Juara bertahan, tuan rumah, punya pemain bagus, Brasil diuntungkan banyak hal di Copa America 2021. Syaratnya, batal mundur!
Euro 2020 bukan satu-satunya turnamen internasional besar yang dimulai akhir pekan ini. Di Amerika Selatan, Copa America 2021 juga akan digelar. Sebagai juara bertahan dan tuan tumah dadakan, Brasil layak diunggulkan, selain Argentina dan Uruguay.

Brasil terpilih sebagai tuan rumah setelah Kolombia dicoret karena situasi politik serta keamanan dalam negeri dan Argentina dibatalkan karena pandemi Covid-19 yang belum terkendali. Artinya, ini kedua kalinya mereka menjadi tuan rumah secara beruntun setelah 2019.

Dengan menjadi tuan rumah, Brasil diunggulkan mengulang kesuksesan Copa America 2019. Saat itu, tim Samba meraih kemenangan 3-1 atas Peru di Estadio Maracana, Rio de Janeiro.

Tapi, bisakah mereka mengukir kisah seindah itu tahun ini? Sebenarnya, tidak dapat disangkal bahwa di atas kertas, Brasil, memiliki sumber daya paling banyak jika dibandingkan dengan saingannya di Amerika Selatan. 

Tite selaku pelatih Brasil memiliki amunisi mewah yang tidak dimiliki negara lain. Brasil juga memiliki kedalaman skuad terbaik yang terdiri dari pemain-pemain berkelas dari sejumlah klub top Eropa. Mereka punya pemain inti dan cadangan yang sama baiknya.

Saat ini Brasil memiliki dua kiper terbaik dunia, Alisson Becker dari Liverpool dan Ederson Moraes dari Manchester City. mereka juga memiliki tiga bek tengah kelas dunia dalam diri Eder Militao, Thiago Silva, dan Marquinhos.

Untuk sektor tengah, Brasil punya kombinasi gelandang yang mengerikan. Sebut saja Fabinho dan Casemiro. Ada lagi Lucas Paqueta, Fred, hingga Douglas Luiz. Mereka adalah pemain-pemain yang selama ini berkarier di liga-liga ternama Benua Biru dan tampil bagus sepanjang musim 2020/2021.



Dengan kiper, bek, dan gelandang jempolan, komposisi Brasil semakin lengkap dengan lini depan terbaik di Amerika Latin. Mereka punya pemain-pemain dengan kemampuan hebat.

Contohnya, Neymar dari Paris Saint-Germain, Roberto Firmino (Liverpool), Gabriel Jesus (Manchester City), Richarlison (Everton), Vinícius Júnior (Real Madrid), hingga Everton (Benfica). Satu-satunya penyerang dari klub lokal yang dibawa adalah Gabriel Barbosa dari Flamengo.