Peluang untuk angkat trofi Liga Champions lebih besar.
Tampaknya untuk musim 2021/22 Jack Grealish akan menjadi pemain Manchester City. Kalimat barusan bukan sekedar isapan jempol atau pepesan kosong. Sebab Jumat pagi (25/6) Daily Mail mengeluarkan sebuah laporan mengejutkan yang menyatakan bahwa juara Liga Premier musim lalu akan merampungkan proses transfer  bintang Aston Villa itu setelah dia menyelesaikan tugasnya di Euro 2020 bersama Inggris.

Situs yang sama mengklaim bahwa City akan membayar 100 juta pounds atau setara 2 Triliun untuk mendapatkan service Grealish,  dan biaya sebesar itu tentu saja akan menjadi rekor transfer di Inggris - melebihi 80 juta pounds atau 1,6 Triliun yang dikeluarkan Manchester United untuk mengontrak Harry Maguire dari Leicester City musim 2019 yang lewat.

Tak cukup Jack Grealish, Daily Mail juga menambahkan bahwa tim asuhan Pep Guardiola itu juga akan terus mengejar Harry Kane dari Tottenham.

Membayangkan dua pemain timnas Inggris mengenakan jersey biru langit di Etihad musim depan adalah hal yang luar biasa bagi penggemar City - dan sekaligus menakutkan bagi pendukung klub lainnya.

Mengapa demikian ? Karena dengan bergabungnya Grealish dan Kane potensi Starting XI The Citizens untuk  musim 2021/22 diperhitungkan sudah cukup untuk membuat pertahanan lawan ketar-ketir.

Mari kita simak bagaimana perkiraan kesebelas nama pemain itu :


GK | Ederson

RB | Kyle Walker
CB | Ruben Dias

CB | John Stones
LB | Joao Cancelo

CDM | Rodri
CM | Ilkay Gundogan
CM | Kevin De Bruyne

RW | Phil Foden
ST | Harry Kane
LW | Jack Grealish



Bukankah nama-nama di atas merupakan lineup awal yang sangat bagus? sehingga para pemain dengan kelas seperti Raheem Sterling, Riyad Mahrez dan Bernardo Silva harus absen dalam daftar. Inilah penjelasan yang tepat tentang apa itu tim impian. The Dream Team.




Grealish, Kane dan Foden sebagai tiga pemain di lini depan akan bergerak lebih dinamis dan agresif karena akan ada De Bruyne yang menciptakan banyak peluang di belakang mereka. 

Jika City dapat menciptakan starting XI semacam itu untuk musim 2021/22 mendatang, maka impian untuk memenangkan lebih banyak gelar terasa jauh lebih mudah.

Akan sangat kelewatan apabila juru taktik handal dan berpengalaman seperti Pep Guardiola tak berhasil juga untuk mempersembahkan trofi Liga Champions yang dielu-elukan oleh publik Etihad.