Harga pasar kiper di posisi puncak masih kalah dari sumbangan keluarga Akidio Tio.
Kiper sering kurang dihargai dalam peran mereka. Tapi, itu tidak menghilangkan pentingnya peran mereka dalam keberhasilan tim sepakbola mana pun. Sebab, posisi ini adalah garis pertahanan terakhir.

Berkaitan dengan hal itu. Beberapa penjaga gawang telah membuktikan diri mereka selama bertahun-tahun dengan tampil ciamik dan ini tercermin dalam nilai pasar mereka yang tinggi saat ini.

Berikut adalah daftar 5 kiper paling berharga di dunia saat ini :


5. Marc-Andre ter Stegen (Rp1,011 triliun)

Marc-Andre ter Stegen adalah salah satu penjaga gawang paling elite di benua ini dan dia telah membuktikan dirinya dengan tampil ciamik di Barcelona. Pemain berusia 29 tahun itu tampil di Borussia Moenchengladbach dan melakukan debut tim pertamanya pada 2010. Dia membuat 127 penampilan di semua kompetisi untuk tim Bundesliga sebelum menyelesaikan kepindahannya ke Barcelona pada 2014.

Musim pertamanya di Camp Nou membuatnya membantu klub meraih treble kontinental kedua untuk klub itu. Kepergian Claudio Bravo ke Manchester City pada 2016 membuat Ter Stegen dipasang sebagai penjaga gawang pilihan pertama Barcelona dan sejak itu dia telah membuat lebih dari 270 penampilan di semua kompetisi untuk klub.




4. Alisson Becker (Rp1,011 triliun)

Alisson telah memainkan peran utama dalam kesuksesan Liverpool. Musim pertama Alisson di Anfield membuatnya memandu klub meraih mahkota Eropa keenam dan dia membuat beberapa penyelamatan penting di sepanjang jalan.

Dia juga mencatatkan 21 clean sheets di liga untuk memenangkan Golden Glove, meski The Reds gagal pada rintangan terakhir dalam upaya mereka untuk meraih gelar Liga Premier perdananya. Gelar liga yang sulit diraih itu datang setahun kemudian dan Alisson pulih dari cedera awal musim untuk mengakhiri tiga dekade patah hati Liverpool.


3. Thibaut Courtois (Rp1,011 triliun)

Tidak dapat disangkal Courtois adalah salah satu penjaga gawang utama di dunia dan kemampuannya yang luar biasa telah membuatnya mewakili beberapa klub terbesar di dunia. Pemain timnas Belgia itu telah menjadi andalan di Atletico Madrid, Chelsea, dan Real Madrid dan merasakan kejayaan liga.

Courtois dikenal karena sangat cepat dan memiliki refleks yang tajam untuk kiper seukurannya, yang memungkinkan dia untuk menahan tembakan dari sudut rendah dan tinggi. Dia telah membuat 129 penampilan di semua kompetisi untuk Los Blancos dan semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu kiper terbaik di dunia.




2. Gianluigi Donnarumma (Rp1,096 triliun)

Gianluigi Donnarumma datang melalui AC Milan sebagai remaja berbakat luar biasa dan banyak yang menunjuk dia sebagai kiper masa depan Italia. Ini mengatakan banyak tentang potensi besarnya, mengingat Gli Azzurri telah menghasilkan beberapa kiper paling legendaris dalam sejarah.

Donnaruma masuk ke tim utama I Rossoneri pada usia 16 tahun dan 242 hari, dan kemudian mencetak beberapa rekor penjaga gawang sebelum dia berusia 17 tahun. Donnarumma adalah salah satu dari sedikit cahaya terang dalam periode yang sebaliknya suram bagi Milan.

Lintasan kariernya yang mengesankan membuatnya mengakhiri enam dekade penantian Italia untuk kejayaan Eropa. Perannya dalam kemenangan Gli Azzurri amat besar, bahkan oa dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen di Euro 2020 oleh UEFA, menandai pertama kalinya seorang penjaga gawang memenangkan penghargaan tersebut.

Dia bergabung dengan Paris Saint-Germain dengan status bebas transfer pada musim panas 2021 dan raksasa Ligue 1 akan mengandalkannya untuk membantu mereka mengakhiri penantian mereka akan kejayaan Eropa.




1. Jan Oblak (Rp1,264 triliun)

Jan Oblak bisa dibilang sebagai penjaga gawang terbaik di dunia dan tidak mengherankan jika pemain berusia 28 tahun itu saat ini menjadi penjaga gawang paling berharga di dunia.

Atletico Madrid telah terkenal karena menghasilkan penjaga gawang terbaik dalam dekade terakhir. Tapi, Oblak bisa dibilang adalah pilihan terbaik. Pemain timnas Slovenia itu bergabung dengan Benfica pada 2014 dan sejak itu membuktikan keberaniannya sebagai penjaga gawang yang menonjol di La Liga.

Refleks tajam Oblak, penanganan bola yang sangat baik dan kemampuan menghentikan tembakan membedakannya dari rekan-rekannya dan dia adalah garis terakhir yang solid dari pertahanan Atletico Madrid yang kikir.

Dia adalah pemenang lima kali penghargaan Ricardo Zamorra di La Liga, termasuk memenangkannya empat kali berturut-turut antara 2015 dan 2019. Dia juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik La Liga 2020/2021 setelah membimbing timnya meraih mahkota liga yang mengejutkan.