Setelah lama absen, stadion unik ini akan kembali dilihat penggemar Serie A dari seluruh dunia.
Biasanya, suporter sepakbola mencapai stadion milik klub kesayangan dengan menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum seperti bus dan kereta. Tapi, di Venezia situasinya berbeda. Untuk mencapai Stadio Pier Luigi Penzo, pendukung harus menggunakan perahu. 

Jika anda pernah datang ke Jayapura dan menyaksikan pertandingan Persipura di Stadion Mandala, maka akan tampak pemandangan perahu terparkir rapi sisi timur, yang memang berbatasan dengan laut. Biasanya, itu adalah ulah pendukung Mutiara Hitam yang tinggal di pesisir atau sejumlah pulau kecil di Teluk Yotefa. 

Selain dengan perahu, suporter juga masih bisa mencapai stadion berkapasitas 15.000 penonton tersebut dengan menggunakan kendaraan darat.

Meski terkesan unik, pemandangan di Stadion Mandala tidak seberapa jika dibandingkan kandang Venezia. Klub yang baru kembali ke Serie A setelah beberapa tahun terdampar di kasta bawah itu memiliki pemandangan stadion yang antimainstream dan benar-benar berbeda. 

Stadio Penzo terletak di sebuah pulau bernama Sant'Elena. Pulau itu terletak di ujung timur gugusan pulau utama dan merupakan bagian dari sestiere (distrik) Castello. Pulau asli dipisahkan oleh sebuah lengan di Laguna Venezia.

Pada 1920-an, pulau itu diperluas untuk mengisi kekosongan sehingga terhubung ke seluruh kota oleh tiga jembatan. Ini termasuk Taman Rimembranze, Akademi Angkatan Laut Venezia, dan stadion sepakbola. Di sampingnya ada area perumahan dan bangunan tempat Venice Bienniale diselenggarakan.

Di ujung timur-selatan pulau tersebut terdapat Stadio Penzo. Ini adalah fasilitas olahraga terbesar di Venezia. Stadion ini pertama kali dibuka pada 1913 dan mengambil namanya dari pilot Italia selama Perang Dunia I, Pier Luigi Penzo. Ini adalah stadion tertua kedua yang terus digunakan di Italia setelah Stadio Luigi Ferraris (kandang Sampdoria dan Genoa).

Awalnya, Stadio Penzo dibangun dari kayu. Stadion ditingkatkan dengan dudukan utama beton pada 1920-an dan perbaikan lebih lanjut dilakukan pada dekade-dekade berikutnya. Rekor kehadiran 26.000 penonton pada 1966 saat Venezia melawan AC Milan.

Pada 11 September 1970, tornado menghantam Venezia dan menyebabkan kerusakan parah pada stadion. Karena prestasi klub, stadion hanya dipulihkan sebagian, dan kapasitasnya dikurangi menjadi 5.000 sebelum dinaikkan menjadi 7.450 kursi. 



Dengan lokasi seperti itu (dikelilingi air di semua sisi), Stadio Penzo hanya dapat diakses dengan perahu atau berjalan kaki. Tidak ada kendaraan bermotor yang bisa mencapai stadion ini. Bahkan, sepeda juga tidak diizinkan mendekat. 

"Pertandingannya sangat berbeda dalam arti bahwa kami harus membawa perahu ke stadion," kata penyerang Skotlandia, Harvey St Clair, yang bergabung dengan klub pada 2018 setelah 12 tahun di Chelsea, kepada BBC World Service.

Pemain berusia 22 tahun itu mengaku ada banyak pengalaman luar biasa di Venezia. "Ini adalah tempat yang sangat unik untuk memainkan pertandingan kami dan stadion memiliki banyak karakter. Semua pemain, kecuali satu orang, tinggal di daratan. Jadi, kami memarkir mobil, lalu menaiki perahu milik klub untuk menuju stadion," tambah pemain yang sedang dipinjamkan ke Seregno di Serie C itu.

Venezia akan memulai kampanye Serie A dengan tiga pertandingan tandang beruntun karena Stadio Penzo sudah mendapat izin renovasi agar memenuhi standar Serie A. Jadi, pada Minggu (22/8/2021), mereka akan bertandang ke Napoli. Kemudian, Udinese dan Empoli. Mereka baru main di kandang pada 19 September 2021 melawan Spezia.

"Saya sangat penasaran untuk melihat bagaimana jadinya, untuk mengetahui bagaimana para penggemar nantinya, bagaimana lapangan yang baru kami. Tapi, bagi saya yang paling penting adalah kami akan bermain di kandang kami sendiri," kata Direktur Teknik Venezia, Paolo Poggi.

"Berjalan ke stadion adalah hal yang unik ketika anda datang untuk melihat pertandingan di sini. Ada rencana untuk membangun stadion baru dan di masa depan mungkin ini akan ditinggalkan. Tapi, saat ini, stadion yang kami miliki adalah sesuatu yang layak untuk dilihat," tambah mantan penyerang itu.

"Jika para pendukung bersemangat seperti kami, saya pikir itu akan menjadi pesta besar yang hebat. Saya berharap juga untuk hasil, tentu saja," pungkas mantan pemain Udinese yang pensiun di Venezia pada 2009 itu.