Jadwal yang tidak ideal membuat banyak klub keberatan melepas pemain.
Euro 2020 dan Copa America 2021 sudah selesai digelar, saatnya untuk mengalihkan perhatian ke Olimpiade Tokyo. Tapi, jadwalnya yang kurang ideal di sela-sela pramusim klub Eropa membuat banyak yang melayangkan protes.

Bagi sebagian besar klub Inggris, pramusim yang sedang berlangsung sekarang sangat penting, seiring dengan akan bergulir kembalinya Liga Premier pada 13 Agustus. Latihan di awal musim sangat penting untuk membuat para pemain siap saat kompetisi dimulai.

Masalahnya, ada beberapa klub yang tidak akan bisa melakukan persiapan dengan maksimal. Itu karena beberapa pemain dipanggil oleh negara mereka masing-masing untuk Olimpiade  Tokyo. Meski bukan agenda resmi FIFA, mereka tidak bisa menolak untuk melepaskan pemain jika diminta.

Sebanyak 16 negara telah lolos ke turnamen di Tokyo, termasuk Prancis, Spanyol, Brasil, dan Argentina. Beberapa klub telah memblokir pemain mereka untuk bersaing di Olimpiade. Mereka langsung melakukan negosiasi dengan sang pemain maupun negara asalnya dan mendapatkan kabar baik.

Contohnya, Liverpool yang berhasil meminta Mohamed Salah tinggal setelah bernegosiasi dengan Asosiasi Sepakbola Mesir (EFA). Mereka berjanji akan menyerah Salah saat Puala Afrika 2022, pada awal tahun depan, jika tidak dipanggil ke Olimpiade.

Sayanganya tidak semua klub Liga Premier memiliki nilai tawar sebagau Liverpool. Beberapa klub ternyata tetap harus mengikhlaskan pemainnya untuk pergi ke Jepang. Jika ditotal, ada sembilan klub yang akan kehilangan 11 pemain pentingnya. Berikut ini daftarnya:


1. Arsenal (Gabriel Martinelli)

Pemain andalan Brasil itu melewatkan sebagian besar musim 2020/2021 karena cedera sebelum kembali masuk ke dalam skuad dan mencetak dua gol di paruh kedua musim lalu. Tapi, Martinelli berharap bisa membuktikan kepada Mikel Arteta apa yang bisa dia lakukan di Olimpiade bersama Brasil.




2. Aston Villa (Douglas Luiz)

Salah satu dari tiga pemain Brasil yang bermain di klub Liga Premier dan dipanggil ke Tokyo untuk Olimpiade dan Douglas Luiz adalah sosok kunci di lini tengah pasukan Dean Smith. Dia telah memulai 69 pertandingan papan atas hanya dalam dua musim sejak kedatangannya pada 2019.

Aston Villa sebenarnya keberatan. Tapi, mereka gagal menegosiasikannya dengan Asosiasi Sepakbola Brasil (CBF). Mereka tidak rela karena Luiz sebelumnya sudah tampil di Copa America 2021.


3. Brighton and Hove Albion (Alexis MacAllister dan Tudor Baluta)

Graham Potter akan dipaksa kehilangan MacAllister dan Baluta. Dua pemain muda yang sama-sama masih berusia 22 tahun itu adalah andalan bagi negara masing-masing. MacAllister untuk Argentina dan Baluta bersama Rumania.


4. Burnley (Chris Wood)

Wood telah mencetak setidaknya 10 gol Liga Premier untuk Burnley. Namanya memang pantas masuk dalam skuad Olimpiade milik Selandia Baru sebagai salah satu pemain senior. Sebab, Selandia Baru bukan negara yang memiliki banyak pemain muda bagus sehingga membutuhkan kehadiran Wood.




5. Crystal Palace (Jay Rich-Baghuelou)

Bek tengah berusia 21 tahun itu belum melakukan debut senior untuk Crystal Palace. Tapi, dia telah disebutkan dalam skuad Australia untuk Olimpiade mendatang. The Eagles tidak keberatan karena itu akan menjadi ajang yang tepat bagi Rich-Baghuelou untuk mematangkan dirinya.


6. Everton (Richarlison)

Everton dilaporkan enggan membiarkan Richarlison pergi ke Olimpiade. Pasalnya, mereka telah merelakan pemain itu di Copa America 2021, yang berujung pada kekalahan Brasil dari Argentina di final.

Sebagai pemain inti di Goodison Park, Richarlison sangat penting bagi pelatih baru mereka, Rafael Benitez. Saat ini, Everton dengan melakukan negosoiasi dengan Brasil. Tapi, sepertinya usaha tersebut akan sia-sia karena sang pemain sendirilah yang meminta dipanggil untuk Olimpiade.


7. Manchester United (Eric Bailly dan Amad Diallo)

Ole Gunnar Solskjaer harus bersabar karena kehilangan tidak hanya satu, melainkan dua pemain tim utama sekaligus. Meski Bailly dan Diallo kemungkinan akan menjadi penghangat bangku cadangan selama musim 2021/2022, keduanya akan sangat dibutuhkan ketika kompetisi seperti Piala FA atau Piala Liga.


8. Southampton (Caleb Watts)

Seperti anak muda berbakat lainnya, Watts juga dipanggil oleh Australia untuk Olimpiade. Watts baru berusia 19 tahun, tapi sudah melakukan debut di Southampton di bawah asuhan Ralph Hasenhuttl saat melawan Arsenal pada Januari tahun lalu.




9. West Ham United (Winston Reid)

Veteran dari Selandia Baru ini menghabiskan musim lalu dengan status pinjaman di Brentford dan membantu klub itu mendapatkan promosi ke Liga Premier. Tapi, Reid akan kembali ke West Ham untuk memperjuangkan tempatnya, setelah terakhir bermain untuk The Hammers pada musim 2017/2018.

Namun, perjuangan Reid akan semakin berat karena harus melewatkan agenda pramusim. Itu karena dia tidak bisa menolak panggilan negara untuk membimbing anak-anak muda Selandia Baru di Olimpiade.