dia tidak pernah memantapkan dirinya di White Hart Lane sebelum berangkat ke Hamburg SV dua tahun kemudian. Sekarang, Holtby ada di Championship Division bersama Blackburn Rovers.


6. Peniel Mlapa (2010)



Bermain untuk TSV 1860 Munich tahun 1860, Paniel Mlapa memenangkan penghargaan 2010. Striker tersebut pindah ke Hoffenheim setelah meraih medali. Tapi, hanya mencetak enam gol selama dua musim di Bundesliga. Dia dijual ke Borussia Moenchengladbach.

Dia meninggalkan Jerman untuk pergi ke Belanda membela VVV-Venlo. Di sana dia menjalani 31 penampilan dan 15 gol. Saat ini, Mlapa berada di Uni Emirat Arab (UEA).


7. Marc-Andre ter Stegen (2011)

Sangat disayangkan Marc-Andre ter Stegen hidup di era yang sama dengan Manuel Neuer. Jika tidak, dia akan menjadi pilihan utama Der Panzer. Itu karena kehebatan mantan pemain Borussia Moenchengladbach tersebut diakui Barcelona hingga saat ini.


8. Antonio Ruediger (2012)



Antonio Ruediger telah menjadi pendukung utama pertahanan Chelsea sejak pindah ke Inggris empat tahun lalu. Setelah menjalani debut bersama VfB Stuttgart, bek tengah itu menarik perhatian elite Eropa sebelum ditransfer ke AS Roma pada 2015. Dia juga membuat 40 penampilan untuk Jerman.


9. Matthias Ginter (2013)

Matthias Ginter telah berkembang menjadi bek tengah yang bagus untuk Borussia Moenchengladbach dan sekarang menjadi pemain reguler di lini belakang Jerman. Penampilan di Freiburg membuat dirinya pindah ke Borussia Dortmund pada 2014. Dia pulih dari musim debut yang mengecewakan untuk menjadi bagian penting dari tim Thomas Tuchel.

Fakta menariknya, Ginter adalah satu-satunya pemain lapangan (bukan kiper) Jerman yang masuk di skuad Piala Dunia tanpa pernah membela Der Panzer di laga apapun.


10. Niklas Stark (2014)



Niklas Stark telah menjadi pemain yang mengesankan di Hertha Berlin selama beberapa tahun terakhir setelah memenangkan penghargaan saat bersama FC Nuernberg. Saat ini, dia sudah memiliki 2 caps untuk Jerman dan masih terus berkembang.


11. Jonathan Tah (2015)

Jonathan Tah sudah menjadi pemain reguler di tim utama di Bayer Leverkusen ketika memenangkan penghargaan 2015 dengan mengalahkan Timo Werner. Dia masih di Bayer Leverkusen dan terus menjadi pemain penting di usia 25 tahun. Tah juga sudah memiliki 16 penampilan untuk Der Panzer.


12. Benjamin Henrichs (2016)



Jerman membawa skuad cadangan ke Piala Konfederasi 2017 di Rusia, mengalahkan lawan mereka, dan memenangkan gelar dalam demonstrasi kekuatan. Saat itu, Benjamin Henrichs membela Bayer Leverkusen dan membuat dua penampilan selama kompetisi. Lalu, dia menghabiskan tiga tahun di AS Monaco sebelum pindah ke klubnya saat ini, RB Leipzig.


13. Salih Ozcan (2017)

Salih Ozcan adalah bagian integral dari lini tengah FC Koln. Dia seorang pesepakbola keturunan Turki kelahiran Jerman. Pemain berusia 23 tahun itu disebut akan meninggalkan Koln pada musim panas ini. Kabarnya, klub seperti Besiktas dan Galatasaray tertarik padanya.


14. Kai Havertz (2018)



Tidak peduli perjuangannya di Chelsea, Kai Havertz tetap menjadi salah satu harapan terbesar sepakbola Jerman. Memenangkan penghargaan ini pada 2018, karier Havertz masih bisa berkembang ke arah yang lebih baik atau justru tenggelam dengan pemain-pemain muda lain.


15. Nicolas-Gerrit Kuhn (2019)

Penghargaan 2019 adalah yang pertama diberikan kepada pesepakbola Jerman yang bermain di luar Jerman, dengan Nicolas-Gerrit Kuhn dianugerahi tempat pertama. Kuhn telah bergabung dengan Ajax Amsterdam dari RB Leipzig. Dia bergabung dengan tim junior klub sebelum mendapatkan transfer ke Bayern Muenchen pada 2020. Di sana dia tetap berada di tim cadangan.


16. Noah Katterbach (2020)



Salah satu properti terpanas di sepakbola Jerman terbaru adalah Noah Katterbach. Dia merupakan bek kiri yang membela FC Koln. Dia dikenal karena kreativitas, teknik, dan kemampuannya untuk menggiring bola melewati lawan. Bayern Muenchen, Borussia Dortmund, dan RB Leipzig telah mendaftarkan minat untuk melakukan transfer.