Pelatih, Pemain, Akademi. Kombinasi Sukses Portugal.
Mari kita jawab dengan cepat pertanyaan dari judul tulisan ini: Kejayaan Portugal di Euro 2016 dan tim yang tangguh saat ini adalah buah investasi pada pemain muda dan sistem kepelatihan sejak 20 tahun yang lalu.

Tapi jangan hanya berhenti disitu. Kalimat pendek di atas perlu dijabarkan lebih jauh.
Negara yang hanya berpenduduk 10 juta orang itu punya DNA sepak bola yang kuat, alami, dan terorganisir dengan rapi. Maka tak heran, hari-hari ini kita lihat Portugal yang hebat.

Pelatih asal Portugis bertebaran di Eropa, dengan prestasi dan gaya melatih mereka yang khas, secara tak langsung telah mengangkat marwah Portugal. Siapa yang tak mengenal Jose Mourinho? Jorge Yesus. Sérgio Conceição, Rúben Amorim. Belum lagi nama-nama yang baru naik daun seperti  Leonardo Jardim, André Villas-Boas, Paulo Fonseca, Nuno Espírito Santo, Bruno Lage.

“Kami memiliki sistem yang sangat baik untuk mengembangkan pelatih,” kata Luis Araújo, pelatih Benfica Juniors.

“Ada lebih banyak waktu di sini bagi pelatih untuk berbicara, jadi kami selalu belajar dengan dan dari pelatih lain. Ini adalah semangat kami, tapi ini tentang kapasitas kami untuk beradaptasi, karena Portugal bukan negara dengan banyak sumber daya alam "

Pelatih-pelatih asal Portugal tak cuma jago kandang, mereka berdiaspora dan dipercaya di negeri lain.


Akademi Sepak Bola

Portugal sadar betul kualitas pemain perlu disiapkan, jadi bila Anda ke Portugal dan melihat akademi sepak bola menjamur jangan heran. Itu upaya konstan yang mereka lakukan. Meski belum sempurna, tapi ruh dan semangat Portugal untuk sepak bola tak perlu diragukan lagi.

"Di beberapa tempat kami tidak memiliki lapangan yang bagus dan fasilitas yang bagus, jadi kami selalu beradaptasi dan berpikir bagaimana kami dapat meningkatkan pemain dan permainan kami.”kata Araujo lagi.

Paling tidak ada 2 akademi sepak bola di Portugal yang terkenal ; Benfica dan Sporting Lisbon. Dan sekedar informasi, delapan dari skuad musim panas ini untuk Euro datang melalui akademi Benfica, dibandingkan dengan hanya tiga yang memenangkan Euro 2016.

Sementara itu untuk Sporting Lisbon, ada sebuah pesan yang berbunyi, “Saya pikir  yang bekerja dengan baik di Sporting adalah bahwa ada tujuan yang jelas, tidak hanya dalam arti olahraga,” kata Figo pada tahun 2017, “tetapi juga dalam membentuk generasi muda. Sangat penting bagi anak muda untuk memiliki impian,"


Kans Portugal di Euro 2020

Pilihan pemain yang mungkin terlalu banyak, itulah tantangan sekaligus keuntungan bagi Portugal.

Mari kita sebut beberapa ; Rúben Dias dan Bruno Fernandes yang mendominasi Liga Premier dan penyerang tengah otentik, André Silva, yang mengemas 28 gol di Bundesliga bersama Eintracht Frankfurt.  João Félix, Bernardo Silva, Diogo Jota, Cristiano Ronaldo. Lengkap sudah

“Kami selalu memiliki pemain berbakat,” kata Araújo, “tetapi kami meningkatkan pemahaman para pemain tentang permainan. Saya pikir beberapa tahun yang lalu kami selalu melihat dribel sebagai bakat. Sekarang kami melihat pemain yang memahami permainan. Jadi sekarang kami membuat bek tengah, kami membuat gelandang, kami membuat striker. Mungkin lebih sedikit pemain sayap.”

Mengenai optimisme, Araújo dengan mantap berkata, “Kami selalu bertanya satu sama lain apakah kami bisa melakukannya. Keyakinan, setelah serangkaian kesuksesan dan bakat yang mereka miliki, tentu saja bukan sesuatu yang kurang dari Portugal akhir-akhir ini."

Portugal tergabung dalam grup F bersama Hungaria, Prancis, dan Jerman. Bisa dikatakan grup neraka. Tapi sebagai juara bertahan, tentu Porugal tak mau begitu saja memberi mahkota mereka.